Buat Anda Yang Ingin Segera Menikah

tiada keberuntungan bagi seorang lelaki selain memiliki istri yang sholehah

menjadi penyejuk, penguat iman, pencerdas akal pikiran,

penggelora semangat hidup dan menjadi jalan kemuliaan didunia dan akhirat

ditatap menyejukkan pandangan

perkataannya membahagiakan

kehadirannya adalah cahaya yang mampu menerangi setiap langkah meniti jalan Alloh

beruntunglah bagi seorang lelaki yang dikaruniai bidadari di dunia

istri yang sholehah

kata-kata diatas tedengar begitu indah di telinga seorang lelaki yang sudah sangat mendambakan seorang istri yang akan menemani hidupnya, seluruh sisa hidupnya. Dan bisa menjadi motivasi yang cukup memompa semangat para ikhwan yang memang sudah waktunya “menikah”

dilihat dari tanda-tandanya juga sudah terlihat, mulai dari pembicaraannya sehari-hari, guyonannya (pada teman sebaya biasanya) bahkan mungkin sampai status facebook juga ta jauh dari hal-hal itu. Dan sampai tingkatan paling ekstrem mungkin bisa sampai terbawa-bawa dalam mimpi-mimpinya. Itu hanya cara untuk menarik perhatian (mungkin🙂 )

Memang tidak ada salahnya mendambakan seorang  calon istri yang sholehah (bahkan seharusnya memang begitu). Dan bagi para ikhwan parameter sholehah itu ga jauh-jauh dari jilbab rapat dan besar , bahkan sampai pakai kaos kaki dan penutup lengan, tak jarang sampai double jilbab biar keamanan lebih terjamin, itu secara fisik yg dapat diamati.

Kalau parameter ikhwan sholeh aku sendiri juga kurang begitu tau bagaimana menilainya, mungkin secara fisik ya jenggotan dan tidak isbal, ya klo fisik memang tidak terlalu terlihat bagi laki-laki. Sebagian besar lebih pada kebiasaan yang sering dilakukannya untuk bisa memberi stempel sholeh. Tentu saja kebiasaan yang ga jauh-jauh juga dengan amalan sunnah.

Tapi kadangkala ada beberapa ikhwan (dan akhwat) yang salah dalam menggapai impian tersebut, bukan salah sih,,,,, tapi Cuma lupa atau belum tahu Standart Operating Procedure yang harus dilakukan untuk bisa mendapatkan ikhwan atau akhwat yang limited edition atau special edition sesuai yang islam ajarkan, yaitu QS 24:26, silakan dicari di mushaf masing-masing kalau belum tahu.

Ya memang begitulah, yang baik tentu saja dapat yang baik dan yang ga baik dapatnya juga yang tidak baik. Makanya mari kita lakukan yang baik-baik, baik sesuai dengan yang agama islam atur tentunya, karena baik menurut manusia belum tentu baik dimataNya dan tentu saja baik disisi Alloh pasti baik bagi manusia, coz Dialah yang menciptakan kita, so Dia lebih tahu apa-apa yang terbaik untuk hamba-hambaNya, btul?

Teringat salah satu postingan status FB salah seorang dosen FMIPA UNS beberapa waktu yang lalu, yang intinya kurang lebih “hai ikhwan, maunya dapat muslimah yang sholehah tapi bangun untuk sholat subuh saja masih telat-telat”, kalau tidak salah intinya seperti itu. Itu bisa dijadikan cambuk bagi diri kita, ambil hikmahnya. Kadangkala ada yg menyangkal “lha iya, kan nanti klo dapat istri yg sholehah bisa bangunin sholat subuh ”, iya betul memang bisa saja seperti itu, tapi diawal kita juga harus serius dengan niat kita, dan jangan sepelekan sholat subuh, lha wong dua rokaat sebelum subuh saja sudah lebih baik daripada dunia seisinya kok, btul?

OK,,,, sekali-kali telat sholat subuh gapapa sih, namanya juga manusia, tiada yang sempurna, dan Alloh-pun juga memaklumi. Tapi mari jawab pertanyaan berikut, sebagai tolok ukur sebesar apa niat kita, persiapan kalau ada calon yang bertanya seperti berikut :

  1. Apakah antum pernah terlambat sholat subuh? (pasti jawabannya iya)
  2. Apakah antum benar2 tidak bisa bangun tepat pada waktunya ketika itu?
  3. Apakah antum benar-benar tidak mendengar adzan subuh waktu itu?
  4. Apakah antum tidak memasang alarm ?
  5. Apakah ada yang membangunkan antum?
  6. Kalau ada, apakah antum langsung bangun, atau malah tidur lagi?
  7. Perasaan apa yang antum rasakan ketika mengetahui antum terlambat melaksanakan sholat subuh tepat waktu, berjamaah, dimasjid?
  8. Berapa kali itu terjadi sampai saat ini?

Nah kalau jawaban kita banyak “iya”nya mungkin niat kita perlu diperkuat lagi. Mari kita perbaiki mulai saat ini.

Itu baru sholat subuh lho belum  4 sholat lainnya, belum amalan-amalan sunnah lainnya sedangkan amalan sunnah itu lebih banyak daripada yang wajib.

Untuk lebih jauh lagi menelusuri seberapa besar kesungguhan kita, coba sebutkan (dalam hati saja) minimal 10 amalan sunnah yang sudah rutin kita jalankan selama beberapa tahun ini? Bisa? Alhamdulillah berarti impian antum bakalan segera dipenuhi, insha Alloh🙂.

Kenapa dari sisi amalan sunnah perlu kita pertimbangkan juga? Kan dalam hadistnya disebutkan secara umum, “wanita itu dinikahi karena 4 perkara, yaitu karena hartanya, keturunanya, kecantikannya dan karena agamanya, maka pilihlah yang karena agamanya ”, jadi klo dia ikhwan atau akhwat, otomatis kan rajin ngaji. Blum tentu rajin ngaji maka agamanya sudah baik dan bener. Orang2 syiah juga rajin ngaji, para pengikut ahmadiyah juga rajin ngaji tapi akidahnya belum tentu benar to? Dan diantara yang ngaji itu belum tentu melaksanakan apa yang telah diketahuinya, entah karena alasan apa?

Dan kata Ust Salim A Fillah dalam kabar (kajian akbar) yang diadakan SKI FMIPA UNS sabtu 22 Mei 2010 yang lalu, kriteria agama ini paling tidak harus dilihat dari 3 hal, salah satunya adalah amalan ibadahnya, jadi ga salah klo hal itu kita perhatikan juga, lagian amalan dalam islam-kan kalau tidak dari Alqur’an otomatis dari Hadist, btul kan?

Menanggapi tentang sholeh ini, berdasarkan buku yang pernah kubaca (afwan judul, penulis, penerbit lupa) sholeh itu ada 2 jenis, yaitu sholeh sosial dan sholeh islami. Sholeh sosial belum tentu sholeh islami coz yang penting dimata masyarakat, dia tampil rajin, baik hati dan suka menolong🙂 , urusan amalan sunnah atau bukan nomor sekianlah. Dan sholeh islami sudah seharusnya sholeh sosial. Walaupun belum tentu juga, padahal islamkan rahmatan lil’alamin? Iya, seharusnya memang begitu tapi tidak di pungkiri juga ada segolongan umat islam yang sangat menjaga amalan sunnahnya, bahkan para sahabat rasululloh-pun kalah dengan amalan ibadah mereka, tapi kebalikannya, Rasululloh melaknat mereka. lho kok bisa? Memang ada?. Ada-ada saja yaitu kaum khowarij yang sangat menjaga amal ibadah mereka, dahi2 mereka hitam, mereka juga rajin membaca alqur’an, tapi alqur’an itu hanya sampai kerongkongan mereka saja.

Sahabat Indonesia yang super, Yang mau ana tegaskan disini, marilah kita menjadi pribadi yang sholeh / sholehah dimata Alloh maupun manusia. Jaga hak-hak Alloh dan juga jagalah adab-adab terhadap sesama manusia. Bolehlah kita membenci mereka-mereka yang hobi bermaksiat, tapi janganlah membenci manusianya, kalau bertemu orangnya sebisa mungkin kita nasehati, beri petunjuk bagaimana seharusnya, kita peringatkan kesalahanya (walaupun mungkin sulit). Tapi kalau kita mendapati mereka berbuat maksiat atau kedzaliman, kita lawan, cegah semampu kita. Intinya, mari kita menjadi pribadi-pribadi yang baik dimata Alloh dan baik dimata manusia agar kita menjadi pribadi yang bermanfaat selama kita hidup di dunia, itu. (🙂 Mario Teguh : mode on)

Tulisan ini dibuat bukan untuk menjudge, atau sok menggurui atau yang negatif lainnya. Tapi tulisan ini dibuat sebagai pelajaran kita bersama, untuk bisa lebih menjaga hak-hak Alloh agar kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan dariNya (istri yang sholehah dan juga sebaliknya)sesuai dengan SOP yang difirmankan Alloh SWT dalam surat An Nuur ayat 26. Perbaiki diri kita dulu, insha Alloh, Alloh akan memberi kita yang terbaik. Dan selain itu, tulisan ini dibuat karena sebagian orang-orang disekitarku sedang ramai bicara masalah “nikah”. Yahhhh …… mungkin sebagai persiapan sejak awal, tulisan ini bisa berguna. Mari kita sama-sama saling berlomba-lomba dalam kebaikan, tidak ada kata terlambat bagi setiap muslim / muslimah selagi matahari belum terbit di barat atau nyawa belum dicabut sang malaikat. Dan tidak lupa, mari kita saling mendo’akan V^_^

7 Tanggapan

  1. Ok. Menarik artikel yang di usung, sangat sesuai dengan yang dipasaran(Just Kidding). Betul, mahasiswa yang mendekati semester tua lebih sering membicarakan tentang pernikahan.
    Hadew…..!!!
    Tahulah anak muda.😀

  2. ahsant… w lakin,,,, (…..)

  3. hahah saya tertarik dengan kalimat “…..sholat subuh aja masih telat mau dapat istro sholehah”….” ntar kalo dapet istri sholehhah pasti juga dibanginin sholat shubuh..” hahahha…ini saya banget akh….

  4. numpang co pas

  5. @ all:
    Syukron jazakalloh, iya, silakan akh kalau mau copas. baca juga postingan ana yg berjudul Wah enaknya ……
    semoga kita bisa mendapatkan yang terbaik🙂

  6. saya terharu ma yang ini nich…..
    boleh banget ne…

    Menanggapi tentang sholeh ini, berdasarkan buku yang pernah kubaca (afwan judul, penulis, penerbit lupa) sholeh itu ada 2 jenis, yaitu sholeh sosial dan sholeh islami. Sholeh sosial belum tentu sholeh islami coz yang penting dimata masyarakat, dia tampil rajin, baik hati dan suka menolong🙂 , urusan amalan sunnah atau bukan nomor sekianlah. Dan sholeh islami sudah seharusnya sholeh sosial. Walaupun belum tentu juga, padahal islamkan rahmatan lil’alamin? Iya, seharusnya memang begitu tapi tidak di pungkiri juga ada segolongan umat islam yang sangat menjaga amalan sunnahnya, bahkan para sahabat rasululloh-pun kalah dengan amalan ibadah mereka, tapi kebalikannya, Rasululloh melaknat mereka. lho kok bisa? Memang ada?. Ada-ada saja yaitu kaum khowarij yang sangat menjaga amal ibadah mereka, dahi2 mereka hitam, mereka juga rajin membaca alqur’an, tapi alqur’an itu hanya sampai kerongkongan mereka saja.

  7. Barokallohufiik,,, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: