Plus minus Facebook, facebook dimata para aktivis dakwah kita

Belakangan ini mulai marak seputar fatwa haram facebook. Bermula dari para ulama dari jawa timur yang tergabung dalam Forum Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtdien Lirboyo, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Pondok Pesantren se Jawa-Madura yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3) mengharamkan pemanfaatan situs jejaring sosial secara berlebihan, seperti mencari jodoh maupun pacaran.

Hal ini tentu saja memancing kontroversi yang melibatkan banyak pihak. Mulai dari para ulama, pakar teknologi dan informasi sampai para facebooker sendiri mulai berkomentar, mengeluarkan pendapat dan pemikirannya masing-masing.

Tapi ane ga terlalu ambil pusing. Memang benar facebook telah mulai menjangkiti para remaja dan sebagian besar pengguna internet di seluruh dunia, bahkan indonesia sendiri. Tak terkecuali juga para aktivis dakwah kita, para ikhwan dan akhwat yang notabene adalah pengusung dakwah islam ini juga sudah mahfum yang namanya facebook. Bahkan facebook ini sendiri pun dijadikan ladang dakwah.

Undangan syuro , kata-kata motivasi, kata-kata mutiara juga hadist dan Ayat Alqur’an pun banyak mewarnai dunia perfacebookan mereka (aktivis). Dimanapun mereka berada disitulah ladang dakwahnya . Ya, itu memang baik dan ane juga salut buat mereka. Selain bisa bertemu dengan teman-teman lama dan juga bisa bersilaturahmi dengan sahabat yang berada nun jauh disana, bisa menemukan kembali sahabat2nya yang mungkin menghilang mereka juga bisa memanfaatkan Facebook ini untuk saling menasehati dan berdakwah juga.

Tapi yang patut disayangkan adalah mereka juga bisa kebablasan memanfaatkan facebook ini. Maklum mereka kan (aktivis dakwah) juga manusia. Dalam beberapa pengamatan yang ane dapat dan ane tahu sendiri (karena ane juga sering Facebookan, heeeee 🙂 ) ada beberapa hal yang memang salah kaprah yang terjadi. Diantaranya yaitu:

  • Waktu posting facebook yang ta kenal waktu

Pernah bahkan sering ini terjadi pada teman2 aktivis kita. Mereka yang biasanya sangat menjaga jam malam dalam beraktivitas. Yang dibatasi saat malam tiba. Di kampus ane biasanya jam malam ini mulai diberlakukan jam 20.00 WIB. Setelah jam itu dilarang ada aktivitas antara ikhwan dan akhwat baik secara langsung maupun tidak langsung (SMS,Telepon dll). Hal itu dilakukan untuk menjaga masing2 pihak dari hal-hal yang mungkin bisa membelokkan niat dan tujuan dakwah ini. Tapi kenyataan yang terjadi ada juga akh dan ukh yang tengah malam bahkan mau tahajud pun sudah mulai posting di FB mereka sendiri2, dan masih ada juga yang coment saat itu juga. Ya, memang yang baca kan ga semua aktivis, lagi pula semua yang sudah jadi teman ( yang sudah di-add) kan bisa baca juga. Jadi ga berdua thok !!. Mungkin seperti itulah dalil mereka. Tapi dengan begitu legitimasi dan eksistensi ”jam malam” jadi percuma dunk. Ya ,percuma kalau ga boleh sms-an dan telepon2an tapi malah tetep asyik Facebookan?, yo po ya? ( jujur aja, ane –pen- juga pernah kok,,,, )

  • Yang kedua. Ada beberapa ikhwan dan akhwat yang pasang dan posting foto-foto narsis mereka.

Lho emang apa salahnya???. Ya mungkin antum wa antuna berpendapat seperti itu. ” kan fotonya kecil, ga terlalu keliatan banget!!!” iya emang kecil, tapikan bisa di klik dan dilihat pada ”profile” bahkan parahnya lagi disitu kita bisa mengeksplore data-data pribadi yang sudah kita masukkan dalam account FB kita. Nah bagi akh atau ukh yang iseng mereka akan mencoba mengambil data-data pribadi kita dan bisa digunakan yang nggak-nggak (weleh,,,,, masak segitu jauhnya, [insha Alloh nggaklah !!]). Selain itu dalam etika pergaulan islam, untuk laki-laki dan wanita, baik aktivis maupun nggak semuanya diwajibkan untuk ghasdulbashor alias menundukkan pandangan. Gimana mau nunduk kalau ukhti yang terkenal jelita itu pasang foto narsis yang dimanis-maniskan,,,,,,,!!!! Wahhhhhh bisa rontok hati mereka-mereka yang memang ehm…ehm…..

Jangan salah juga, yang akhwat juga sama kali??? 😛

Walhasil ga jadi ghadulbashor dunk,,,,,,,,,😦

Itulah sekelumit kisah tentang facebook. Tapi ingat pendapat diatas hanyalah pendapat pribadi ane sendiri. Penilaian akhir teserah antum wa antuna semua.

Kalau mengharamkan jujur ane ga berani. Kalau menghalalkan apa lagi??? Tambah ga berani.

Tapi menurut ane itu semua tergantung bagaimana kita menggunakan facebook ini. Jangan berlebih-lebihan lah,,,,,coz Alloh tidak suka ma yang berlebih-lebihan.

Pesan ane dalam berFB ria :

Tahu waktu

Tahu kondisi

Dan tahu diri

Jangan sampai sesuatu yang bisa kita manfaatkan malah menjerumuskan kita.

NB : tulisan ini berdasarkan inspirasi ane karena di interogasi oleh beberapa orang tmen ane yang langsung bertanya to the point

”piye ustadz, ustadz lab syeh syaibani Al Srageni, bagaimana fatwamu tentang facebook?, kalau kamu berfatwa haram aku manut wae, kalau halal aku yo manut?” kata mereka yang sebenarnya meledek ane, memang ane siapa? Kok diminta fatwanya segala????.

Mau ane jawab apa coba? Mau ta jawab ”HARAM!!!!!!!!!!” padahal ane sendiri lagi FACEBOOKan ????

Kalau ta jawab ”HALAL !” mereka pasti bakalan teriak ”tuuu kan, syaibani wae menghalalkan kok, masak kita mengharamkan?”

Woooo lha dhalah !!!!!! DASAR BUAH SIMALAKAMA, dimakan nyelek di tenggorokan ga dimakan nyelek di mata. Enaknya biar mereka saja yang makan, biar keselek, the end lu semua !!!!!!!!!!

7 Tanggapan

  1. nek masalah jam malam aku gak setuju say…
    soale facebook kan ndak langsung ditanggapi. kalau diatanggapi itu yang perlu dipertanyakan. pun itu kan keliatan sama semua orang, jadinya yo ndak privat seperti sms atau telpon malam malam yang mungkin menimbulkan rasa yang iya iya dan praduga yang tidak tidak…

  2. ya,,,, syukron akhi atas masukannya.
    ya begitulah, intinya kita jangan berlebihan dalam berfacebook ria.

    sesuatu yang kekurangan itu tidak baik dan yang berlebihan itu juga tidak baik
    SEMANGAT !!!!!!!!!

  3. Hmm, teknologi informasi telah banyak mengubah masyrakat… ini sanagt tidak terbyangkan sebelumnya…cepat dan tak terduga..

    Kata dosen saya yang ahli di bidang E-Business, “Tidak sulit mengelola perubahan teknologi itu, justru lebih sulit mengelola perubahan yang terjadi pada manusia.”.. Ini kan yang terlihat pada fenomena facebook…

    Pembuat facebook ‘cuma iseng’ menginovasi situs jejaring sebelumnya untuk kalangan akdemis, ternyata peubahan yang ditimbulkan begitu ‘wow’ dan mengubah dunia.. masalahnya manusianya belum tentu bisa ‘menginovasi’ pola pikirnya sendiri, .. aduh ribet, maksud saya banyak manusia yang mentalnya belum siap menghadapi perubahan teknologi yang terlalu cepat dan akibatnya banyak teknologi yang disalahgunakan/ tidak dimanfaatkan untuk kemaslahatan…… banyak yang kecanduan karena mereka lupa bagaimana seharusnya teknologi digunakan…
    Pada akhirnya perubahan teknologi yang cepat tanpa diiringi mental manusia yang siap, akan membawa pada banyak kerugian…tapi Kalau kita pengguna teknologi yang cerdas, tentu banyak maslahat yang didapat…

  4. nice artikel.. izin download..

  5. monggo,,,,,, semoga bermanfaat ^_^

  6. Yg penting jgn NGELUH DI FB tetang masalah yg di alami. SETUJU!!! (y)

    IBNU ATHOILLAH FFC

  7. Heheh, iya Setuju banget mas,,, Tambahan tulisan diatas :Dilarang ngeluh di FB !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: