Koyo Kaki ORI vs KW, Happy Life WHITE, Bamboo GOLD dan Daun JUNGONG

Sekali lagi posting tentang produk koyo kaki, happy life. Tapi kali ini cuma fokus untuk produk yang white aja, walaupun bisa juga buat gold atau jungong. sekedar berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Bagi anda, pengguna maupun penjual koyo kaki, yang lagi populer saat ini. Ada sedikit info yang cukup penting.  Walaupun satu jenis dan 1 merk ada perbedaan kualitas diantara koyo kaki yang beredar luas saat ini. Untuk selanjutnya yang kualitasnya baik ane tulis “ORI” yang kualitasnya rendah ane tulis “KW”.

Lihat perbedaan di bawah ini.

SUDAH DI UPDATE ( + GOLD dan JUNGONG)

KOYO KAKI HAPPY LIFE WHITE

1. dari depan, koyo yg KW tulisannya lebih cerah (hijau tua cerah) dan jelas, sedangkan yang ORI tulisannya agak kabur (hijau tua pucat) dan agak kurang jelas. Baik tulisan dlm bhs inggris maupun kanji-nya.

Happy Life white kw vs ori tampak depan

Koyo Happy Life white kw vs ori tampak depan

2. dari belakang, koyo yang KW tampak lebih gelap dan pembungkus serbuk obatnya tampak lebih tebal, halus dan mengkilat. Sedangkan yang ORI kelihatan lebih tipis, lusuh, agak buram

Koyo Kaki Happy Life WHITE ORI vs KW

Koyo Kaki Happy Life WHITE ORI vs KW, tampak belakang

3. dari serbuk obatnya, yang KW lebih gelap/ke abu-abuan, sedangkan yang ORI tampak lebih cerah/terang

Koyo Kaki Happy Life WHITE ORI vs KW, serbuk obat

Koyo Kaki Happy Life WHITE ORI vs KW, serbuk obat

Hasilnya pun ternyata beda, yang KW (namanya aja KW) setelah dipakai berwarna abu-abu gelap sedangkan yang ORI hasilnya Hitam Legam. Percobaan ini ane coba sendiri, yang KW ane pasang di kaki kiri, yang ORI di kaki kanan, pasang mulai +- pukul 22.30 sampai bangun tidur +- pukul 04.00 WIB kurang dikit (skitar 5,5 jam), hasilnya bisa lihat gambar di bawah ini.

Koyo Kaki Happy Life WHITE ORI vs KW, Hasil setelah pemakaian

Koyo Kaki Happy Life WHITE ORI vs KW, Hasil setelah pemakaian

Koyo kaki Happy Life white ori tampak hasil setelah pemakaian

Hasil setelah pemakaian koyo happy life white ORI

KOYO KAKI JUNGONG

1. Dari depan, kurang lebih sama, cuma warna kertas koyo lebih cerah yang KW,
RALAT : Yg bertuliskan “Formulated in Japan” juga ada yang versi ORI-nya, so untuk tulisan ini tidak jadi parameter perbedaan yg mendasar, mending liat dari tampak belakang (kertas pembungkus koyonya)

Koyo Kaki White Jungong

Koyo Kaki White Jungong tampak depan

2. Dari belakang, masih sama dengan ciri ORI yang WHITE, yaitu kertas pembungkus koyo ORI kelihatan lebih  tipis/kusam daripada yang KW

Koyo Kaki Happy Life JUNGONG ORI vs KW, tampak belakang

Koyo Kaki Happy Life JUNGONG ORI vs KW, tampak belakang

3. Warna serbuk obatnya juga berbeda, ini tandanya, komposisinyapun pasti berbeda. ORI serbuk obatnya lebih terang / agak kemerah-merahan, sedangkan yang KW warnanya lebih ke abu-abuan.

Koyo Kaki Happy Life JUNGONG ORI vs KW, serbuk obat

Koyo Kaki Happy Life JUNGONG ORI vs KW, serbuk obat

Karena beda komposisi, tentu beda pula hasilnya, uji coba juga masih sama dengan yang white diatas. Koyo ORI ane tempel di kaki Kanan, yg KW di kaki kiri selama +- 5,5 jam. Silakan lihat perbedaannya dibawah ini.

Hasil Pemakaian Koyo Kaki Happy Life JUNGONG ORI vs KW

Hasil Pemakaian Koyo Kaki Happy Life JUNGONG ORI vs KW

KOYO KAKI BAMBOO GOLD

1. Dari depan, warna kemasan koyo lebih pekat daripada yang KW, tulisan sama persis. Biar lebih jelas lihat aja gambar dibawah ini.

koyo kaki bamboo gold - tampak depan

koyo kaki bamboo gold – tampak depan

2. dari belakang, masih sama juga dengan perbedaaan ORI vs KW WHITE maupun JUNGONG, yaitu: kertas pembungkus obat koyo terlihat lebih kusam, isi serbuk obat tidak terlalu terlihat sedangkan GOLD yang KW lebih mencolok lagi, warna serbuk obatnya terlihat kuning, tampak dari balik kertas pembungkus serbuk obatnya.

koyo kaki bamboo gold - tampak belakang

koyo kaki bamboo gold – tampak belakang

3. Dan setelah saya buka, ternyata memang benar. Isi serbuk obat GOLD KW berwarna kuning, sedangkan GOLD ORI lebih berwarna gelap (abu-abu)

Warna serbuk obat Koyo Kaki GOLD ORI vs KW

Warna serbuk obat Koyo Kaki GOLD ORI vs KW

Hasilnya tentu berbeda, yang GOLD ORI seperti biasa, hitam pekat, sedangkan yang GOLD KW berwarna kekuningan. Liat aja biar lebih jelas.

koyo kaki bamboo gold - sebelum dan setelah pemakaian

koyo kaki bamboo gold – sebelum dan setelah pemakaian

Sebenarnya kemasan brosur antara yang ORI dengan yang KW pun ada sedikit perbedaan juga, cuma tidak saya review disini karena kemasan brosur bisa dicetak dimana saja, dan kemungkinan bisa dimanipulasi sendiri cukup besar. Tapi kalau sudah serbuk obatnya, bakalan sulit dipalsukan kalau kita sudah tahu ciri masing-masing. Jangan ragu untuk membuka dan melihat isi kemasan jika anda membeli produk koyo kaki seperti ini.

Itulah sedikit review tentang perbedaan koyo kaki Detoks / penyerap racun yang sedang populer skitar satu tahun belakangan ini. Karena produk ini cukup laris dipasaran akhirnya memicu persaingan yang cukup sengit, kalo ga punya iman dan etika bisnis yang baik, alhasil, konsumenlah yang dikorbankan dengan memproduksi barang sejenis bahkan 1 merk tapi dengan kualitas yang berbeda.

Semoga informasi diatas bisa berguna bagi pembaca, pengguna koyo kaki atau bahkan sesama penjual koyo kaki Foot Patch. Syukron Jazakallah

Informasi harga, silakan klik disini

BACA juga:

Perbedaan koyo kaki White, Gold dan Jungong

Alasan Kenapa Menjadi Seorang Penulis ?

Sejenak harus merenung tentang diri sendiri, mereview ingatan masa lalu. Seberkas ingatan tentang teman-temanku tiba-tiba berkelebat. Menggelitik obsesi lama yang sempat redup. Redup,,,, bukan padam.

Beberapa menit yang lalu saat browsing di internet secara tidak sengaja kutemukan blog temanku saat masih kuliah dulu. Teman beda jurusan tapi satu fakultas. Aku tidak begitu mengenalnya, tapi satu yang kuingat kalau tidak salah dia pernah bertanya tentang “bagaimana membuat blog yang bagus itu?”. Tapi sekarang, kalian tahu apa yang terjadi?, blognya cukup ramai pengunjung, bahkan daripada punyaku mungkin. Blognya selalu di update.

Satu yang membuatku simpati adalah ternyata dia seorang penulis juga. Entah penulis besar atau kecil yang penting dia bisa menulis, menulis tulisan yang bermanfaat tentunya. Apalagi bukan karena tujuan komersil (uang dan ketenaran), ditambah lagi kalau berbobot, bermanfaat dan menginspirasi….. WAH,,, jadi bangga sekaligus iri aku.

Aku sangat menghargai penulis yang seperti itu. Aku juga bisa menulis (gaya bebas tapi), tapi entah kenapa semangat itu jadi redup, alhamdulillah tidak padam. Karena aktifitas menulisku sebagian kualihkan dari digital based menjadi konvensional based. Dari yang semula nulis di komputer kemudian di posting di blog/FB menjadi via kertas dan pulpen (lha kok malah jadi downgrade ? à biarinn,,, !, ada alasan tertentu kawan).

Aku ingin tetap menulis walau apapun yang terjadi ! Kenapa?

1. Dengan tulisan, bisa menjadi salah satu amal jariyah kita?

Amal Jariyah?, ya bisa saja, asal tulisan itu berupa ilmu, bermanfaat (dilihat dari sudut pandang syar’i tentu saja) kemudian di publikasikan dan dibaca orang secara kontinyu / terus menerus, bukankah itu adalah salah satu dari 3 amal jariyah yang diterangkan dalam hadist ? yaitu “ilmu yang bermanfaat” yang pahalanya tiada putus-putus.

2. Bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.

Kalau ada seseorang yang tergugah / termotivasi / tersadar karena tulisan kita, tentu kita juga ikut senang. Alhamdulillah Allah ‘Azza Wajalla telah menjadikan kita sebagai perantara dalam pertolongan Allah kepada hambaNYA. Walaupun itu hanya satu orang.

3. Sebagai rekam jejak sejarah kehidupan kita.

Kawan,,, belum tentu suatu saat nanti kita akan menjadi orang-orang yang bertitle “VVIP” (Very Very Important People), atau “The Number One Man” ataupun juga “The Most Influential People in The World” dalam episode sejarah dunia ini. Jadi tidak akan ada yang sudi menuliskan sejarah biografi hidup kita. Kalau bukan diri kita sendiri yang menulis, siapa lagi?

Apa yang terjadi setelah 1 atau 2 dasawarsa setelah kita meninggal nanti? Kita akan hilang ditelan sejarah !. Bahkan anak, cucu atau cicit kita nanti belum tentu tahu siapa kita?

Bukankah kisah perjuangan Kartini menjadi diketahui dan terkenal sbg Pejuang hak-hak wanita karena jejak sejarah beliau berupa tulisan surat-menyuratnya. Bukan dengan kampanye ataupun piagam penghargaan.

Dengan foto ? mungkin akan tahu seperti apa wajah / fisik kita,

Dengan kumpulan berbagai piala ataupun piagam penghargaan? Mungkin mereka akan tahu betapa berprestasinya kita,

Tapi dengan tulisan, kita bisa menggambarkan bagaimana diri kita, pola pikir kita, karakter kita, kepribadian kita, hobi kita juga perjuangan kita dalam meraih setiap prestasi dalam hidup kita. Orang akan belajar sesuatu yang bermanfaat dari pengalaman kita. Insya Allahu Ta’ala.

Tak perlu menjadi seperti William Shakespeare atau J.K Rowling ataupun Habiburahman El Sirazy yang karya-karyanya bisa dibaca jutaan orang. Mulailah dari awal, cukuplah dan tetaplah menulis sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain dengan gayamu sendiri. Insya Allah akan ada yang bisa membaca dan mengambil manfaat darimu.

Nunn… Wal Qolami wamaayasturuun (Nunn… Demi Pena, dan apa yang mereka tulis) Q.S Al Qalam 1

 Di tulis ulang oleh Saibani Kurniajati

tanggal 30 Oktober 2012, 22.50 WIB

from my “blue book” ^^

 

PRODUK BARU dari JUNGONG: Health Care Path, Koyo Tempel Pakai Cairan

health-care-path produk baru dari JunGong

Health Care Path dari JUNGONG

Health Care Path, Koyo tempel pakai cairan.
Isi Health Care Path :

1. Hanya 1 koyo ( koyo + plester)

2. Cairan +- 2 ml (namanya blum tahu, Maklum, tulisan kanji semua, ane ga bisa bhs mandarin)

Cara Pakai :
Sama seperti koyo kaki Happy Life biasa, tapi koyonya dibasahi dulu pakai cairan yg sudah disediakan sebelum ditempelkan ke bagian tubuh yang di inginkan.

Manfaat :
Lebih dikhususkan untuk Pegal-pegal, Nyeri sendi di pinggul, siku, pundak maupun lutut.

HARGA SATUAN : Rp 13.000,-

RESELLER : CALL ME (CALL or SMS)

STOK TERBATAS,,,

Health Care Path

Health Care Path

Health Care Path, Koyo Baru dari JUNGONG

Health Care Path

Health Care Path Produk JUNGONG

Health Care Path Produk Baru JUNGONG

 

 

Perbedaan Koyo Kaki Bamboo GOLD, Happy Life Daun JunGong dan Happy Life White

Koyo Kaki Happy Life Daun JunGong, Bamboo GOLD Premium dan Happy Life White

Koyo Kaki Happy Life Daun JunGong, Bamboo GOLD Premium dan Happy Life White

UPDATE barang gan,,,,
Masih sama kayak jualan ane yg kemarin, Tapi nambah jenisnya aja, kalo dulu cuma ada KOYO Happy Life Foot Patch White, yang warnanya putih, yang agan-agan tahu mungkin dengan nama “tulisan china” (china apa korea? bingung juga tuh)

sekarang Update barang yang Bamboo GOLD Foot Patch (Premium Detox Foot Patch) juga ada Happy Life yang koyonya bergambar Daun Jun Gong (ada logo 9 daun dengan tulisan kanji dan latin “JUN GONG”).

Mungkin, agan bakalan tanya “APA BEDANYA MAS?” kayak sebagian pelanggan yang order ma ane selama ini.
Berdasarkan fakta dilapangan, maksudnya pengalaman sbagian pelanggan ane yg ngobrol 4 mata pas COD maupun via sms-an juga ma distributor/importir tempat ane ngambil barang. Ternyata memang yg paling diminati adalah yg Daun JunGong lalu yg White (“tulisan china”) kemudian yg Gold.
Terus komposisi-nya juga beda, yang GOLD lebih banyak macamnya, diantaranya yaitu: Bamboo Vinegar, Wood Vinegar, Tourmaline, Chitosan, Minus Ion Powder, Dextrin, Detox Herb Extract. Kalo yg white di brosurnya tertulis: Bamboo Vinegar dan Tourmaline aja.
Dilihat dari sisi harga juga beda, yang paling murah adalah yang White kemudian yang JunGong, baru yg paling mahal yang Gold. Maaf, ane taunya cuma 3 jenis produk koyo ini, yang lain kurang populer n ane ga ambil barangnya jadi kurang tahu juga (diantaranya kinoki, silver dan green). Pokoknya yg populer n banyak dicari ya 3 itu (White, Gold dan JunGong).

Terus yang namanya produk bagus n laku keras dipasaran, biasanya banyak yg niru atau kasarnya memalsukan produk. Isu yang berkembang ada juga yang sama produk dan merknya, tapi ternyata palsu. Tapi tenang,,, bisa dianalisis dengan beberapa cara:

* Pertama,,,Info yang ane dapat, yang palsu itu paling bisa dikenali lewat warna serbuk obat koyonya, yang palsu katanya berwarna putih, kalo yang asli agak gelap. Perlu kamu ketahui, indikasi ini mungkin ada benarnya, tapi perlu disamakan dulu parameternya (misal, sama2 Happy Life White). Asal agan semua tahu, antara yang White, Gold dan daun JunGong mempunyai komposisi dan warna yang berbeda-beda. Lihat gambar dibawah.

Isi Kemasan Koyo Kaki GOLD, Daun JunGong dan Happy Life White

Isi Kemasan Koyo Kaki GOLD, Daun JunGong dan Happy Life White

* kedua,,, koyo yang palsu obatnya tidak ada baunya / aroma obatnya kurang terasa, kalau yang ASLI, bau / aroma obat-nya memang sangat pekat. Nahhh kalo ini ane bener2 ngrasain sendiri, baru dibuka plastik koyo-nya aja aroma khas langsung tercium dihidung.

Isi serbuk obat Koyo Kaki bamboo GOLD

Isi serbuk obat Koyo Kaki bamboo GOLD

Isi serbuk obat Koyo Kaki daun JUNGONG

Isi serbuk obat Koyo Kaki daun JUNGONG

Isi serbuk obat Koyo Kaki Happy Life White

Isi serbuk obat Koyo Kaki Happy Life White

Terus ciri lain yg palsu yang ane dapatkan antara lain, cover/brosurnya berwarna lebih cerah, harga dipasaran bisa lebih murah dll. Berhubung ane blum pernah megang barang yg “palsu” itu, jadi ane blum bisa membandingkan. Mungkin agan yg pernah dapat barang aspal bisa sharing disini.

“Terus apa manfaat/khasiatnya beda-beda, antara ketiga jenis Koyo Kaki ini?” Nahhh kalo ini jangan tanya ke ane, ane bukan pakarnya, ane bukan orang farmasi/kedokteran/ apapun yg berhubungan dengan obat dan makanan. Berdasar pengalaman sih, memang bisa beda2 hasilnya tiap orang, ada yang cocok dengan yang JunGong, ada juga yang dah OK pake yang White. Mungkin lebih ke jenis penyakit/kondisi tiap orang kali ya?
Yang jelas, konsepnya sama, Yaitu sama-sama mengeluarkan Toksin/racun dari dalam tubuh melalui sarana bahan-bahan alam yg terbukti berkhasiat untuk detoksifikasi seperti Tourmaline, bamboo vinegar, chitosan dll

Untuk Informasi lebih lanjut ,,,, SILAKAN KLIK DISINI

Informasi Harga Lihat Disini

Koyo Kaki Happy Life Foot Patch

Pernah denger koyo kaki happy life?

Beberapa minggu yang lalu barang ini jadi begitu populer, banyak yang cerita n nyobain ni produk, tapi saya belum ngeh juga. Katanya ada koyo kaki yang bisa nyedot racun,,, ya mirip-mirip bekam gitulah, tapi lewat koyo.

Akhirnya saat bulan ramadhan kmaren bisa juga nyoba koyo kaki dengan brand “happy life” itu. Titipan kakak buat oleh-oleh bapak dirumah, selain berbagai macam herbal lainnya yang ane beli sendiri.

Waktu itu kebetulan lagi ga enak badan, masuk angin n kecapekan. Iseng-iseng nyobain ane tempel di telapak kaki kiri n kanan, sebelum tidur. Esok paginya pas mau sahur ane buka tu koyo, dan hasilnya bener juga, koyo yang tadinya putih bersih berubah jadi hitam pekat agak berminyak. Besoknya ane nyobain lagi, kali ini ane tempel di punggung, di bahu sekitar tulang belikat tepatnya karena disitu sedang pegal-pegalnya, sakit kalo dipijit. Hasilnya sama, sepasang koyo itu langsung berubah hitam legam. Dan alhamdulillah pelan tapi pasti sakitnya berkurang dan akhirnya sembuh.

Sama ma bapak ane, bliau juga nyobain tu koyo di tempel disekitar bahu, karena juga merasa pegal-pegal, tapi setelah beberapa jam ternyata koyo yg ditempel gak berubah jadi hitam. Dan setelah posisi tempel koyonya di pindah di daerah leher sekitar tengkuk hasilnya koyo itu berubah jadi hitam, lumayan ada bedanya, kata beliau. Ini mungkin memang ada titik-titik tertentu yang harus diperhatikan, seperti titik2 akupuntur, pijat refleksi kaki, juga titik2 tertentu pada bekam.

Nah,,, kebetulan ane kenal ma distributor tu koyo kaki happy life, ane bisa dapet harga yang lebih murah daripada harga toko pada umumnya. Di toko harganya berkisar antara Rp 10.000 bahkan sampai Rp 25.000,-per pcs-nya (1 pcs = 2 koyo unt kaki kiri n kanan).

1 s/d 50 pcs                —> Rp 8.000,-

51 s/d 100 pcs              —> Rp 7.500,-

101 s/d 200 pcs               —> Rp 7.000,-

201 s/d 499 pcs         —> Rp 6.500,-

Lebih dari 500 pcs     —> Rp 6.200,-

Lebih dari 1000 pcs     —> Nego aja

Hubungi saya :

Saibani Kurniajati

085 725 125 861 (IM3)

085 312 497 461 (AS)

Saibani Kurniajati

Beberapa keterangan tentang Happy Life Foot Patch 

Manfaat Happy Life Foot pact

  • Menyerap dan mengeluarkan toksin dari dalam tubuh
  • Mengurangi nyeri sendi, lutut, sakit pada tumit dan telapak kaki
  • Menguatkan fungsi alat-alat vital dan ginjal di dalam tubuh
  • Menguatkan sistem imunitas tubuh
  • Mengurangi rasa lelah dan mengatasi masalah insomnia
  • Menghilangkan bau kaki

Meningkatkan Metabolisme, sistem imun, melancarkan peredaran darah, menyegarkan badan dan memberikan anda tidur yang nyenyak

Mengurangi alergi, tekanan darah tinggi, sakit sendi, berat badan yang berlebihan dan bau kaki

Bahan utama koyo kaki Happy Life

Bamboo vinegar        : membantu menyerap toksin dan ion negatif dengan cara detoxsifikasi toksin melalui pori-pori

Tourmaline                  : gelombang energi untuk memperlancar sirkulasi darah dan metabolisme tubuh serta memperbaiki jaringan limpa (getah bening)

BACA juga:

Perbedaan koyo kaki White, Gold dan Jungong

Koyo Kaki ORI vs KW

Cara Syaikh Abdurrozaq (hafidhohullah) Menyikapi Perselisihan

Senin 25 Muharram 1431 H atau 11 Januari 2010 yang lalu syaikh Abdurrozaq berziarah ke Indonesia yang selanjutnya akan mengisi dauroh di Masjid Istiqlal Jakarta tanggal 17-nya. Dalam perjalanan itu syaikh ditemani oleh Ustadz Firanda yang merupakan Mahasiswa S2 yang melakukan bimbingan kepada Syaikh Abdurrozaq untuk menyelesaikan Tesis S2-nya, Ustadz Firanda jugalah yang biasa menjadi penerjemah ketika Syaikh Abdurrozaq mengisi kajian rutin di radio rodja tiap minggunya.

Sesaat sebelum berangkat ke Indonesia, ketika diruang tunggu Bandara, Ustadz Firanda menanyakan sesuatu kepada beliau “Perlukah saya ceritakan mengenai dakwah di Indonesia, agar syaikh punya gambaran tentang kondisi dakwah dan perpecahan yang ada disana?”

“Aku rasa tidak perlu” jawab beliau “Karena aku ke Indonesia bukan untuk memihak salah satu dari golongan yang ada. Aku ke Indonesia untuk silaturahmi dan mengunjungi radio rodja. Apakah engkau suka ya Firanda, ada seorang syaikh yang datang ke saudara-saudaramu yang berselisih denganmu lantas mereka menceritakan keburukan-keburukanmu kepada syaikh tersebut? Tentunya engkau tidak suka. Demikian juga, sebaiknya engkau tidak perlu menceritakan kondisi saudara-saudaramu yang berselisih denganmu. Toh mereka tidak berselisih denganmu pada permasalahan aqidah. Engkau dan mereka saling bersaudara diatas aqidah yang satu”

Ustadz Firanda-pun terdiam, beliau sebenarnya sudah menduga jawaban syaikh akan seperti itu, tapi itu ia lakukan karena dorongan dari teman-teman senior agar syaikh juga mengerti akan hal ini, sehingga bisa mengusahakan adanya persatuan.

Beberapa saat kemudian Ustadz Firanda bertanya lagi “Ya Syaikh, sebagian orang ada yang menyatakan bahwa aku adalah kadzab (pendusta). Apakah aku berhak membela diri dan membantah tuduhan tersebut?”

“Wahai Firanda, jangan kau bantah dia, bagaimanapun dia adalah saudaramu seaqidah” jawab beliau. “Bahkan jika ada orang yang bertanya kepadamu tentang dia, maka tunjukkan bahwa engkau tidak suka untuk membantahnya, dan tidak suka membicarakan tentangnya”. Beliau terdiam sejenak lalu melanjutkan nasihatnya “Engkau bersabar dan jika engkau bersabar percayalah suatu saat dia akan menjadi sahabatmu”

Begitulah yang disampaikan syaikh Abdurrozaq, tidak hanya saat itu saja, tapi pernah juga suatu ketika beliau ditanyakan hal sedemikian juga. Ketika itu ada mahasiswa dari suatu Negara yang meminta nasehat kepada beliau tentang kedustaan yang dituduhkan kepadanya. Mahasiswa tersebut mengatakan bahwa dirinya telah dituduh sebagai pendusta, dajjaal, khobiits oleh seseorang, bahkan orang tersebut juga merendahkan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad (ayahanda Syaikh Abdurrozaq), serta menyatakan Syaikh Ibnu Jibrin adalah imam kesesatan dll. Parahnya lagi orang tersebut juga menyebarkan tuduhan tersebut kepada kalangan para da’i di Negara mahasiswa penanya tersebut.

Lalu apa yang dikatakan Syaikh ? “Sekali-kali jangan kau bantah dia, selamanya jangan kau bantah dia !! Apakah engkau ingin engkau yang membela dirimu sendiri? Ataukah engkau ingin Allah yang akan membelamu??” Lalu Syaikh menunjukkan dua buah hadist yang terdapat pada kitab Al Adab Al Mufrod karya Al Imam Al Bukhori

Hadist I

Dari ‘Iyyadl bin Himaar bahwasanya ia bertanya kepada nabi seraya berkata, “wahai Rasululloh, bagaimana pendapatmu bila ada seseorang mencelaku padahal nasabnya lebih rendah dari nasabku?” maka nabi berkata “Dua orang yang saling mencela adalah dua syaithon yang saling mengucapkan perkataan yang batil dan buruk dan saling berdusta”(HR Ahmad 29/37 no 17489 dan Imam AL Bukhori dalam Adabul Mufrod no 427 dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Hadist II

“dari Ibnu ‘Abbas berkata”ada dua orang yang saling mencaci disisi nabi, maka salah seorang diantara keduanya mencela yang lainnya, sementara yang kedua diam (tidak membalas cacian tersebut) dan nabi sedang duduk. Kemudian (akhirnya) yang keduapun membantah celaan tersebut maka nabipun berdiri beranjak pergi. Maka dikatakan kepada nabi ”mengapa Engkau beranjak pergi?” nabipun berkata, “para malaikat beranjak pergi maka akupun bangkit untuk beranjak pergi bersama mereka. Sesungguhnya orang yang kedua ini tatkala diam dan tidak membantah celaan orang yang pertama maka malaikat membantah celaan orang yang pertama yang mencacinya, dan tatkala orang yang kedua membantah maka para malaikatpun beranjak pergi” (HR Al Bukhori dalam Adabul Mufrod no 419 dan dinyatakan lemah oleh syaikh Al Albani)

Syaikh berkata “Jika engkau bersabar niscaya Alloh yang akan membelamu, Alloh berfirman “Sesungguhnya Alloh membela orang-orang yang beriman” (QS Al Hajj: 38). Jika engkau bersabar maka Alloh pasti akan mengutus tentaranya untuk membelamu. Perkaranya terserah engkau, apakah engkau akan membela dirimu sendiri, ataukah engkau menyerahkan urusanmu kepada Alloh Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu”

Syaikh melanjutkan perkataannya “Sibukkan dirimu dengan berdakwah, dan jika ada yang bertanya kepadamu tentang permasalahan ini maka janganlah kau terpancing, tapi usahakan untuk mengingatkan si penanya agar sibuk dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat”

Begitulah kurang lebih penjelasan beliau dalam menyikapi permasalahan seperti itu. Ustadz Firanda yang sudah cukup lama mengenal beliau juga pernah menemui sikap syaikh tatkala gencarnya musim Tahdzir – mentahdzir di kota Madinah tahun 2002 yang lalu. Sempat beredar tuduhan bahwa syaikh adalah mubtadi’. Tuduhan tersebut dilontarkan oleh sebagian syaikh yang lain yang juga beraqidah yang lurus. Bahkan diantara tuduhan yang sangat buruk terhadap syaikh bahwa syaikh terpengaruh paham sufiah, dan syaikh sudah mempengaruhi ayah beliau, Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad.

AllohuAkbar,,, ini tentulah tuduhan yang amat buruk, mungkinkah Syaikh Abdurrozaq, seorang professor dibidang aqidah, terpengaruh sufi? Bahkan memasukkan paham tersebut ke ulama besar sekaliber Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad? Apakah karena perhatian beliau terhadap akhlaq dan sikap beliau yang tidak suka membicarakan kejelekan dan kesalahan orang lain lantas beliau dikatakan sufi?

Namun subhanalloh, syaikh sama sekali tidak menggubris tuduhan-tuduhan tersebut. Seakan-akan beliau tidak tahu sama sekali, seakan-akan tuduhan tersebut tidak ada sama sekali.

Namun sungguh benar, orang yang paling bahagia adalah orang yang paling ikhlas, yang hanya mencari penilaian dan komentar dari Alloh dan tidak mempedulikan komentar manusia, jika Alloh telah mengetahui bahwasanya ia berada diatas kebenaran. Allahul Musta’an wa ilaihi tuklaan.

===============================================================

Tulisan diatas dikutip dengan sedikit penyesuaian dari buku yang berjudul “Sepenggal Catatan Perjalanan dari Madinah Hingga ke Radio Rodja”.

Akhlaq Seorang Ulama

“Akhlaq yang baik” mampu melunakkan benda yang keras yang tidak mampu dilunakkan dengan bantuan benda apapun di dunia ini. Didalam “akhlaq yang baik” mengandung kebijaksanaan, cara berpikir, prinsip hidup, dan sikap sosial terhadap sesama. Bisa juga mengindikasikan kepahaman seseorang terhadap agamanya. Itulah yang membuat “akhlaq yang baik” mampu melunakkan “hati” seseorang yang sangat keras sekalipun, mampu memikat siapapun yang mampu menerapkan “Akhlaq yang baik” itu. Lalu siapa yang mempunyai akhlaq yang paling baik, untuk kita contoh? jawabnya tentu saja Nabi Muhammad Sholallohu’alaihi wassalam. “Dan engkau sungguh berada diatas akhlaq yang agung” (QS. Al Qolam 4)

Alhamdulillah kemarin2 bisa juga beli buku yang isinya sangat bagus, buku yang mengisahkan sebuah kisah nyata. Pelajaran akhlaq dari seorang ulama yang masih hidup sampai saat tulisan ini dibuat. Didalam buku tersebut tidak hanya dikisahkan tentang teori dan dalil-dalil tentang bagaimana akhlaq seorang muslim saja, namun juga contoh dan praktiknya dilapangan.

Mungkin diantara kita sudah sering mendengar atau membaca tentang bagaimana akhlaq para sahabat atau tabi’in atau tabiut tabi’in atau ulama-ulama salaf dalam menerapkan akhlaq islami. Namun kadang pula dihati kita terbesit ucapan “ah,,, merekakan manusia zaman dulu, zaman ketika Rasululloh masih hidup !” dan lain semisal ucapan seperti itu. Tapi kalau yang melakukan hal-hal tersebut masih hidup sampai saat ini, tentu akan lain ceritanya.

Banyak ulama yang memiliki akhlaq seperti akhlaq para sahabat dan akhlaq generasi salaf, yang tentunya juga tidak jauh dari akhlaq yang dicontohkan oleh Rasululloh Sholallohu’alaihi wassalam (Prinsip : Sahabat adalah orang-orang yang paling bersemangat dalam menjalankan kebaikan, termasuk didalamnya dengan mencontoh akhlaq Rasululloh). Tapi sampai saat ini saya baru menemukan beberapa kisah saja yang berhubungan dengan akhlaq ulama yang masih hidup, yang mecontohkan akhlaq yang benar-benar islami. Dalam buku ini hanya satu ulama saja.

apa saja pelajaran akhlaq yang bisa diambil hikmahnya dari buku tersebut …? Insya Alloh akan dituliskan dalam beberapa kesempatan.