The Power Of True Story “Sandiwara Langit” (2)

lanjutan part 1

Apa yang menjadi kehendak Alloh memang tak bisa diubah oleh manusia, satu minggu setelah kegagalannya menikah dengan budiman, halimah beserta keluarganya datang mengunjungi rizqaan dirumahnya. Kali ini sang mantan mertua datang dengan wajah lebih ceria dan ramah. Rizqaanpun menyambut mereka dengan hangatnya tanpa mempedulikan bagaimana sikap sang mantan mertua pada dirinya dulu. Kabar gembira datang kepada rizqaan saat ayahnya memutuskan akan menikahkan halimah dengannya lagi setelah beberapa kali halimah menolak dijodohkan dengan laki-laki lain. Tentu saja hati rizqaan sangat gembira dan menerima tawaran itu. Tapi sebelum itu ia disarankan untuk bicara dulu dengan mantan istrinya, halimah.

“abuya,,,,,” kata halimah memulai pembicaraan

“maaf, aku belum menjadi suamimu lagi”, sela rizqaan

“izinkan aku tetap memanggilmu abuya, aku tidak terbiasa dengan panggilan lain”

“baiklah, ada apa adinda?”

“apakah abuya siap menikahiku lagi?”

“adinda halimah, kenapa aku tidak siap, dari dulu aku tak pernah berniat menceraikanmu, aku senantiasa mencintaimu, hanya karena kita bukan suami istri aku selalu menindih rasa cintaku itu sekuat mungkin, tapi bila diberi kesempatan menikahimu lagi, aku tak mungkin menolak” kata rizqaan panjang lebar

“meskipun sekarang aku jauh berbeda dari yang dulu ?”, Tanya halimah

“maksudmu ?”

“Meskipun misalnya aku memiliki kekurangan yang tidak kumiliki sebelumnya?”

“kekurangan apa adinda?”

“jawab dulu pertanyaanku”

“ya,,, aku akan menikahimu dengan segala kekuranganmu yang ada, selama itu bukanlah cacat dalam agamamu yang tak dapat diperbaiki !” ujar rizqaan tegas

“abuya,,,, aku ingin abuya menikahiku karena aku ingin mati dalam keridhaan seorang suami yang shalih …..”, halimah berhenti sejenak menahan keharuan yang mencekat hatinya.

“abuya bisa segera menikahiku. Tapi aku tak tahu apakah keinginan itu akan tetap ada setelah abuya mengetahui kekuranganku sekarang, abuya aku baru saja satu minggu yang lalu melakukan checkup , dan aku terbukti mengidap LEUKIMIA” sampai disitu halimah terisak, tak mampu melanjutkan bicaranya

Rizqaan juga kaget dan tersentak mendengar penjelasan halimah, kebahagiaan yang sempat terbit setelah lama terbenam kini hampir hilang lagi dari hatinya. Iapun turut sedih mendengar penjelasan halimah

“dokter mengklaim bahwa usiaku tak akan lebih dari 3 – 4 bulan saja,,,,,” kembali halimah menangis

“aku tidak peduli. Umur ada ditangan Alloh, manusia hanya bisa mengira-ngira, nyawaku bisa saja terenggut lebih dulu daripada nyawamu. Aku akan segera menikahimu, biarlah Alloh yang menentukan akhir dari perjalanan hidup kita. Bagiku hidup atau mati dalam kecintaan Alloh adalah sebuah kenyataan yang paling penuh berkah”, kata rizqaan dengan yakinnya

Akhirnya merekapun dinikahkan saat itu juga, tanpa menunggu ibunya rizqaan terbangun. Mereka kembali mengulang kebahagiaan yang sempat terenggut diantara mereka. Apalagi satu bulan kemudian anak mereka yang keduapun lahir, kali ini bayinya cantik, mirip dengan ibunya. Yang lebih membahagiakan lagi, kini kedua orangtua halimah juga lebih rajin sholatnya, merekapun bersedia tinggal bersama mereka. Akhirnya semakin lengkaplah kebahagiaan kedua pasangan suami istri itu.

Sampai suatu ketika datanglah polisi mengunjungi rumah mereka sambil membawa foto asyraf, kakak pertama halimah. Kemudian polisi menjelaskan bahwa asyraf terlibat peredaran obat bius dan lebih dari itu, dialah dalang dari kebakaran yang menimpa rumah rizqaan dan istrinya saat itu.

Semua yang mendengar berita itu terguncang, termasuk bapak halimah sendiri, saat menjenguknya dikantor polisi sang ayah sangat marah, bahkan sempat menampar anaknya itu sambil memaki-maki dan bahkan menyumpahinya, sang ibu hanya bisa menenangkan amarah sang ayah.

Dirumah, halimah yang juga mendengar kabar itu juga kaget dan jatuh pingsan. Keadaanya juga kritis, setelah pingsan selama kurang lebih 3 jam ia terbangun pukul 2 siang, ia meminta air wudhu dan melakukan sholat dhuhur sekaligus dijamak dengan ashar, tak sampai limabelas menit kemudian ia kembali pingsan.

Sore menjelang magrib halimah kembali siuman. Disampinganya ada rizqaan, suaminya, juga ada ayah dan ibunya yang duduk diatas 2 buah kursi plastik. Selain itu juga ada dokter perempuan yang sengaja diundang kerumah.

“a,,, abuya,,,”, halimah berkata lirih

“aku disini adinda”

“Alhamdulillah,,,, apakah sudah tiba waktu magrib?”, Tanya halimah

“belum, masih kira-kira sepuluh menit lagi”

“abuya,,,, ” kata halimah pelan

“ada apa adinda?”

“apakah abuya masih mencintaiku?”

“tentu adinda. Aku selalu mencintaimu karena Alloh”

“aku juga mencintaimu karena Alloh abuya”, halimah lalu diam sejenak, kemudian berkata lirih

“apakah engkau akan tetap bersabar atas segala yang menimpa kita abuya?”

“Engkau akan dapati diriku termasuk orang-orang yang bersabar adinda,,,,”

“abuya, jawablah pertanyaanku”

“ya, apa adinda?”

“apakah engkau meridhaiku sebagai istri?”

“sudah tentu adinda. Suami manapun akan meridhai istri seshalih dirimu, setaat dirimu, sepatuh dirimu. Kamu bukanlah wanita yang tak memiliki kekurangan atau kesalahan. Tapi dengan keshalihanmu, ketaatanmu, kepatuhanmu, aku senantiasa ridha terhadapmu,,,,”

“Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shaalihaat. Aku ingin termasuk diantara wanita yang disebutkan dalam hadist “

“bagaimana itu adinda?”

“wanita manapun yang meninggal dunia sementara suaminya ridha kepadanya, ia pasti masuk syurga”, halimah mengucapkan hadist tersebut dalam bahasa arab dan juga terjemahannya dengan lancar

“semua wanita shalihah mengidamkan itu adinda, dengan izin Alloh adinda termasuk didalamnya”

“Allohumma amien,,, abuya, sekarang aku puas. Apapun yang terjadi atas diriku kini aku sudah kembali menjadi istrimu, aku telah berdo’a setiap malam, agar bisa hidup berdampingan dengan suami yang shalih. Sehingga kalaupun mati, aku akan mati dengan keridhaan Alloh, kemudian dengan keridhoan suamiku,,,,,”, halimah berhenti sejenak

“abuya, bila aku sudah tiada, berjanjilah untuk senantiasa berjalan diatas ajaran Alloh. Didiklah anak kita, dan berbaktilah kepada orang tua,,,,”

“jangan berkata begitu adinda !”, rizqaan menyela

Halimah hanya memberikan isyarat dengan tanganya agar rizqaan tidak bertanya  apa-apa

