apa yang dibutuhkan laki-laki saat menikah?

Mungkin tulisan ini lebih didekasikan untuk para calon ibu, tapi ga ada salahnya kalau an ikut nimbrung tentang masalah ini. Biar yang lain juga tahu, terutama untuk ukhti – ukhti yang sudah siap menyempurnakan setengah diennya. Insha Alloh ada pelajaran yang bermanfaat yang dapat dipetik dalam tulisan ini. Memang ini bukan tulisanku, tapi an sudah minta izin ma yg punya lho,,,, tulisan ini an copas dari http://novamiliona.net

langsung saja silakan baca tulisannya dan petik hikmahnya:

menyaksikan acara di televisi, baca-baca di koran, atau dengar obrolan ibuk-ibuk atau bapak-bapak, kadang saya ngeri, cemas, dan takut juga.. dimana-mana kenapa banyak laki-laki yang selingkuh, punya WIL, dll. padahal mereka dah punya isteri dan keluarga yang sangat mencintai mereka.. tapi kenapa masih banyak tragedi yang lebih parah dari situ gitung itu?

kadang saya juga bertanya kepada sang suami, yang notabene laki-laki, sebenarnya apa yang dibutuhkan laki-laki saat menikah? jawabannya mesem-mesem gak karuan.. endingnya malah saya yang disuruh mikir sendiri..wakz!!

tapi pada dasarnya memang kita harus berfikir, apa yang dibutuhkan sang suami (suami kita, bukan suami orang lain T_T)…mereka menikah untuk apa?? pernah suatu ketika sang dosen di PTN tempat teman saya kuliah juga berkata, sebenarnya apa yang kami butuhkan sebagai laki-laki untuk menikah? kalau mau makan enak, bisa ke restoran, kalau mau sekedar nyuci baju bisa ke laundry, atau sekedar beres2 rumah, bisa nyewa pembantu, kalau sekedar hasrat biologis, bisa ke PSK atau yang lebih elit ada ‘ayam kampus’, kalau sekedar cinta, apa ada cinta sejati dari manusia? nah buat apa menikah???

yaaaaaaaa sebuah pertanyaan yang harus bisa kita jawab selaku isteri.. laki-laki menikah karena mereka butuh pendamping, seperti lirik nasyid, dirumah ia isteri, dijalanan ia kawan, itulah yang tidak bisa dilakoni oleh seorang pembantu, PSK, tukang cuci, dan restoran.. pendamping.. laki-laki hanya bisa diikat dengan seorang pendamping sejati… dia butuh teman sejati.. bukan sesosok ibu suri yang mengatur banyak hal.. yang mendikte sang suami harus kemana dan ngapain.. dia butuh sandaran berlabuh.. mendengarkan resah dan keluhnya secara ikhlas.. menanggapi dan merangkulnya dalam kehangatan kasih sayang yang tulus.. yang memanjakan, yang melepas, dan menyambut mereka pulang dengan wajah yang bersih, rumah yang rapi, pakaian yang wangi, anak-anak yang santun, dll

Mario Teguh juga berkata, suami kita adalah teman terbaik yang kita miliki…
apakah kita bisa merasakan kita berbeda dari teman-teman kantornya yang wanita? apakah kita sering menyaksikan ia tertawa lepas dan begitu menikmati bercerita dengan kita, berlaku kadang seperti anak kecil yang begitu manja, dan begitu merindukan kehadiran kita saat kita keluar kota atau sat kita mengunjungi neneknya anak-anak? yang sampai menitikkan airmata karena inginnya segera bertemu dengan kita? kalau belum, mungkin kita belum menjadi teman terbaiknya…
lalu bagaimana caranya bisa menjadi teman terbaik bagi sang suami?
berlakulah spontan.. begitu mario teguh memberi saran.. tapi memang benar, saya begitu merasakannya. spontan menatapnya, spontan me-smsnya, spontan memijitnya, spontan menyuapinya, spontan tersenyum, spontan cemberut, spontan cemburu, spontan memberi hadiah, spontan membuatkan masakan yang diinginkannya, spontan ngajak jalan-jalan, dan spontan mengucapkan I love you…

kemudian, jauh-jauh masa sebelumnya, Rasulullah juga mengatakan, perhatikan dua hal dari suamimu, lapar dan lelahnya…jangan biarkan ia lapar dan jangan biarkan ia lelah.. saya juga merasakan efek melaksanakan sunnah Rasulluah tersebut.. kalau boleh jujur, masakan dirumah jauh rasanya dari masakan restoran.. namun semaksimalnya sang suami harus makan, walaupun makan seadanya, (beruntung juga, si abi selearanya gak neko-neko ;;) ), selain itu beliau juga gak diizinin makan sendiri.. mesti disuapin, biar makannya enak T_T alhasil beliau gak mau makan di luar walau kadang dah laper katanya.. (hikz kasian juga..), dan pernah juga, saya lagi sakit tapi niat untuk membuatnya tak lelah begitu besar sehingga mengalahkan fik yang tak lagi karuan… sepulang kerja, tetap memijit sambil ngobrol saya lakonin,dan subhanallah, malah sakit yang tadi, bisa sembuh, minimal agak berkurang.. saya begitu merasakan tangan Allah begitu membantu saat kita benar2 ingin membuat sang suami nyaman di dekat kita…

sahabatku.. laki-laki tak sekedar cukup dengan cinta.. ia lahir dan ditakdirkan sebagai orang yang dilebihkan akal bukan perasaan.. kalau cinta hanya menyakitkan, ia mungkin akan pergi.. laki-laki (kayaknya) butuh pendampingan.. isteri yang menenangkan, cerdas saat berbicara, bijak saat ada masalah… terkadang laki-laki tak butuh jawaban atas masalahnya, tapi hanya sekedar pendampingan.. pendampingan yang sesungguhnya…manjakan ia karena hanya kita yang bisa melakukannya.. jadilah seorang manager bukan ibu suri, yang mengarahkannya makin mengenal Tuhannya.. karena itulah yang dibutuhkan laki-laki saat menikah.

2 Tanggapan

  1. sekiLas kesannya kug sosok suami itu terLihat LeMah gituu yaK??

    meMang beGini fithRahnya ataaaaao…?? :bingungmode:on

    hee..

  2. ya begitulah,,, bisa salah bisa benar,,,,,, just opinion, so everybody maybe different🙂
    tapi menurutku walaupun lemah, laki-laki pantang kalau dianggap lemah,,, ya pa gak ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: