Ada Apa Dengan Demokrasi ???

Review sejarah,,,
* dulu Israel dan negara2 barat gembar gembor menyuarakan demokrasi untuk Palestine saat negara itu terpecah jadi 2 faksi: hamas n fatah, akhirnya diselenggarakanlah pemilu sesuai tatacara “demokrasi” yang mereka elu-elukan, kebebasan berpendapat, suara rakyat de el el. Hasilnya ternyata Hamas yg menang, TAPI apa yg terjadi ?? Israel dan negara2 barat menolak hasil tersebut, tidak mengakui Hamas sebagai pemenang pemilu yg sah, bahkan men-cap organisasi itu sbg organisasi terroris, kalau mau kembali ke sistem “demokrasi” yg mereka dewa2kan harusnya Hamas juga termasuk bagian dr “demokrasi” krn merupakan bentuk “aspirasi rakyat” dan rakyatpun percaya pd organisasi itu.

*Libya,,, presiden negara ini dikudeta sendiri oleh rakyatnya stlh bbrp puluh tahun berkuasa. Di posisi ini, presiden didukung militer yg masih cukup kuat. Tapi akhirnya tumbang juga ditangan rakyat, Tapiiiii,,,, tentu saja setelah AS n sekutunya ikut nimbrung membantu melumpuhkan militer Khadafi melalui tangan NATO dengan dalih “MENEGAKKAN DEMOKRASI DAN MELINDUNGI RAKYAT YG DIBANTAI PEMERINTAHNYA”

* Loncat sebentar ke tetangga komplek, Suriah.
sampai saat ini rakyat Suriah sendiri masih berjuang menghadapi kekejaman dan kedzaliman pemerintahnya yg di pegang seorang presiden yang bengis dan kejam yg beraliran syiah nusyairiyah yg merupakan kelompok minoritas namun memegang militer dan kekuasaan di negara tsbt. Berbulan2 sudah pembantaian dilakukan oleh militer Suriah, NAMUN APA YG TERJADI ???? negara2 barat yg mendewa2kan demokrasi diam seribu bahasa untuk membantu rakyat Suriah melawan pembantaian yg dilakukan pemerintahnya sendiri ! Sangat sangat berbeda 180 derajat dengan apa yg mereka lakukan di Libya.

* Yang terbaru dan masih hangat adalah di kudetanya presiden mesir terpilih Muhammad Mursi melalui pemilu yg sah yg berhaluan islamis oleh kelompok militer yg sekuler liberalis. Kita lihat apa yang dilakukan mereka2 yg men-agung-agungkan demokrasi ??

# Demokrasi itu harus sesuai pesanan n kepentingan “kalangan tertentu” yang cenderung anti islam
# Demokrasi itu tidak harus berdasar suara terbanyak, minoritas-pun ga masalah yang penting sesuai ama yg “minta”
# Semoga Allah Sang Penguasa Jagat Raya segera memberikan yang terbaik untuk umat Islam di akhir zaman ini, yg diobok2 dan terombang-ambing layaknya buih di lautan
# Semoga Allah Azza Wajalla menjaga dan melindungi Bpk Muhammad Mursi, walau bagaimanapun juga, beliau adalah saudara kita sesama muslim, dan merupakan presiden mesir paling mending drpd presiden mesir sebelum sebelumnya. (versi penulis)
Masihkah berharap pada demokrasi unt menegakkan dienul islam yg haq ??

Saatnya kita introspeksi diri, kembali pada perintah Allah dan RasulNya

Iklan

Cara Syaikh Abdurrozaq (hafidhohullah) Menyikapi Perselisihan

Senin 25 Muharram 1431 H atau 11 Januari 2010 yang lalu syaikh Abdurrozaq berziarah ke Indonesia yang selanjutnya akan mengisi dauroh di Masjid Istiqlal Jakarta tanggal 17-nya. Dalam perjalanan itu syaikh ditemani oleh Ustadz Firanda yang merupakan Mahasiswa S2 yang melakukan bimbingan kepada Syaikh Abdurrozaq untuk menyelesaikan Tesis S2-nya, Ustadz Firanda jugalah yang biasa menjadi penerjemah ketika Syaikh Abdurrozaq mengisi kajian rutin di radio rodja tiap minggunya.

Sesaat sebelum berangkat ke Indonesia, ketika diruang tunggu Bandara, Ustadz Firanda menanyakan sesuatu kepada beliau “Perlukah saya ceritakan mengenai dakwah di Indonesia, agar syaikh punya gambaran tentang kondisi dakwah dan perpecahan yang ada disana?”

“Aku rasa tidak perlu” jawab beliau “Karena aku ke Indonesia bukan untuk memihak salah satu dari golongan yang ada. Aku ke Indonesia untuk silaturahmi dan mengunjungi radio rodja. Apakah engkau suka ya Firanda, ada seorang syaikh yang datang ke saudara-saudaramu yang berselisih denganmu lantas mereka menceritakan keburukan-keburukanmu kepada syaikh tersebut? Tentunya engkau tidak suka. Demikian juga, sebaiknya engkau tidak perlu menceritakan kondisi saudara-saudaramu yang berselisih denganmu. Toh mereka tidak berselisih denganmu pada permasalahan aqidah. Engkau dan mereka saling bersaudara diatas aqidah yang satu”

Ustadz Firanda-pun terdiam, beliau sebenarnya sudah menduga jawaban syaikh akan seperti itu, tapi itu ia lakukan karena dorongan dari teman-teman senior agar syaikh juga mengerti akan hal ini, sehingga bisa mengusahakan adanya persatuan.

Beberapa saat kemudian Ustadz Firanda bertanya lagi “Ya Syaikh, sebagian orang ada yang menyatakan bahwa aku adalah kadzab (pendusta). Apakah aku berhak membela diri dan membantah tuduhan tersebut?”

“Wahai Firanda, jangan kau bantah dia, bagaimanapun dia adalah saudaramu seaqidah” jawab beliau. “Bahkan jika ada orang yang bertanya kepadamu tentang dia, maka tunjukkan bahwa engkau tidak suka untuk membantahnya, dan tidak suka membicarakan tentangnya”. Beliau terdiam sejenak lalu melanjutkan nasihatnya “Engkau bersabar dan jika engkau bersabar percayalah suatu saat dia akan menjadi sahabatmu”

Begitulah yang disampaikan syaikh Abdurrozaq, tidak hanya saat itu saja, tapi pernah juga suatu ketika beliau ditanyakan hal sedemikian juga. Ketika itu ada mahasiswa dari suatu Negara yang meminta nasehat kepada beliau tentang kedustaan yang dituduhkan kepadanya. Mahasiswa tersebut mengatakan bahwa dirinya telah dituduh sebagai pendusta, dajjaal, khobiits oleh seseorang, bahkan orang tersebut juga merendahkan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad (ayahanda Syaikh Abdurrozaq), serta menyatakan Syaikh Ibnu Jibrin adalah imam kesesatan dll. Parahnya lagi orang tersebut juga menyebarkan tuduhan tersebut kepada kalangan para da’i di Negara mahasiswa penanya tersebut.

Lalu apa yang dikatakan Syaikh ? “Sekali-kali jangan kau bantah dia, selamanya jangan kau bantah dia !! Apakah engkau ingin engkau yang membela dirimu sendiri? Ataukah engkau ingin Allah yang akan membelamu??” Lalu Syaikh menunjukkan dua buah hadist yang terdapat pada kitab Al Adab Al Mufrod karya Al Imam Al Bukhori

Hadist I

Dari ‘Iyyadl bin Himaar bahwasanya ia bertanya kepada nabi seraya berkata, “wahai Rasululloh, bagaimana pendapatmu bila ada seseorang mencelaku padahal nasabnya lebih rendah dari nasabku?” maka nabi berkata “Dua orang yang saling mencela adalah dua syaithon yang saling mengucapkan perkataan yang batil dan buruk dan saling berdusta”(HR Ahmad 29/37 no 17489 dan Imam AL Bukhori dalam Adabul Mufrod no 427 dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Hadist II

“dari Ibnu ‘Abbas berkata”ada dua orang yang saling mencaci disisi nabi, maka salah seorang diantara keduanya mencela yang lainnya, sementara yang kedua diam (tidak membalas cacian tersebut) dan nabi sedang duduk. Kemudian (akhirnya) yang keduapun membantah celaan tersebut maka nabipun berdiri beranjak pergi. Maka dikatakan kepada nabi ”mengapa Engkau beranjak pergi?” nabipun berkata, “para malaikat beranjak pergi maka akupun bangkit untuk beranjak pergi bersama mereka. Sesungguhnya orang yang kedua ini tatkala diam dan tidak membantah celaan orang yang pertama maka malaikat membantah celaan orang yang pertama yang mencacinya, dan tatkala orang yang kedua membantah maka para malaikatpun beranjak pergi” (HR Al Bukhori dalam Adabul Mufrod no 419 dan dinyatakan lemah oleh syaikh Al Albani)

Syaikh berkata “Jika engkau bersabar niscaya Alloh yang akan membelamu, Alloh berfirman “Sesungguhnya Alloh membela orang-orang yang beriman” (QS Al Hajj: 38). Jika engkau bersabar maka Alloh pasti akan mengutus tentaranya untuk membelamu. Perkaranya terserah engkau, apakah engkau akan membela dirimu sendiri, ataukah engkau menyerahkan urusanmu kepada Alloh Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu”

Syaikh melanjutkan perkataannya “Sibukkan dirimu dengan berdakwah, dan jika ada yang bertanya kepadamu tentang permasalahan ini maka janganlah kau terpancing, tapi usahakan untuk mengingatkan si penanya agar sibuk dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat”

Begitulah kurang lebih penjelasan beliau dalam menyikapi permasalahan seperti itu. Ustadz Firanda yang sudah cukup lama mengenal beliau juga pernah menemui sikap syaikh tatkala gencarnya musim Tahdzir – mentahdzir di kota Madinah tahun 2002 yang lalu. Sempat beredar tuduhan bahwa syaikh adalah mubtadi’. Tuduhan tersebut dilontarkan oleh sebagian syaikh yang lain yang juga beraqidah yang lurus. Bahkan diantara tuduhan yang sangat buruk terhadap syaikh bahwa syaikh terpengaruh paham sufiah, dan syaikh sudah mempengaruhi ayah beliau, Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad.

AllohuAkbar,,, ini tentulah tuduhan yang amat buruk, mungkinkah Syaikh Abdurrozaq, seorang professor dibidang aqidah, terpengaruh sufi? Bahkan memasukkan paham tersebut ke ulama besar sekaliber Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad? Apakah karena perhatian beliau terhadap akhlaq dan sikap beliau yang tidak suka membicarakan kejelekan dan kesalahan orang lain lantas beliau dikatakan sufi?

Namun subhanalloh, syaikh sama sekali tidak menggubris tuduhan-tuduhan tersebut. Seakan-akan beliau tidak tahu sama sekali, seakan-akan tuduhan tersebut tidak ada sama sekali.

Namun sungguh benar, orang yang paling bahagia adalah orang yang paling ikhlas, yang hanya mencari penilaian dan komentar dari Alloh dan tidak mempedulikan komentar manusia, jika Alloh telah mengetahui bahwasanya ia berada diatas kebenaran. Allahul Musta’an wa ilaihi tuklaan.

===============================================================

Tulisan diatas dikutip dengan sedikit penyesuaian dari buku yang berjudul “Sepenggal Catatan Perjalanan dari Madinah Hingga ke Radio Rodja”.

Akhlaq Seorang Ulama

“Akhlaq yang baik” mampu melunakkan benda yang keras yang tidak mampu dilunakkan dengan bantuan benda apapun di dunia ini. Didalam “akhlaq yang baik” mengandung kebijaksanaan, cara berpikir, prinsip hidup, dan sikap sosial terhadap sesama. Bisa juga mengindikasikan kepahaman seseorang terhadap agamanya. Itulah yang membuat “akhlaq yang baik” mampu melunakkan “hati” seseorang yang sangat keras sekalipun, mampu memikat siapapun yang mampu menerapkan “Akhlaq yang baik” itu. Lalu siapa yang mempunyai akhlaq yang paling baik, untuk kita contoh? jawabnya tentu saja Nabi Muhammad Sholallohu’alaihi wassalam. “Dan engkau sungguh berada diatas akhlaq yang agung” (QS. Al Qolam 4)

Alhamdulillah kemarin2 bisa juga beli buku yang isinya sangat bagus, buku yang mengisahkan sebuah kisah nyata. Pelajaran akhlaq dari seorang ulama yang masih hidup sampai saat tulisan ini dibuat. Didalam buku tersebut tidak hanya dikisahkan tentang teori dan dalil-dalil tentang bagaimana akhlaq seorang muslim saja, namun juga contoh dan praktiknya dilapangan.

Mungkin diantara kita sudah sering mendengar atau membaca tentang bagaimana akhlaq para sahabat atau tabi’in atau tabiut tabi’in atau ulama-ulama salaf dalam menerapkan akhlaq islami. Namun kadang pula dihati kita terbesit ucapan “ah,,, merekakan manusia zaman dulu, zaman ketika Rasululloh masih hidup !” dan lain semisal ucapan seperti itu. Tapi kalau yang melakukan hal-hal tersebut masih hidup sampai saat ini, tentu akan lain ceritanya.

Banyak ulama yang memiliki akhlaq seperti akhlaq para sahabat dan akhlaq generasi salaf, yang tentunya juga tidak jauh dari akhlaq yang dicontohkan oleh Rasululloh Sholallohu’alaihi wassalam (Prinsip : Sahabat adalah orang-orang yang paling bersemangat dalam menjalankan kebaikan, termasuk didalamnya dengan mencontoh akhlaq Rasululloh). Tapi sampai saat ini saya baru menemukan beberapa kisah saja yang berhubungan dengan akhlaq ulama yang masih hidup, yang mecontohkan akhlaq yang benar-benar islami. Dalam buku ini hanya satu ulama saja.

apa saja pelajaran akhlaq yang bisa diambil hikmahnya dari buku tersebut …? Insya Alloh akan dituliskan dalam beberapa kesempatan.

Syaikh Bin Baz rahimahullah dan Seorang Pencuri

nemu kisah yang sangat menyentuh tentang akhlaq mulia seorang muslim,,,, seorang Ulama Islam abad ini. Langsung aja baca kisah dibawah ini, jangan lupa do’akan beliau yaaa

Salah seorang murid Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menceritakan kisah ini kepadaku (penulis kisah ini-pen). Dia berkata : Pada salah satu kajian Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah di Masjidil Haram, salah seorang murid beliau bertanya tentang sebuah masalah yang didalamnya ada syubhat, serta pendapat dari Syaikh Bin Baz rahimahullah tentang masalah tersebut. maka Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjawab pertanyaan penanya serta memuji Syaikh Bin Baz rahimahullah. Ditengah-tengah mendengar kajian, tiba-tiba ada seorang laki-laki dengan jarak kira-kira 30 orang dari arah sampingku kedua matanya mengalirkan air mata dengan deras, dan suara tangisannya pun keras hingga para murid pun mengetahuinya.

Di saat Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah selesai dari kajian, dan majelis sudah sepi aku melihat kepada pemuda yang tadi menangis. Ternyata dia dalam keadaan sedih, dan bersamanya sebuah mushhaf. Aku pun lebih mendekat hingga kemudian aku bertanya kepadanya setelah kuucapkan salam: “Bagaiman kabarmu wahai akhi (saudaraku), apa yang membuatmu menangis ?”

Maka ia menjawab dengan bahasa yang mengharukan, “Jazakallahu khairan.” Akupun mengulangi sekali lagi, “Apa yang membuatmu menangis akhi…?”
Dia pun menjawab dengan tekanan suara yang haru, “Tidak apa-apa, sungguh aku telah ingat Syaikh Bin Baz rahimahullah, maka aku pun menangis.”
Kini menjadi jelas bagiku dari penuturannya bahwa dia dari Pakistan, sedang dia mengenakan pakaian orang Saudi.

Dia meneruskan keterangannya: “Dulu aku mempunyai sebuah kisah bersama Syaikh Bin Baz rahimahullah, yaitu sepuluh tahun yang lalu aku bekerja sebagai satpam pada salah satu pabrik batu bata di kota Thaif. Suatu ketika datang sebuah surat dari Pakistan kepadaku yang menyatakan bahwa ibuku dalam keadaan kritis, yang mengharuskan operasi untuk penanaman sebuah ginjal. Biaya operasi tersebut membutuhkan tujuh ribu Riyal Saudi (kurang lebih 17,5 juta Rupiah). Jika tidak segera dilaksanakan operasi dalam seminggu, bisa jadi dia akan meninggal. Sedangkan beliau sudah berusia lanjut.

Saat itu, aku tidak memiliki uang selain seribu Riyal, dan aku tidak mendapati orang yang mau memberi atau meminjami uang. Maka aku pun meminta kepada perusahaan untuk memberiku pinjaman. Mereka menolak. Aku menangis sepanjang hari. Dia adalah ibu yang telah merawatku, dan tidak tidur karena aku.

Pada situasi yang genting tersebut, aku memutuskan untuk mencuri pada salah satu rumah yang bersebelahan dengan perusahaan pada jam dua malam. Beberapa saat setelah aku melompati pagar rumah, aku tidak merasakan apa-apa kecuali para polisi tengah menangkap dan melemparkanku ke mobil mereka. Setelah itu dunia pun tersa menjadi gelap.

Tiba-tiba, sebelum shalat subuh para polisi mengembalikanku ke rumah yang telah kucuri. Mereka memasukkanku ke sebuah ruangan kemudian pergi. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang menghidangkan makanan seraya berkata, “Makanlah, dengan membaca bismillah !” Aku pun tidak mempercayai yang tengah kualami.

Saat adzan shalat subuh, mereka berkata kepadaku, “Wudhu’lah untuk shalat!” Saat itu rasa takut masih menyelimutiku. Tiba-tiba datang seorang lelaki yang sudah lanjut usia dipapah salah seorang pemuda masuk menemuiku. Kemudian dia memegang tanganku dan mengucapkan salam kepadaku seraya berkata, “Apakah engkau sudah makan ?” Aku pun, ‘Ya, sudah.’ Kemudian dia memegang tangan kananku dan membawaku ke masjid bersamanya. Kami shalat subuh. Setelah itu aku melihat lelaki tua yang memegang tanganku tadi duduk diatas kursi di bagian depan masjid, sementara banyak jama’ah shalat dan banyak murid mengitarinya.

Kemudian Syaikh tersebut memulai berbicara menyampaikan sebuah kajian kepada mereka. Maka aku pun meletakkan tanganku diatas kepalaku karena malu dan taku.

Ya Allaaah…, apa yang telah kulakukan ? aku telah mencuri di rumah Syaikh Bin Baz ?!
Sebelumya aku telah mendengar nama beliau, dan beliau telah terkenal di negeri kami, Pakistan.
Setelah Syaikh Bin Baz rahimahullah selesai dari kajian, mereka membawaku ke rumah sekali lagi. Syaikh pun memegang tanganku, dan kami sarapan pagi dengan dihadiri oleh banyak pemuda. Syaikh mendudukkanku di sisi beliau. ditengah makan beliau bertanya kepadaku, “Siapakah namamu ?” Kujawab, “Murtadho.”

Beliau bertanya lagi, “Mengapa engkau mencuri ?” Maka aku ceritakan kisah ibuku. Beliau berkata, “Baik, kami akan memberimu 9000 (sembilan ribu) Riyal.” Aku berkata kepada beliau, “Yang dibutuhkan hanya 7000 (tujuh ribu) Riyal.” Beliau menjawab, “Sisanya untukmu, tetapi jangan lagi mencuri wahai anakku.”

Aku mengambil uang tersebut, dan berterima kasih kepada beliau dan berdo’a untuk beliau. aku pergi ke Pakistan, lalu melakukan operasi untuk ibu. Alhamdulillah, beliau sembuh. Lima bulan setelah itu, aku kembali ke Saudi, dan langsung mencari keberadaan Syaikh Bin Baz rahimahullah. Aku pergi kerumah beliau. aku mengenali beliau dan beliau pun mengenaliku. .
Kemudian beliau pun bertanya tentang ibuku. Aku berikan 1500 (seribu lima ratus) Riyal kepada beliau, dan beliau bertanya, “Apa ini ?” Kujawab, “Itu sisanya.” Maka beliau berkata, “Ini untukmu.”

Ku katakan, “Wahai Syaikh, saya memiliki permohonan kepada anda.” Maka beliau menjawab, “Apa itu wahai anakku ?” kujawab, “Aku ingin bekerja pada anda sebagai pembantu atau apa saja, aku berharap dari anda wahai Syaikh, janganlah menolak permohonan saya, mudah-mudahan Allah menjaga anda.” Maka beliau menjawab, “Baiklah.” Aku pun bekerja di rumah Syaikh hingga wafat beliau rahimahullah.

Selang beberapa waktu dari pekerjaanku di rumah Syaikh, salah seorang pemuda yang mulazamah kepada beliau memberitahuku tentang kisahku ketika aku melompat kerumah beliau hendak mencuri di rumah Syaikh. Dia berkata, “Sesungguhnya ketika engkau melompat ke dalam rumah, Syaikh Bin Baz saat itu sedang shalat malam, dan beliau mendengar sebuah suara di luar rumah. Maka beliau menekan bel yang beliau gunakan untuk membangunkan keluarga untuk shalat fardhu saja. Maka mereka terbangun semua sebelum waktunya. Mereka merasa heran dengan hal ini. Maka beliau memberi tahu bahwa beliau telah mendengar sebuah suara. Kemudian mereka memberi tahu salah seorang penjaga keamanan, lalu dia menghubungi polisi. Mereka datang dengan segera dan menangkapmu. Tatkala Syaikh mengetahui hal ini, beliau bertanya, ‘Kabar apa ?’ Mereka menjawab, ‘Seorang pencuri berusaha masuk, mereka sudah menangkap dan membawa ke kepolisian.’ Maka Syaikh pun berkata sambil marah, ‘Tidak, tidak, hadirkan dia sekarang dari kepolisian, dia tidak akan mencuri kecuali dia orang yang membutuhkan’.”

Maka di sinilah kisah tersebut berakhir. Aku katakan kepada pemuda tersebut, “Sungguh matahari sudah terbit, seluruh umat ini terasa berat, dan menangisi perpisahan dengan beliau rahimahullah. Berdirilah sekarang, marilah kita shalat dua rakaat dan berdo’a untuk Syaikh rahimahullah.” Mudah-mudahan Allah Ta’ala merahmati Syaikh Bin Baz dan Syaikh Ibnu Utsaimin, dan menempatkan keduanya di keluasan surga-Nya. Amiin…(penulis kisah ini : Mamduh Farhan al Buhairi).

Sumber : dinukil dari Majalah Qiblati edisi 02 tahun III

Saat Raafidhi Syiah Mengepung Markaz Darul Hadits Dammaj di Yaman (1432H | 2011)

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Bukan rahasia bagi mereka yang telah membaca buku-buku sejarah Islam, bahwa Syiah secara nyata dan jelas memusuhi Ahlus Sunnah dan Islam pada umumnya.

Tidak ada bencana yang disebutkan kecuali bahwa mereka memiliki bagian untuk bermain dalam kejatuhan itu, contohnya adalah runtuhnya Daulah Abbasiyah dan bencana lainnya yang menimpa umat Islam.

Akibatnya kebencian dan kejijikan mereka terhadap Ahlus Sunnah semakin tumbuh dan hasil dari kebencian ini sedang mereka upayakan dalam serangan terbaru mereka melawan Ahlus-Sunnah di Dammaj baru-baru ini.

Sekitar dua setengah minggu yang lalu, kabilah Hautsi yang merupakan Raafidhi Syiah ditempatkan untuk membuat blokade di setiap jalan yang merupakan akses ke luar-masuk Dammaj (Markaz Ahlus Sunnah) menghentikan apa saja yang datang dan keluar dari Markaz tersebut.

Selain itu siapa saja yang sakit atau membutuhkan perawatan medis juga tidak diperbolehkan pergi ke klinik terdekat untuk pengobatan.

Imbas dari perbuatan mereka adalah terhalangnya kebutuhan pokok, tidak diperkenankan masuk ke Dammaj seperti tepung/gandum, beras, gula, semua buah-buahan dan sayuran lainnya, toko-toko di Dammaj bahkan hampir kosong.

Dammaj adalah Markaz yang dibangun dalam rangka mengingat Allah yang berlandaskan Al Quran dan As Sunnah menurut pemahaman salafus shalih.

Sebuah tempat di mana jumlah yang belajar sebanyak ribuan, pria, wanita, anak-anak dari setiap sudut Yaman, Amerika, Eropa, Asia dan Afrika.

Sebuah tempat yang lebih dari 40 pelajaran dienul Islam diajarkan setiap hari serta pelajaran umum bersama Syaikh Yahya Al Hajuri.

Di tempat inilah anda akan mendapatkan berbagai makalah dan tulisan keislaman dari Ulama di Dammaj dan penuntut ilmu mulai dari Fiqh hingga aqidah.

Para Ulama dan penuntut ilmu di Dammaj membela As Sunnah siang dan malam dari para pelaku bid’ah dan membantah kebid’ahan mereka dengan hujjah yang benar sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah. Dengan sebab itulah orang-orang yang memiliki penyakit dalam hatinya memusuhi dakwah As Sunnah di Dammaj.

Allah Aza Wa Jall menyebutkan dalam Al Quran,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (Ali Imraan: 118)

Kita memohon kepada Allah Azza Wa Jall dengan asmaul husna agar Dia menghancurkan makar dan rencana jahat Syiah musuh Islam terhadap Ahlus Sunnah, dan kita memohon kepada Allah Azza wa jall agar Dia melindungi Markaz kita, Ulama, dan penuntut ilmu.

Kami mengharapkan doa dari saudaraku sekalian agar Allah Ta’ala memberikan kesabaran kepada Ahlus Sunnah di Dammaj dalam masa-masa ujian ini dan kami mengharapkan doa dari saudaraku sekalian di setiap sujud dan berdiri dalam sholat agar Allah Ta’ala menghancurkan mereka (Syi’ah raafidhi) dan menimpakan mereka dengan apa yang layak bagi mereka.

Ibrahim Abu Aminah Al-Bengali,
Dammaj Yaman
abuameenah@hotmail.co.uk
009677519521 009677519521

di copas dari: http://sunniy.wordpress.com/2011/11/11/saat-raafidhi-syiah-mengepung-markaz-darul-hadits-dammaj-di-yaman-1432h-2011/

Bacaan Qur’an yang bagus :)

Wah,,, ga bisa banyak komen, pokoknya bagi yang suka ngoleksi murotal para masyaikh dari timur tengah. Video ini layak untuk di donlod.

Sudah puluhan kali dengerin tetep ga bosen, qiro’ahnya bagus. Nama imam yang membaca surat Ali Imron ini kalo ga salah adalah Muhammad Luhaidan, di upload oleh id swedendawah pada tahun 2007 yang lalu. video ini telah dilihat sebanyak 2 juta lebih.

Mukjizat adab menyembelih dalam Islam

معجزة الذبح في الاسلام

Mukjizat adab menyembelih dalam Islam

سؤال : دكتور جون … لو قُطعت العروق الدموية التي في مقدمة الرقبة عند الحيوان فما الذي يحدث لهذا الحيوان ؟

Tanya: dokter joen ! jika pembuluh darah yang terletak di bagian depan leher hewan dipotong,maka apakah yang akan terjadi terhadap hewan ini ?

ـ الدكتور : ما يحدث علمياً للحيوان أو الإنسان عند قطع العروق الدموية الموجودة في مقدمة الرقبة ، هو إصابة هذا الكائن الحي بالإغماء فوراً …

Dokter : yang akan terjadi secara ilmiyah pada hewan atau manusia ketika pembuluh darahnya yang terdapat di bagian depan leher dipotong adalah makhluk hidup tersebut akan mengalami pingsan secara otomatis….

ثم قام الدكتور بإعطاء مثال لذلك فقال لو تم خنق أحد الأشخاص من رقبته ، وضُغط عليها قليلاً فإنه سرعان ما يصاب بدوار شديد وعدم تركيز ، وذلك لصعوبة وصول الدماء إلى المخ ، وإذا زادت مدة الضغط على الرقبة يفقد الإحساس ويصاب بالإغماء.

Kemudian sang dokter selanjutnya memberikan gambaran dari hal tersebut,ia berkata: apabila seseorang lehernya dicekik dengan sempurna,lalu lehernya sedikit ditekan,maka akibat tercepat yang akan terjadi adalah ia akan mengalami pusing,dan akan kehilangan konsentrasi,ini terjadi disebabkan oleh sebab sulitnya darah mengalir ke otak,dan apabila tekanan tersebut dilanjutkan lebih lama pada leher maka ia akan kehilangan rasa dan akan mengalami pingsan.

سؤال : إذاً … قطع العروق الدموية الموجودة في مقدمة الرقبة عند الحيوان المذبوح وإخراج الدماء لخارج جسم الحيوان يُفقده الوعي؟الدكتور: نعم … بالطبع

Tanya: kalau begitu…berarti memotong pembuluh darah yang terdapat didepan leher ketika hewan disembelih dan darahnya dikeluarkan dari tubuh hewan tersebut akan menyebabkan hilangnya kesadaran ?!

Dokter: betul, tentu saja… .

سؤال : إذاً هل يشعر الحيوان المذبوح بأي آلام بعد قطع الرقبة مباشرة ؟ الدكتور : بالطبع لا فهو فاقد للوعي تماماً. سؤال :إذاً لماذا يقوم بأداءهذه الحركات التشنجيةالتي توحي بأنه يتألم ؟؟

Tanya: kalau begitu,apakah hewan yang disembelih tersebut akan merasakan sakit setelah pembuluh darahnya terputus secara langsung ?

Dokter: tentu saja tidak…karena ketika itu hewan tersebut telah kehilangan kesadaran dengan sempurna.

Tanya: jika demikian ,lalu mengapa hewan tersebut bergerak kejang-kejang yang dapat disimpulkan kalau ia menderita kesakitan ?

الدكتور : لأن عند قطع هذه العروق الدموية مع عدم كسر عظام رقبة الحيوان المذبوح وهذا ما يحدث تماماً في طريقة الذبح الإسلامية ، فإن تغذية المخ بالدماء تنقطع ، والدماغ لا يزال حي ، والجهاز العصبي الموجود في الرقبة من الخلف مازال متصل بكل أجهزة الجسم ، فيقوم الجهاز العصبي بإصدار إشارات إلى القلب وإلى العضلات وإلى الأحشاء ، وإلى جميع الخلايا الموجودة في جسم الحيوان لإرسال دماء إلى الدماغ.. وهنا تتحرك الخلايا والأحشاء والعضلات في جميع أجزاء جسم الحيوان تحركات تشنجية تقوم من خلالها بدفع الدماء إلى القلب الذي يقوم بدوره بضخ الدماء إلى الدماغ ولكن الدماء تندفع خارج جسم الحيوان بدلاً من الصعود إلى المخ ، وذلك بسبب الأوردة المقطوعة في الرقبة ، وهكذا يظل الجهاز العصبي يعطي إشارات ، وأجهزة الجسم ترسل الدماء فتخرج خارج جسم الحيوان ، حتى يتم تصفية جسم الحيوان من الدماء الموجودة فيه ، أما الفكرة الشائعة أن الحيوان يحس ويتألم عند ذبحه بهذه الطريقة فقد ثبت علمياً أن هذا الكلام خاطئ تماماً ، فكما ذكرنا بمجرد أن يتم قطع الأوردة

الدموية يصاب الحيوان بالإغماء ويفقد الإحساس نهائياً …

Dokter: itu terjadi karena ketika memotong pembuluh darah tidak disertai dengan memotong tulang leher hewan tersebut,dan inilah yang terjadi secara nyata pada adab menyembelih dalam islam,suplay darah ke kepala terputus,sedangkan otak masih hidup,dan sistim saraf yang terdapat pada bagian belakang leher masih bersambung dengan semua organ tubuh,sehingga sistem saraf ini masih bisa memberikan ransangan ke organ hati,otot-otot,dan visera,dan ke sel-sel yang berada pada badan hewan tersebut,untuk mengirim darah ke otak,dan disinilah sel-sel,visera,dan otot-otot yang terdapat pada badan hewan tersebut bergerak dengan gerakan kejang-kejang,dan ini berpungsi untuk menyuplay darah ke hati yang berfungsi sebagai pemompa darah ke otak,akan tetapi darah tersalurkan keluar tubuh hewan yang awalnya akan tersalurkan ke arah otak,itu karena telah terputusnya saluran pada leher,seperti inilah prosesnya,yakni: sistem saraf sebagai pemberi ransangan dan anggota badan menyalurkan darah sehingga darah tersebut keluar dari badan hewan,sampai semua darah tersebut keluar dengan sempurna darinya,adapun pemikiran yang menganggap bahwa hewan tersebut merasakan dan mengalami sakit ketika disembelih layaknya seperti gerakan (kejang) tadi,maka telah dibuktikan secara ilmiyah bahwa itu adalah anggapan yang salah.dan sebagaimana yang telah kami paparkan tadi,bahwa hanya dengan sekedar memutuskan pembuluh darah yang terdapat dileher akan mengakibatkan hewan tersebut pingsan dan kehilangan Rasa dengan sempurna…

ـ سؤال : ولكن … من الناحية الطبية ، هل من المصلحة أن تترك الدماء في جسد الحيوان دون تصفية ، أم أن تصفية جسد الحيوان من الدماء تعتبر أفضل ؟

Tanya: tetapi….secara medis,apakah ada manfaatnya membiarkan darah terpendam dalam tubuh hewan tanpa ada pembersihan,atau apakah (secara medis) bahwa membersihkan tubuh hewan dari darah lebih Afdhal ?

ـ الدكتور : الدماء من أخصب البيئات لنمو الجراثيم ، كما أنها تحمل هي بنفسها مواد ضارة لجسم الإنسان ، ولو بقيت هذه الدماء في اللحوم بعد موت الحيوان مباشرة فإنها تكون بيئة صالحة وخصبة لنمو الجراثيم ، إلى جانب ما فيها من أمور كان لابد وأن تتخلص منها …

Dokter: darah adalah lingkungan paling subur untuk kembang biak kuman-kuman,seperti halnya darah juga mengandung beberapa dzat yang dapat membahayakan tubuh manusia,dan seandainya darah ini secara langsung masih terdapat dalam daging hewan yang telah mati,maka tubuh hewan itu akan menjadi lingkungan yang tepat dan subur untuk kembang biak kuman,menilik kenyataan ini,maka mau tidak mau kamu harus menghilangkan darah tersebut…

ـ سؤال : فما رأيك في الطرق الأخرى لذبح الحيوانات وخصوصاً الطرق المستخدمة في أغلب البلاد الأوربية من ضرب الحيوان على رأسه حتى يصاب بالإغماء ثم القيام بذبحه بعد ذلك ؟؟

Tanya: bagaimana pendapatmu dengan cara-cara lain dalam menyembelih hewan,dan pada khususnya dengan cara yang dilakukan oleh sebagian besar negara di Eropa,dengan cara memukul kepala hewan hingga pingsan lalu kemudian baru disembelih ?

ـ الدكتور : هذه الطريقة لها عواقب خطيرة على صحة الإنسان ، وذلك لأن الحيوان إذا ضرب بهذا الشكل يموت موتاً بطيئاً ، وهذا الموت البطيء يكون سبباً في أن يفقد الغشاء المبطن للأمعاء الغليظة قدرته على حجز البكتريا الموجودة في الأمعاء الغليظة الموجودة في جسد الحيوان ، فتخترق البكتريا جسد الحيوان وتجد الدماء فتسبح فيها وتسير وتتفاعل معها حتى تنتشر في جسد الحيوان كله ، وأسلم طريقة لتناول لحوم خالية من الدماء والبكتريا هي بالتخلص من دماء هذا الحيوان وإخراجها منه

Dokter : cara ini memiliki dampak yang berbahaya terhadap kesehatan manusia,itu karena jika hewan dipukul dengan cara tersebut,ia akan mati perlahan-lahan,dan kematian secara perlahan merupakan penyebab hilangnya kemampuan lapisan selaput usus untuk menahan bakteri yang terdapat di dalam usus hewan tersebut,(dengan begitu) maka bakteri akan merobek tubuh hewan dan bakteri itu menemukan darah sehingga ia pun berenang di darah itu,berjalan, dan menyatu dengan darah dan menyebar ke seluruh bagian tubuh hewan,dan Cara yang paling sehat untuk mengkonsumsi daging yang bebas dari darah dan bakteri adalah dengan cara menghilangkan darah hewan tersebut dan mengeluarkannya dari tubuhnya.

Pembaca yang budiman,ucapkanlah:

رضيت بالله ربا وبالإسلام دينا ومحمد صلى الله عليه وسلم نبيا ورسولا

“Aku rido Allah sebagai Rabb,dan Islam sebagai Agama,dan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam sebagai Nabi dan Rasul”

diterjemahkan oleh : Ustadz Musa