“berjanjilah abuya,,,,,”

“Aku berjanji adinda. Tanpa berjanjipun ketaatan kepada Alloh adalah janji seluruh manusia saat mereka berada dalam perut ibu mereka ! ” ujar rizqaan

“Alhamdulillah,,,,”

“abuya,,,, tabir itu mulai terbuka, aku mencintaimu abuya, abuya tak perlu meragukan cintaku. Tapi aku lebih merindukan Alloh, bila ini kesempatanku bersua denganNya, aku tak akan menyia-nyiakannya sedikitpun,,,,,”

“adinda,,,,”

“laaillahailalloh,,,,,, muhammadarosululloh……….”

“adinda,,,,”

“laaaaa illahailalloh,,,,,, muhammadarosululloh……….”

“laaaillahailalloh,,,,,, muhammadarosululloh……….”

“laaillahailalloh,,,,,, muhammadarosululloh……….”

Suara tahlil itu mengalun lembut dan syahdu dari bibir halimah, dan itulah ucapan terakhir dari bibirnya, semakin lama semakin lirih dan menghilang ditelan gelapnya malam yang mulai menyelimuti hari itu.

Rizqaan, bapak dan juga ibu halimah, menangis dalam haru birunya suasana itu, kematiaan yang sungguh sangat indah, kematian yang dirindukan setiap muslim yang merindukan Tuhannya, kematian yang menyiratkan aurat syurga. Tak lama setelah itu adzan magribpun berkumandang,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Dan rizqaanpun tak luput dalam kesedihan yang dibalut kebahagiaan itu, atau kebahagiaan yang dibalut kesedihan itu

“duhai, seandainya aku masih memiliki putri yang lain, pasti aku akan menikahkannya denganmu ananda”, kata bapak halimah kepada rizqaan.

“halimah, sudah cukup bagiku pak, nikahkanlah kembali aku dengan putrimu itu pak?”

“aku sudah menikahkannya dua kali ananda,,,”

“cobalah untuk ketiga kalinya pak,,,” ujar rizqaan lirih

“itu bukan lagi hakku ananda, biarkanlah Alloh yang akan menikahkanmu di syurga kelak. Relakanlah kepergiannya saat ini, semua kita toh akan mati juga, gapailah syurga dengan amal ibadahmu. Dengan ketulusan hatimu, hanya dengan itu Alloh akan berkenan mempertemukan dirimu kembali kepadanya,,,,,”

Dan rizqaanpun tersenyum,,,,

Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhoiNya

Maka masuklah kedalam jamaah hamba-hambaKu dan masuklah kedalam syurgaKu

(QS Al Fajr 27-30)

The end

Itulah tadi sekelumit kisah nyata yang bertabur hikmah, penyubur iman, dimana rasa cinta sepasang anak adam yang dilandaskan ketaatan kepada Tuhan mampu bertahan dan tetap teguh menghadapai badai cobaan yang begitu dasyatnya. Sebuah cinta yang berorientasi kepada akhirat (Alloh) akan mampu membuat ujian seberat apapun menjadi ringan dan mudah dijalani, karena Alloh-lah yang jadi tujuan.

Banyak hikmah yang bisa diambil dalam kisah diatas, terutama bagi mereka2 yang  akan segera nikah dan yang sudah menikah:

  1. Wanita yang shaleh dan laki-laki yang shaleh adalah sesuatu yang langka, bisa dikatakan mereka adalah “limited edition” atau “special edition” dimana barang dengan tanda seperti itu biasanya diproduksi secara terbatas oleh pabrikan (kayak sepatu aja). Jadi jika ingin mendapatkan jodoh yang shaleh seperti rizqaan atau seshalehah halimah tanyakan dulu pada pribadi kita, “sudah sesholeh apakah diriku dimataNYA ???” ( ‘NYA’ lho ya,,, bukan ‘nya’), itu yang menjadi kaidah dasar dalam islam, masih ingatkan Al Qur’an surah An Nur ayat 26 (buka lagi dehhhh,,,,). Memang itu bukan harga mati sih,,,, coz kalau Alloh berkehendak lain tinggal kun,,, fayakun,,,, Tapi setidaknya kaidah pokoknya dah kita dapat
  2. Orientasikan setiap hal yang kita lakukan dalam hidup ini untuk mengharap ridho Alloh, niscaya ujian sebesar apapun akan enteng, seenteng mengangkat container puluhan ton dengan bantuan Spreader (alat pengangkut kontainer), kontainernya sih memang berat tapi akan enteng dengan bantuan alat katrol. Yang ini memang berat sih,,, tapi kalau mereka bisa kita pasti juga bisa, betul?
  3. Landaskan rasa cinta kasih kita dengan keimanan dan ketakwaan hanya kepada Alloh, niscaya rasa cinta itu akan membawa keberkahan dan kebahagiaan yang sebenarnya. Karena kita mendapat keridhoanNYA
  4. Seandainya kita membenci seseorang, entah itu sahabat, kakak, adik atau mungkin ayah dan ibu, maka bayangkanlah,,,, mungkin beberapa waktu yang lalu ia masih bercanda, tertawa ceria bersama kita, tapi jangan-jangan saat ini atau nanti mereka sudah tiada. Jangan sampai hal itu menjadi sebab penyesalan bagi kita. Dalam kisah diatas sebenarnya ‘asyraf-pun menyesal, ia bahkan tak ingin masa tahanannya dikurangi karena ia lebih memilih mendekatkan diri pada Alloh dipenjara, ia juga shock atas meninggalnya halimah, adiknya. Setelah di maafkan dan dinasehati rizqaan akhirnya ia mau keluar dari penjara . Begitu juga dengan ayah halimah, akhirnya ia juga sadar bahwa harta bukanlah segala-galanya, kehilangan putrinya telah menyadarkannya
  5. Back to business , dalam bisnis, marketing adalah jantungnya. Walaupun tidak digambarkan secara langsung tapi dari kisah tersebut kita dapat mengambil tips-tips bisnis, antara lain bagaimana marketing yang baik, inovasi, strategi pasar dan juga panduan agar bisnis tak sekedar mengcari dunia, tapi tetap sukses dan diberkahi olehNya
  6. All of that,,, this is about true story brooo,,,,,,,alias kisah nyata, itu artinya hal tersebut terjadi dimasa kita hidup, bukan zaman para nabi dan sahabat yg mana mereka adalah sebaik-baik generasi dengan keimanan dan ketakwaan yang kuat membaja. Kejadian tersebut terjadi mkn beberapa tahun yang lalu, dan mungkin yg mnjadi tokoh rizqaan dalam kisah diatas sekarang masih hidup. Intinya kalau mereka bisa mencontoh kehidupan nabi dan para sahabat mengapa kita tidak??? Toh keadaan kita juga ga jauh beda dengan beliau (atau mungkin malah lebih baik), setuju ?
  7. Nambah satu lagi nih,,,,, buat yang merasa masih canggung atau takut menikah karena alasan klasik (ekonomi), buku ini bisa menjadikan motivasi buat mereka, so sangat dianjurkan bagi mereka yang sudah siap menikah tapi terkendala masalah klasik itu agar segera “TAKE ACTION”,,, jangan sampai bidadari seperti “halimah” didahului oleh sahabatmu !!!

MAJU TERUS PANTANG MUNDUR,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

ALLOHUAKBAR,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

LAA HAULAWALAAQUWWATA ILLABILLAH,,,,,,,,,,,,,,,

2 Tanggapan

  1. subhanallah,,,,crita’x mnyentuh skali,,,
    jd terharu,,brarti bgt bwat motivasi n_n

  2. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: