Konflik Indonesia – Malaysia

Indonesia – Malaysia, dua negara serumpun yang bertetangga. Semakin dekat semakin banyak masalah yang mungkin bisa terjadi, kira-kira begitulah istilah yang dipakai pak SBY dalam pidato politiknya terkait sengketa Indonesia – malaysia beberapa waktu yang lalu.

Banyak juga kalangan yang adem panas dengan tingkah laku tetangga kita Malaysia dari dulu sampai akhir-akhir ini seakan-akan mereka selalu mencari gara – gara  dengan bangsa Indonesia. Dan hal ini pun memicu sebagian kalangan tertentu untuk mengambil tindakan keras walaupun masih berbentuk aksi di jalan. Akan berbeda halnya jika yang menanggapi secara keras adalah dari kalangan militer.

Hubungan kedua negara ini secara berkala cenderung naik turun, dan ketika hubungan itu turun konflikpun terjadi. Mulai dari kasus wilayah teritorial sampai masalah kebudayaan dan diplomatik. Konflik-pun tidak hanya terjadi di dunia nyata, di dunia mayapun banyak hacker kedua negara saling serang.

Untung saja pak SBY bisa bersikap bijaksana menangani masalah ini, bukan aksi kemiliteran yang di kedepankan tapi lebih diutamakan dengan diplomasi. Walaupun memang masalah “kedaulatan” bisa menjadi masalah yang krusial dan sensitif bagi sebuah bangsa. Apalagi yang punya paham nasionalis fanatik.

Afwan bro,,,, ane bukan simpatisan fanatiknya pak SBY lho,ane juga nggak membabi buta membela Malaysia ataupun juga para petugas yang ditangkap AL malaysia itu. Ane cuma simpatik pada tindakan beliau yang lebih cenderung pada kebenaran dengan mengingat, menimbang kemudian memutuskan jalan diplomasi untuk menyelesaikan masalah secara damai. Dengan mempertimbangkan prinsip “manfaat lebih banyak daripada mudharat” menurutku apa yang dilakukan pak SBY sudah cukup tepat.

Dan secara lebih luas lagi, hal ini tidak hanya menyangkut masalah kedaulatan, hubungan politik, ekonomi dan saudara serumpun saja, tidak hanya masalah jumlah TKI kita disana yang berkisar 2 000 000 jiwa, atau jumlah mahasiswa kita disana yang berkisar 13 000 jiwa, bukan hanya jumlah nilai investasi yang ditanam oleh masing-masing negara yang mencapai milliar dollar AS . Sebagai seorang muslim ada hubungan istimewa karena ikatan aqidah, ikatan yang harusnya menjadi ikatan yang paling kuat yang harus dipegang oleh seorang muslim, tanpa peduli siapa dan darimana ia berasal.

Baik di malaysia maupun indonesia sebagian besar penduduknya adalah muslim yang memang seharusnya lebih mengutamakan ikatan aqidah ini. Jika terjadi aksi militer bukan tidak mungkin yang jadi korban adalah umat islam juga (sebagian besar). Cinta tanah air boleh-boleh saja menurutku asal tidak berlebihan. Dengan menggunakan aksi-aksi kekerasan apalagi melalui jalur resmi militer suatu bangsa kepada bangsa lain.

BAYANGKAN … seandainya aksi militer-lah yang dipilih, dan peperangan tak dapat dihindari, siapakah yang akan menang? Indonesia atau Malaysia?

Menurutku yang akan menang adalah Zionist dan bala kurawanya, knapa bisa terjadi?

Perang membutuhkan dana yang sangat tidak sedikit, seandainya perang benar-benar terjadi antara kedua negara bertetangga ini, maka masing-masing negara akan mengalokasikan dana dari APBN nya untuk mendanai militernya, agar prestise, harga diri, kedaulatan maupun teritorial nya bisa terjaga. Industri mesin-mesin perang dalam negeri kebanjiran order proyek bom, amunisi, kendaraan lapis baja, rudal, roket sampai pesawat jet dan berbagai alutsista yang mematikan.

Perang semakin menjadi-jadi karena masing-masing pihak tidak mau kalah, walhasil perusahaan alat perang dalam negeri kewalahan memenuhi pesanan. Dan mau tidak mau harus mendatangkan pasokan dari luar. Dan bukan tidak mungkin akan ada pemain dari luar yang sengaja memancing di air keruh, mumpung ada peluang pasar ambil saja.

Dan masing-masing negara pun terpaksa rela menggelontorkan dana lebih besar lagi agar peperangan bisa dimenangkan. Tahukah kalian siapa pemain besar dalam bisnis persenjataan dunia? Kebanyakan dari mereka adalah perusahaan milik yahudi dan barat.

Perang-pun terus berlanjut karena masing-masing negara merasa tidak mau kalah, dan akhirnya devisa masing-masing negara-pun habis terkuras untuk membiayai perang. Sekali lagi bukan tidak mungkin ada pemain luar yang masuk untuk menghancurkan secara pelan sendi-sendi kedua negara tadi. Lembaga-lembaga keuangan dunia juga memainkan perannya sebagai pemberi pinjaman dana sampai milliaran dollar AS. Dan tahukah kalian siapa yang menguasai lembaga-lembaga tersebut? Ya … sebagian besar dari mereka adalah milik yahudi.

Dan akhirnya, perangpun usai, kedua negara akhirnya sadar. Setelah berperang selama beberapa tahun akhirnya perdamaianlah yang lebih mereka inginkan. Kedua tetangga inipun akhirnya kembali bersahabat.

Akan tetapi perang yang telah berlangsung sekian lama telah menyisakan kerugian materiil maupun jiwa sekian banyaknya, tidak bisa dibilang sedikit. Kedua negara mengalami kehancuran baik disisi politik dan ekonomi di dunia.

Hasil akhir perang hanya meninggalkan hancurnya berbagai infrastruktur publik yang hancur karena menjadi target atau karena salah sasaran tembakan meriam, roket maupun bom-bom yang dijatuhkan mesin-mesin perang kedua negara.

Belum lagi sektor ekonomi yang juga terkena imbasnya karena malaysia ditingalkan jutaan TKI yang sengaja ditarik karena memanasnya politik antara kedua negara, hal ini menyebabkan perusahaan-perusahaan yang mengandalkan TKI gulung tikar. Begitu juga dengan Indonesia yang kehilangan salah satu sumber devisa yang sangat bernilai itu.

Yang patut disayangkan lagi adalah hilangnya ribuan atau bahkan ratusan ribu nyawa anak bangsa baik dari TNI maupun sipil yang gugur di medan juang karena ke-egoisan masing-masing bangsa, dan cenderung melakukan perbuatan yang berlebihan.

Belum lagi bidang pendidikan, kebudayaan, sosial dan lain sebagainya

Dan akhirnya setelah mereka sadar semuanya telah terlambat. Karena perang akhirnya kedua negara bertetangga tersebut tanpa sadar telah mengikatkan dirinya pada tempat yang salah. Kedua negara itu telah tercekik hutang luar negeri yang cukup besar pada lembaga keuangan liberal dengan bunga mencekik pula. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, sudah infrastruktur banyak yang hancur masih harus mbayar hutang segala.

Dalam skala lebih luas hal ini bisa memperlemah peran kedua negara dalam peta perpolitikan dunia yang secara tidak langsung akan memperlemah posisi islam juga dalam kancah perpolitikan dunia.

Nah itu hanya pendapatku saja, semoga perang antara Indonesia vs Malaysia tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun (dengan asumsi: konflik yang terjadi tidak melampaui batas).

Gambaran yang lebih sederhana bisa diambil hikmahnya dari dialog yang terjadi antara ane dengan adik ane waktu mudik dirumah, berikut kisahnya:

Waktu nonton berita di salah satu stasiun televisi swasta tentang konflik Indonesia – malaysia beberapa waktu yang lalu, adikku sempet gregetan juga dengan Malaysia, trus dia ngomong “wah…Malaysia kie jan nganyelke tenan, yen dipanggil nuw aqu siap !”, maksudnya jika negara memanggilnya untuk bergabung dengan TNI terus perang melawan malaysia, dia bakalan siap maju dimedan tempur mengorbankan nyawanya. Trus ane bilang ke dia ”lha mengko yen mati piye?” (lha nanti kalau gugur gimana?), lalu adikku menjawab “ya nang akhirat nuw”, trus tak perjelas pertanyaanku “akhirat kuwi sebelah ngendine Solo? Mengko mlebu Surga pa Neraka?” adikku cuma bisa plengah-plengeh saja.

Cinta tanah air boleh-boleh saja asal tidak berlebihan. Ingat konflik Indonesia Malaysia mungkin akan terjadi lagi suatu saat nanti, maka hendaklah kita bersikap bijaksana dalam menaggapinya dan tidak berlebih-lebihan dalam bertindak. Ingat….. KARENA KITA SAUDARA (tidak hanya serumpun tapi juga sebagian besar seaqidah juga)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: