kawan, baca tulisan ini dan renungkanlah !!!

Akhirnya ujian Riset operasi selesai juga dilaksanakan pada  ujian akhir semester genap kali ini. memang ane punya sedikit masalah dengan mata kuliah ini. isinya lebih kearah matematika yang dari dulu sulit kupahami. dari ketiga soal yang kukerjakan tidak ada yang yakin 100 % betul, semoga nilai tugas masih bisa menolong,,,,,,,

Setelah sholat asar yang terlalu molor karena harus mengikuti ujian RO tepat waktu, ane jadi kebingungan sendiri karena falshdisk ku tidak ada dikantong, padahal ana yakin tadi dah ta masukin ke kantong. akhirnya ana pun balik lagi ke lantai tiga, dimana tadi merupakan tempat tes RO. kucari disekitar tempat dudukku tadi.

bagi orang komputeran, tidak membawa flashdisk bagaikan motor tanpa jok atau bola sepak tanpa angin ataupun soto panas tanpa sendok. bisa jalan sih,,, tapi tidak akan enak dan nyaman rasanya. Apalagi FDnya berisi file-file penting dan sebagian rahasia.—–> perumpamaan yg tidak nyambung.

“ahhhhhh tidak ada juga ” pikirku. tapi setelah ku cek ditas sekali lagi  “ehhhhhhhhh,,,,,,,ternyata disitu” “Alhamdulillah ” pikirku

Setelah itu ane langsung menuju ruang KM (keluarga Mahasiswa) untuk mengikuti RHT (rapat Harian Terbatas) SKI FMIPA UNS yang sudah dimulai sejak ane masih ujian tadi. “gapapalah biar telat asal selamat” (sekali lagi, ga nyambung,,,).

diteras yang memang tidak ada rak sepatunya berserakan sandal dan sepatu ikhwan dan akhwat yang bertitle ADK yang sedang syuro RHT membahas keberlangsungan lembaga dan dakwah islam kedepan yang di usung  di pundak mereka. langsung saja ane masuk sambil mengucapkan salam dan,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Kenapa ada sesuatu yang janggal, hanya sedikit yang menjawab salamku, itu pun dari beberapa akhwat saja yg terdengar (karena memang dekat pintu),,,,,,,,,,,,,

anehnya lagi ada beberapa akhwat yg menangis, dan begitu ana masuk di tempatnya ikhwan, disana ada salah seorang saudaraku yang sedang menangis  sambil tertunduk, “siapakah ia ?” ia adalah kordept kaderisasi SKI MIPA.

sudah terbayangkan olehku apa yang sebenarnya terjadi. dan memang benar apa yang menjadi dugaanku. ibu saudaraku ini telah meninggal dunia pagi tadi dan baru dibocorkan kepadanya saat itu (skitar 16.30 WIB). karena pertimbangan nanti bisa menggangu Ujian Akhir Semesternya ini.

Syuro langsung dihentikan. Kami semua mencoba menghiburnya, memberi dukungan padanya agar ia bisa tabah menghadapi ujian yang sebenarnya kali ini. kami mengantarkannya keluar ruangan.

saudaraku ini bersi keras ingin pulang ke Lampung. Ya Lampung, ibunya sakit dan dirawat disana dan meninggal disana juga. KAWAN,,,,,KETAHUILAH, walaupun ia berangkat saat itu juga ia tidak akan pernah, TIDAK AKAN PERNAH BISA MELIHAT WAJAH IBUNDANYA UNTUK YANG TERAKHIR KALINYA !!!. Karena malam itu juga ibunya akan dimakamkan disana.

Ada 2 kerabatnya juga yang kuliah di UNS yang mencoba menenangkannya. Kami semua menyarankan agar ia berangkat besok pagi saja bersama dengan keluarganya yang dari Ngawi. Tapi percuma saja, ia tetap ingin segera pulang ke Lampung. Mungkin ikatan batin saudaraku ini cukup kuat sehingga sebelum kejadian, pagi atau siangnya ia sudah memesan tiket kereta api lebih dulu. Ia memang berencana pulang ke Lampung malam ini juga.

Tapi semuanya sudah terlambat,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

sekilas saat ia akan berangkat sambil terisak ia sempat berucap yang kurang lebih “Aku tidak mau hal ini terjadi lagi seperti Ayahku dulu,,,,,” ya, kurang lebih seperti itu. Ayahnya juga sudah meninggal sebelumnya. Dan ia juga tidak sempat melihat wajah Ayahandanya untuk yang terakhir kalinya, dan sekarang terulang pada Ibundanya

Ya Alloh Ya Robbi,,, berilah kekuatan dan ketabahan untuk saudaraku ini, lapangkanlah dadanya untuk menerima cobaan dari Mu ini,,,,,,,,

sampai menjelang magrib pun peristiwa yang baru saja terjadi masih terbayang-bayang dalam benakku. setelah sayup-sayup adzan magrib mulai lamat-lamat tak terdengar, ane baru sadar kalau MIPA ged A blum ada yang adzan.

ane langsung menuju gedung A, naik ke lantai 2,  kubuka pintu lab 1 dan kulihat ada 2 orang sahabatku masih asyik dengan komputernya. Ana langsung jengkel campur sedikit marah (karena memang ane masih terbawa suasana duka saat itu). dengan sedikit membentak ane berkata ” ayo gek ndang magrib, wis adzan ki lho !!!” tapi teman-temanku ini masih kurang respon jadi an semakin tambah dongkol. kubanting tasku ke kursi, kemudian langsung ambil air wudhu. hampir lupa kalau ana berpuasa, untuk sekedar membatalkan puasa, ane minum seteguk air, kutaruh botol yang kosong secara kasar lalu pergi begitu saja menuju mushola. Tapi dari gedung B ane mendengar sayup-sayup suara adzan, maka ane langsung berbelok dan menuju mushola gedung B di lantai 1.

Entah mengapa waktu sholat magrib saat itu, tiba -tiba air mata ane menetes terus menerus sampai sholat magrib selesai dilaksanakan.

Ana teringat masa kecilku dulu. Waktu ane masih duduk di kelas 1 atau 2 SD ibuku juga sakit parah, beliau sakit komplikasi dan memang sudah berbulan bulan dirawat di rumah sakit. Dan akhirnya beliau meninggal dunia.

Tapi yang ane sesalkan adalah betapa bodohnya aku saat itu. Karena ana merasa sering dimarahi oleh ibu, jadi sempat terlontar kata-kata yang tidak pantas sama sekali saat berbicara dengan adikku yang saat itu masih balita “dek, nanti klo ibu sudah pulang dimarahi lagi ya, biar ga pulang-pulang !!! ”

ASTAGHFIRULLOH,,,,ampunilah hambaMu yang durhaka ini ya Robbi

ingin rasanya ane kembali ke masa lalu, kemudian kutampar mulut Lancang itu sampai berdarah-darah. Biar komnas perlindungan anak mau maju skalian, akan ku katakan bahwa itupun masih BELUM CUKUP untuk membela seorang ibu.

Sedikit yang kubaca dari biografi tulisan ayahku tentang riwayat hidup ibuku, sebenarnya dokter sudah mengetahui bahwa penyakit yang diderita ibuku sudah akut, kronis dan tidak mungkin disembuhkan (kecuali dengan izin Alloh). penyakit itu sudah menggerogoti seluruh organ dalam ibuku, mulai dari hati, pankreas, usus, lambung, ginjal sampai paru-paru sudah terkena semua. Sehingga berdasarkan bukti ilmiah dokter telah memvonis  bahwa UMUR IBUKU TINGGAL BEBERAPA HARI LAGI.

itulah sebabnya Ibu selalu menangis saat teman-temannya datang menjenguknya ,,

itulah sebabnya ibu sudah tidak dirawat lagi dirumah sakit,,

itulah sebabnya kami (ana sendiri, kakak dan adikku)  semua dijemput dari Bulu Sragen menuju ke Solo (daerah asal asli ibuku) walaupun saat itu masih dalam jam sekolah,,

itulah sebabnya malam itu, ibu begitu baik padaku, ia memberikan selimutnya padaku dan adikku yang tidur dikamar sebelah.

walaupun tanpa berkata-kata tapi melalui pandangan matanya yang sayu dan redup seakan-akan ia berpesan padaku     “nak, besok ibu mau pergi !!!”

dan keesokan harinya, ibuku menghembuskan nafas terakhirnya

***************************************************************************************

tulisan diatas semuanya adalah kisah nyata (insha Alloh), tulisan ini selesai pukul 00.44 WIB , Jum’at 19 Juni 2009

pesan yang ingin ana sampaikan adalah :

Jangan sia-siakan kedua orang tuamu, sayangilah dan muliakanlah mereka,,,,, berbaktilah kepada keduanya. Kepada bapak ibu yang telah merawat kita selama ini sampai kita sebesar ini.

jangan sampai semuanya terlambat dan kita menyesal suatu hari nanti.

bagi yang bapaknya sudah meninggal, maksimalkanlah bakti kita pada ibu kita

bagi yang ibunya sudah tiada, maksimalkanlah bakti kita pada bapak kita

bagi yang kedua ibu bapaknya sudah tiada, maksimalkanlah sisa umur kita untuk mendoakan keduanya setiap hari.

kabar terakhir dari saudaraku kordept kaderisasi ini sekarang masih dalam perjalanan menuju Lampung dengan naik Bus kemudian dilanjutkan naik kapal menuju Lampung , entah kenapa tidak jadi naik kereta api, mungkin ada kendala lain yang tidak memungkinkan naik kereta api   (Ya Alloh mudahkanlah perjalanan saudaraku ini)

5 Tanggapan

  1. sabar akhi…

  2. akh Nakif sekarang (jam 19.30an 19 Juni) masih dalam perjalanan menuju Lampung unt mengunjungi pusara ibunya yg baru kemarin meninggal. sekarang sampai kemuning. Insha Alloh sampai tujuan sekitar pukul 21.00an nanti.
    kawan,,, do’akan saudaramu ini. semoga diberi ketabahan dan kesabaran dalam menjalani ujian yg sebenarnya ini

  3. makasih ya saubani,

    kalo yang april baca dari buku ” satu tiket menuju surga’,
    orangtua adalah pembawa tiket kita ke surga, jadi jangan pernah sia2kan mereka…….

    btw, kenapa ga naik pesawat aja…. lain kali patunganlah buat beli tiket pesawat, selisih harganya ga jauh dari perjalanan darat.
    thanks

  4. iya pril mang naik pesawat kok jadinya, tapi waktu tu yang sift pagi telat, jadi akh nakif naik yang sift sore gitu, ya do’akan saja, agar ia diberi kekuatan, ketabahan dan kesabaran menerima semua ini

  5. Syukron akh, atas dukunganya……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: