Jaga Jati Dirimu Sebagai Seorang Muslim

Melanjutkan kisah sebelumnya ttg pandangan orang2 non islam di barat terhadap islam dan bagaimana mereka menjalani kehidupannya, kali ini tulisan ini akan membahas ttg sedikit pola pikir dan gaya hidup mereka, walaupun berdasar pengalaman pribadi temen ane (untuk selanjutnya sebut saja si fulan), tapi insya Alloh yg ditulis disini adalah kisah nyata.

OK,,, langsung saja, tulisan ini akan membahas ttg gaya hidup yang mungkin sangat bertolak belakang dengan adat di Indonesia, yaitu dalam masalah kesusilaan, kesopanan dan agama.

Ceritanya, fulan secara tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita berkebangsaan Jerman yg mungkin berusia 40an tahun, intinya, dia sudah punya anak usia kuliah saat itu.

Nah,,, saat pertemuan itu, si wanita merasa senang karena bertemu dengan fulan yg berkewarganegaraan Indonesia, masalahnya fulan jadi agak miris setelah mendengar ucapan sang wanita itu, yang intinya ….

“anda orang Indonesia ya? Senang sekali bertemu dengan anda. Saya dulu juga pernah punya teman asal Indonesia sampai-sampai saya punya anak darinya”

fulan pun agak heran mendengarnya, diapun bertanya lebih lanjut “maksudnya ?”, obrolan pun berlanjut, dan diketahui ternyata wanita itu dulu pernah punya kenalan (baca: pacar) pemuda asal Indonesia yang sekolah selama (kurang lebih) 2 tahun. Selama itu sang wanita itu telah (maaf) berzina sampai punya anak darinya. Dan setelah itu sang pemuda pulang ke Indonesia dan wanita tersebut membesarkan anaknya sendirian.

Yang tak habis pikir, kenapa wanita tersebut seakan-akan tidak ada rasa bersalah dan bahkan malah senang2 saja telah bercerita ttg hal tersebut? “Ahhh itu sudah biasa disana” itu mungkin jawaban yg sangat meremehkan. Tapi mengapa hal tersebut menjadi hal yang biasa-biasa saja, padahal zina adalah salah satu perbuatan yang termasuk dosa besar.

Usut punya usut ternyata kemungkinan besar di lingkungan yang menganut paham liberalis, atheis seperti itu, hal yang berbau “dosa” tidak akan digubris, apalagi tidak ada sanksi sosial dari masyarakat seperti halnya di Indonesia (di sebagian besar wilayah) tidak ada pengucilan, penghinaan bahkan sekedar gunjingan. Hal semacam itu sudah dianggap biasa-biasa saja. Dan yang cukup mengenaskan lagi, si pemuda asal Indonesia yg dimaksud wanita tadi adalah anak dari seseorang yang cukup terkenal di Indonesia, Naudzubillah

Ini yang harus diwaspadai dan di beri perhatian khusus untuk para mahasiswa yang menuntut ilmu di negeri2 kaum kufar. Yaa hati-hati saja, jangan sampai terjerumus perangkap2 syaitan atas nama “kebebasan” dan “HAM” yang kebablasan. Terutama bagi pemuda, gaya hidup hedonis, permisif sampai kumpul kebo halal-halal saja asal suka sama suka. Bahkan (kata si fulan juga) ada ungkapan tak tertulis yang menyatakan “menolak diajak minum (miras maksudnya) = menolak persahabatan” —parah. Sedikit demi sedikit jika diserang bertubi-tubi, orang yang tipis keimanannya bakalan hilang terseret arus, hilang jati dirinya sebagai seorang muslim sehingga islam hanya tersisa di ktpnya saja.

Untuk itulah secara umum kita dilarang bepergian ke negeri-negeri kaum kuffar kecuali dengan persyaratan tertentu. Apa saja itu ? kita lihat fatwa Syaikh Al Utsaimin ketika ditanya tentang masalah itu,,,, (ane copas aja yaaa)

Oleh

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum bepergian ke negara kafir ? Dan apa hukum bepergian untuk maksud wisata ?

Jawaban.

Tidak boleh bepergian ke negara kafir kecuali dengan tiga syarat.

Syarat Pertama : Memiliki ilmu yang dapat membantah keraguan

Syarat Kedua : Memiliki pondasi agama yang kuat yang bisa melindunginya dari dorongan syahwat

Syarat Ketiga : Membutuhkan kepergian tersebut.

Jika syarat-syarat ini tidak terpenuhi, maka ia tidak boleh bepergian ke negara kafir karena bisa menimbulkan fitnah atau dikhawatirkan akan terkena fitnah, disamping hal ini merupakan penyia-nyiaan harta, karena pada perjalanan semacam ini biasanya seseorang mengeluarkan banyak uang, di samping hal ini malah menyuburkan perkenomian kaum kuffar.

Tapi jika ia memang memerlukannya, misalnya untuk berobat atau menuntut ilmu yang tidak tersedia di negaranya, sementara ia pun telah memiliki ilmu dan agama yang kuat sebagaimana kriteria yang kami sebutkan, maka tidak apa-apa.

Adapun bepergian untuk tujuan wisata ke negara-negara kafir, itu tidak perlu, karena ia masih bisa pergi ke negara-negara Islam yang memelihara penduduknya dengan symbol-simbol Islam. Negara kita ini, alhamdulillah, kini telah menjadi negara wisata di beberapa wilayahnya. Dengan begitu ia bisa bepergian ke sana dan menghabiskan masa liburnya di sana.

[Al-Majmu Ats-Tsamin, Juz I, hal 49-50, Syaikh Ibnu Utsaimin]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq]

Sumber : http://almanhaj.or.id/

Ada tips yang cukup ampuh untuk membentengi hal tersebut bagi para pemuda khususnya (mahasiswa yg terpaksa menuntut ilmu di negeri kuffar), yaitu SERING-SERINGLAH IKUT TA’LIM dan BERKUMPULAH BERSAMA KOMUNITAS MUSLIM disana, terus tingkatkan keilmuan diniyah kita dan tidak lupa BERDO’ALAH memohon keistiqomahan dalam meniti jalanNya yang lurus, karena hanya dengan rahmatNya, kita bisa selamat di dunia dan akhirat.

Nb: Kisah diatas diambil dari kisah nyata yang ditulis kembali oleh penulis dengan gaya bahasanya sendiri tentunya, tapi dengan tetap menitik beratkan pada fakta dan realita yang terjadi sesuai keterangan si fulan. Jadi mohon maaf apabila ada yang salah. Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: