Anakmu, Anakku, Anak Kita di Masa Depan

Saat itu, di ruang tamu sebuah sekolah SMA terjadi sedikit keributan antara guru, siswa dan orang tua dari siswa tersebut.

“Pokoknya gak mau bu !” Teriak siswa tersebut kepada ibunya.

“Tapi nak, ibu sudah janji mau balikin motor itu ke yang punya” jawab si ibu dengan suara lirih.

Sang guru yang mencoba menengahi pertengkaran antara ibu dan anak itu hanya bisa geleng-geleng kepala sambil mengelus dada.

Karena sudah sangat menginginkan sepeda motor terpaksa sang ibu rela mencari pinjaman karena apa daya tak sanggup untuk membelikannya, sang suami telah lama tiada. Demi agar anaknya mau berangkat sekolah.

“Nak, ibu dulu sekolah jalan kaki beberapa kilo meter, ibu harap kamu juga mau bersabar sampai ibu punya cukup uang untuk membelikanmu sepeda motor ” kata sang ibu memelas, “Ibu sudah janji sama tetangga mau balikin motornya hari ini”

“Ahhh bodo amat bu,,,, itu tahun berapa bu?! Sekarang tahun 2012 bu !” Balas sang anak dengan nada tinggi. “Pokoknya mau ibu nangis-nangis kek, mau minta sampai nangis darah kek,,, aku gak peduli !”

Akhirnya pertengkaran antara ibu dan anak itu menemui jalan buntu. Sang ibu keluar sambil menggendong anak keduanya yang masih balita.

Beberapa nasehat bijak maupun peringatan keras dari pak guru tampaknya tak membuat siswa tersebut untuk sedikitpun mengalah kepada ibunya. Setelah beberapa kali nasehatnya mentah didepan siswa yang keras kepala tersebut, terlihat matanya berkaca-kaca. Marah, jengkel sekaligus kasihan dengan keluarga siswa tersebut.

Masih di sekolah yang sama , terlihat sedikit kerepotan dipagi hari menjelang KBM di sekolah. Seorang pegawai sekolah terlihat kerepotan membawakan air dan sedikit hidangan kepada tamu sekolah yang berasal dari Dinas setempat saat itu.

“Sini Pak, masak bapak yang anterin sendiri ”

Sahut seorang siswa menawarkan bantuan saat melihat pegawai sekolah itu kerepotan seorang diri melayani tamu. Ia dengan senang hati menawarkan bantuan untuk mengantarkan jamuan kepada tamu agar pegawai tersebut tidak terlalu kerepotan.

Siswa tersebut memang terkenal ramah dan suka menolong diantara rekan-rekannya. Selain itu ia juga merupakan anak yang cerdas dan pernah juara kelas disekolah sebelumnya. Sopan dan santun kepada guru juga jadi kebiasaannya. Di masjidpun ia biasa terlihat di shaf pertama sedang menunggu iqomat sambil membaca al qur’an bersama teman-temannya yang lain.

Itulah sekelumit dinamika perilaku anak yang bisa terjadi dimasyarakat kita. Anak yang taat dan patuh biasa kita sebut dengan “anak berbakti” sedangkan anak yang cenderung pemberontak, berani, tidak sopan dan santun kepada orang tua biasa kita sebut sebagai “anak durhaka”.

Kita sebagai orang tua tentu mengharap anak yang berbakti seperti kisah kedua diatas. Namun apakah usaha anda untuk mewujudkannya? Seakan-akan anak sholeh / sholihah adalah do’a klise yang menjadi standar menyambut kelahiran buah hati bagi kaum muslimin di negeri ini.

“Selamat yaa, Semoga kelak jadi anak yang sholeh / sholihah” begitulah do’a yang otomatis diucapkan saat mendapat kabar kelahiran sang buah hati. Tanpa bermaksud menyalahkan do’a tersebut, namun sadarkah kita para orang tua bahwa usaha kearah sana tentu tidak semudah mengucapkannya.

Untuk itulah mari kita lengkapi semangat kita sebagai orang tua dengan landasan ilmu, ilmu tentang bagaimana cara mendidik anak itu? seperti apakah Rasulullah mendidik anak? Seperti apa standar “anak sholih” itu sebenarnya?

Kemudian dengan ilmu itu bisa jadi landasan kita beramal, agar “anak sholih” yang kita maksud benar-benar sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan Assunnah yang shohihah. Bukan sekedar “sholih” dimulut saja.

Terakhir, sudahkah kita mendo’akannya? Setiap hari?, disepertiga malam terakhir? atau mungkin dikala sempat saja? Do’akanlah anak kita sesering mungkin, kita tidak tau bagaimana ia akan menjalani hidupnya. Berjalan sesuai koridor Allah Ta’ala atau justru sebaliknya. Do’akanlah ia karena do’a orang tua kepada anaknya ibarat do’a Nabi kepada Umatnya.

Sekali-kali pandanglah wajah anakmu ketika sedang tertidur lelap. Wajah yang masih lugu dan polos itu akan segera terpapar gemerlapnya dunia dalam rentang pertumbuhannya. Jika kita tidak siap membekalinya, ia akan menjelma menjadi pemburu dunia yang buas bahkan bisa jadi lebih buas dari serigala yang kelaparan, atau jika kita sebagai orang tua sudah membekalinya dengan “ilmu” Insya Allah, ia akan bijak menempatkan dunia ini sesuai posisi dan porsinya. Tidak melanggar halal dan haram yang telah diatur sang Penciptanya.

 

(Untukku dan istriku yang baru saja menjadi ayah dan ibu)

Menulis itu gampang-gampang susah

Menulis itu gampang-gampang susah, gampang kalo inspirasi lagi ngalir, susah kalo inspirasi gak bisa istiqomah, lama-lama males dah,,,. Setelah kemaren bikin tulisan tentang “Alasan Kenapa Menjadi Seorang Penulis ?” sebagai azzam untuk semangat nulis lagi tapi karena dilanda berbagai penyakit males dan kurang gairah, (sok) sibuk dll akhirnya vakumlah blog ini dari update posting-posting bahkan sekedar untuk bales komen.

Beberapa tips untuk penulis pemula:

  1. Tulislah tulisanmu dengan gayamu sendiri

Terserah kamu, mau bahasanya formal, gaul atau semi formal yang penting paling nyaman dan enak dengan dirimu

NB: Asal jangan terlalu norak, lebai, alay dll

  1. Banyaklah membaca

Bacalah untuk menambah wawasanmu, bacalah teknik / gaya tulisan yang baik itu seperti apa dan pelajari

  1. Istiqomah

Nah,,, ini nih yang paling sulit (bagi penulis sendiri). Pokoknya kalau sudah bisa yang satu ini, insya Allah bakalan sukses.

  1. Apa tujuanmu menulis?

Sekedar berbagi info, pengetahuan, dapat uang, dakwah, iseng atau emang cuma asal nulis? Tujuanmu menulis inilah yang akan jadi ruh-tulisanmu.

Satu tips penting tentang menulis buat para penulis (jurnalis, wartawan, bloger dll)

Ibarat perkataan, Tulisan juga bisa diumpamakan seperti pedang bermata dua, jika baik penggunannya, baik juga hasilnya. Tapi jika buruk penggunaannya akan berakibat buruk juga akhirnya. Maksudnya tulisanmu bisa jadi amal jariah yang pahalanya ngalir terus walaupun anda telah meninggal dunia, tapi juga bisa jadi dosa jariah yang dosanya tetap mengalir walaupun anda telah meninggal dunia.

Menulislah tapi tetap berhati-hati, jangan terjebak dengan jargon “kebebasan Pers” maupun “kebebasan berekspresi” dll. Semua harus sesuai koridornya, dan ingat!!! semua akan dipertanggung jawabkan dihadapanNYA

Semoga penulis bisa istiqomah dalam menulis tulisan yang bermanfaat.

 

Bahtera itu Bernama Rumah Tangga

bahtera

Rumah tangga diibaratkan layaknya bahtera

Nakhodanya suami, sistennya isteri

kapalku bukanlah kapal ferri yang cepat

bukan pula kapal pesiar yang mewah

saat ini hanya kapal sederhana

 

Tapi kapal ini punya satu tujuan yang pasti

Yaitu surga Allah yang kekal abadi

Walaupun tidak dilengkapi peralatan yang canggih

Tapi kapal ini punya buku navigasi yang bisa diandalkan sepanjang masa

Al Qur’an dan Hadist pedomannya

 

Yang namanya laut, mau lihat depan, belakang, kiri dan kanan semuanya laut

Kadangkala pasti bosan melanda, capek dan lelah

Kalau sudah bosan, nakhoda dan asisten harus saling menghibur

saling bercanda memecahkan suasana

 

Yang namanya laut, pasti ada ombak dan angin lautnya

kadang hanya riak-riak kecil dan angin sepoi yang semilir

Tapi bisa juga ombak besar disertai badai yang menyambar-nyambar

kalau semua itu terjadi sang nakhoda dan asisten harus saling berpegangan tangan

Harus saling menguatkan,

Jangan sampai kapal ini karam

 

Suatu saat nanti kapal ini harus mengisi perbekalan

Jika Allah meridhoi, kapal ini akan singgah di suatu pulau nan indah

Pulau dengan ombak yang tenang, laut biru yang jernih

Pantainya bersih dan berpasir putih

Seperti Maldives

Tapi Ingat ! Sang nakhoda dan asisten tidak boleh lupa dengan tujuannya.

Mampir dipulau itu hanya untuk mengisi perbekalan

Setelah selesai bongkar muat perbekalan, angkat jangkar dan lanjutkan perjalanan.

 

Seiring waktu menuju tujuan, akan ada anggota baru dikapal ini.

Mereka akan mengisi ruang yang kosong dengan tawa yang riang

Kadang juga dengan tangis yang sedih

Mereka akan menjadi penyenang hati, penyejuk mata

Tapi itu hanya sementara, suatu saat nanti mereka akan punya kapalnya sendiri.

Yang paling penting adalah jelaskan pada mereka bahwa Surgalah tujuan hidup kita.

Sebaik-baik tempat kembali bagi umat manusia

Meraih keridho’an Rabbnya

 

Jangkar telah diangkat dan layar telah terkembang

Sekarang kapal ini berlabuh menuju tujuan

Menempuh perjalanan yang tak tahu seberapa lama dan seberapa jauh

 

Ya Allah, aku ingin diakhir perjalanan ini engkau berkata kepadaku

“Yaa ayatuhannafsul mutmainnah ‘irji’i ilarobbiki rodhiatammardiyah Fadkhuli fi’ibadi wadkhuli jannati”

 

“Wahai jiwa-jiwa yang tenang, datanglah kepada rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhoiNYA. Masuklah kedalam jamaah hamba-hambaKU, Masuklah kedalam surgaKU”

 

28 Nopember 2013 –> 2 hari sebelum aku menikah, nasihat untuk diriku dan juga untuk saudaraku kaum muslimin menjelang pernikahanmu

Ada Apa Dengan Demokrasi ???

Review sejarah,,,
* dulu Israel dan negara2 barat gembar gembor menyuarakan demokrasi untuk Palestine saat negara itu terpecah jadi 2 faksi: hamas n fatah, akhirnya diselenggarakanlah pemilu sesuai tatacara “demokrasi” yang mereka elu-elukan, kebebasan berpendapat, suara rakyat de el el. Hasilnya ternyata Hamas yg menang, TAPI apa yg terjadi ?? Israel dan negara2 barat menolak hasil tersebut, tidak mengakui Hamas sebagai pemenang pemilu yg sah, bahkan men-cap organisasi itu sbg organisasi terroris, kalau mau kembali ke sistem “demokrasi” yg mereka dewa2kan harusnya Hamas juga termasuk bagian dr “demokrasi” krn merupakan bentuk “aspirasi rakyat” dan rakyatpun percaya pd organisasi itu.

*Libya,,, presiden negara ini dikudeta sendiri oleh rakyatnya stlh bbrp puluh tahun berkuasa. Di posisi ini, presiden didukung militer yg masih cukup kuat. Tapi akhirnya tumbang juga ditangan rakyat, Tapiiiii,,,, tentu saja setelah AS n sekutunya ikut nimbrung membantu melumpuhkan militer Khadafi melalui tangan NATO dengan dalih “MENEGAKKAN DEMOKRASI DAN MELINDUNGI RAKYAT YG DIBANTAI PEMERINTAHNYA”

* Loncat sebentar ke tetangga komplek, Suriah.
sampai saat ini rakyat Suriah sendiri masih berjuang menghadapi kekejaman dan kedzaliman pemerintahnya yg di pegang seorang presiden yang bengis dan kejam yg beraliran syiah nusyairiyah yg merupakan kelompok minoritas namun memegang militer dan kekuasaan di negara tsbt. Berbulan2 sudah pembantaian dilakukan oleh militer Suriah, NAMUN APA YG TERJADI ???? negara2 barat yg mendewa2kan demokrasi diam seribu bahasa untuk membantu rakyat Suriah melawan pembantaian yg dilakukan pemerintahnya sendiri ! Sangat sangat berbeda 180 derajat dengan apa yg mereka lakukan di Libya.

* Yang terbaru dan masih hangat adalah di kudetanya presiden mesir terpilih Muhammad Mursi melalui pemilu yg sah yg berhaluan islamis oleh kelompok militer yg sekuler liberalis. Kita lihat apa yang dilakukan mereka2 yg men-agung-agungkan demokrasi ??

# Demokrasi itu harus sesuai pesanan n kepentingan “kalangan tertentu” yang cenderung anti islam
# Demokrasi itu tidak harus berdasar suara terbanyak, minoritas-pun ga masalah yang penting sesuai ama yg “minta”
# Semoga Allah Sang Penguasa Jagat Raya segera memberikan yang terbaik untuk umat Islam di akhir zaman ini, yg diobok2 dan terombang-ambing layaknya buih di lautan
# Semoga Allah Azza Wajalla menjaga dan melindungi Bpk Muhammad Mursi, walau bagaimanapun juga, beliau adalah saudara kita sesama muslim, dan merupakan presiden mesir paling mending drpd presiden mesir sebelum sebelumnya. (versi penulis)
Masihkah berharap pada demokrasi unt menegakkan dienul islam yg haq ??

Saatnya kita introspeksi diri, kembali pada perintah Allah dan RasulNya

Cara Memilih Laptop/Notebook Untuk Gaming

Tulisan ini didedikasikan buat mereka yang mencari laptop/notebook gaming dengan spek yang OK tapi dengan budget yang terbatas.

Kenapa laptop gaming ? coz entah laptop maupun komputer desktop yang bisa buat main game, game berat 3D khususnya merupakan komputer dengan spesifikasi yang paling tinggi n mahal, kalau udah ngacirrrr buat main game berat, insya Allah yang lain lewat.

Kalo buat game, kenapa gak PC Desktop aja? Ya ,,, emang bener sih, kalo buat khusus game memang lebih disarankan pakai komputer desktop, Tapi,,, disisi lain keberadaan laptop masih menang disisi mobile-nya. Laptop yang bisa dibawa kemana-mana, sekaligus ampuh buat main game, tentu lebih disukai bagi mereka yang aktif dan ga suka nongkrong berjam-jam di kamar terus buat main game. Bisa buat kerja, atau sambil kuliah atau sambil nongkrong di cafe sambil menikmati wifi gratis.

Prinsip ekonomi yang terkenal bilang “Mengeluarkan pengeluaran sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya” kira-kira begitulah bunyinya. Jadi artikel ini tidak bermanfaat kalo agan / temen2 punya budget GEDE untuk menyalurkan hobi main game-nya melalui laptop / notebook. Kalo punya budget diatas 20jt, langsung aja beli Laptop ALIENWARE insya Allah ngacirrrr tuh buat ngegame apapun.

Masalahnya klo budget terbatas tapi pengen laptop yang spesifikasinya wah,,,, nah, ini yang agak susah.

OK,,, Langsung aja kita bahas beberapa komponen utama yang jadi tolok ukur bagus tidaknya laptop untuk gaming dengan cara yang sederhana.

1. Prosesor

Prosesor merupakan otak dari komputer, udah jelaslah, kalo otaknya bagus pasti bagus juga buat game. Pastikan prosesor yang kamu pakai adalah generasi diatas Quad Core untuk prosie Intel biar bisa buat main game2 terbaru yang rata-rata menuntut spek tinggi. Kalau versi AMD, penulis ga terlalu hafal generasinya, tapi generasi Phenom udah lumayan.

Selain generasinya, lihat juga cachenya,,, biasanya berkisar 1 MB, 2 MB atau 3 MB atau lebih, makin besar cahce-nya makin bagus dan kemampuan prosie buat memproses data jd lebih cepat.

Terakhir lihat clockspeednya,,, satuannya GHz atau GigaHertz, diatas 2 Ghz itu sudah baguslah, walaupun ga jamin, coz speednya 3 Ghz-pun bisa kalah ama 2 GHz yang punya 2 atau 4 inti (core), apalagi ditambah fitur Turboboost yang bisa menaikkan clock secara otomatis saat menjalankan program berat (auto overclock).

Selanjutnya, untuk membandingkan nilai CPU benchmark-nya, silakan cari di situs http://www.cpubenchmark.net/cpu_list.php. Dari situs itu kita bisa tahu skor nilai benchmark dibanding prosesor lainnya, baik intel maupun AMD.

Contoh nilai bechmark pada masing2 prosie (CPU)

CPU Benchmark untuk Intel dan AMD

CPU Benchmark

kolom Passmark CPU Mark (semakin tinggi, semakin bagus), kolom Rating (semakin rendah semakin bagus), CPU Value (semakin tinggi semakin bagus) dan Harganya tentu saja. Yg di fillcolor merah muda itu punya penulis saat ini.

2. Video Graphic Adapter (VGA)

Ini salah satu komponen terpenting buat main game, namanya graphic udah jelas berhubungan dengan tampilan grafis. Untuk melihat bagus tidaknya VGA lihat saja dari chipsetnya. Pokoknya ada 2 pemain besar dalam pasar VGA di dunia, yaitu Geforce dan ATI Radeon, walaupun ada juga yg lain,,, semakin baru generasinya tentu semakin bagus,,, nah untuk mengetahui chipset suatu VGA bisa dilihat melalui spesifikasi yang tertera disitu, misal ATI Radeon HD545V, kalau tidak tercantum disitu bisa di lihat dengan cara ketik “dxdiag” pada menu search di Win 7, atau di RUN lalu “dxdiag” di Win XP, cari di menu display.

Setelah itu cari tahu kemampuan VGA tersebut lewat Tehnik Benchmarking, ga usah susah-susah,,, klik aja di situs http://www.videocardbenchmark.net/gpu_list.php, ctrl + f untuk mencari VGA yg dimaksud. Dari situs itu didapat data tentang nama chipset / seri VGA, kolom Passmark G3D Mark (semakin tinggi, semakin bagus), kolom Rating (semakin rendah semakin bagus), Videocard Value (semakin tinggi semakin bagus) dan Harga.

Contohnya seperti gambar dibawah ini.

VGAcard Benchmark

VGAcard Benchmark

Tapi Jangan heran kalau VGA Laptop nilainya berkisar antara ratusan dan jarang sampai ribuan,,, padahal di situs tersebut ada yang nilainya sampai ribuan, karena dicampur ama VGA AddOn PC Desktop. Karena ya itu tadi, walau secanggih apapun juga VGA Laptop tetap akan kalah karena keterbatasan supply energy, space tempat dan komponen dibandingkan dengan PC Desktop yg benar2 didesain untuk gamer,,, Laptop Gamer Alienware seharga duapuluh jutaan lebih saja hanya membenamkan VGA GeForce GTX 560M yang mempunyai nilai Passmark G3D 1534 dan rating no 76 terbaik. Tapi tenang,,, berdasrkan pengalaman penulis, skor Passmark G3D minim 198 saja sudah lumayan ngacir buat main COD Modern Warfare 1 dan 2. Tentu saja dibantu dengan prosesor minimalis Pentium Dual-Core T4500 @ 2.30GHz dan RAM 2 GB DDR2.

O iya,,, 1 lagi, kapasitas memory VGA juga patut diperhitungkan. Untuk memainkan game-game generasi baru sebaiknya Memori VGA minimal 1 GB agar tidak memberatkan kerja prosesor dan RAM Dedicated itu sendiri.

Baca lebih lanjut

Pembagian Guru Berdasar Enak / Nggaknya

Menurut pendapat pribadi lho ya,,,,
Pembagian guru berdasar enak/nggaknya

1. Guru yg paling banyak Pahalanya : Guru Tahsin/Tahfidz –> coz setiap anak yg bisa baca Al Qur’an drnya, Insya Allah pahalanya tetep ngalir sepanjang hidupnya (asal siswanya rajin ngaji), NO 2 Guru Fikih –> coz kalo salah dapat 1 pahala, klo bener dapat 2 pahala :),,,, INSYA ALLAH
2. Guru yg paling enak ngajarnya : Guru Olahraga –> klo lagi males ngajar, tinggal lempar aja bola ketengah lapangan, Insya Allah anak2 lngsung olahraga sendiri
3. Guru paling ditunggu : tentu saja guru TIK, belum bel aja anak2 dah nungguin di depan lab, klo gurunya telat mreka bersedia menjemputnya (entah pengen segera belajar atau biar bisa segera main komputer)
4. Guru plng banyak omong : Guru Bahasa (english, indonesia, arabic dll) –> Maklum, namanya aja bahasa, harus dipraktikkan biar terbiasa (KECUALI guru bahasa isyarat)
5. Guru Fiktif : Guru akuntansi –> belajar ngitung duit bahkan sampai jutaan n milyaran, sayangnya duit yg di hitung ga pernah tahu wujudnya
6. Guru Pendongeng: Guru sejarah –> yg namanya sejarah pasti di sesuaikan dengan pemerintah yg berkuasa saat itu, jadi benar/tidaknya Wallahu’alam (History is writen by victory), Kecuali sejarah Islam yg menganut sistem SANAD yg insya Allah bisa dipertanggungjawabkan dunia-akhirat
7. Guru ga ikhlas : Guru matematika –> sama murid aja suka itung-itungan (ya iyalah,,, namanya aja matematika)

MOHON JANGAN TERSINGGUNG,,,
Don’t take it so seriously, it’s just iseng2.com
walau bagaimanapun juga, Profesi Guru adalah Pekerjaan yang MULIA*
sedikit senyum dihari minggu :-)

 

Sepenggal Kisah Tentang Kakek yang Sederhana

Dulu waktu masih kecil, sejak usia Taman Kanak-kanak hingga SD kelas 1 sampai kelas 6, beliau yang mengantar dan menemaniku pergi ke sekolah. Maklum,,, baru awal-awal sekolah dan mengingat aku dan kakakku masih kecil waktu itu, bapak dan ibu masih kerja sedangkan adikku yg masih balita, beliaulah yang menjaganya, Kakek dan nenek.

SD-ku tepat berada di samping sawah kakek, tepat mengelilingi komplek SD N Karanganyar III di sebelah utara dan baratnya. Jadi ketika aku dan kakak belajar di SD impress itu, kakek asyik menjalankan pekerjaan utamanya sebagai seorang petani. Kadang disaat libur sekolah, kami semua membantu beliau disawah. Kegiatan yg paling kami sukai adalah ‘ndaud yaitu memindahkan benih padi yg baru tumbuh ke areal sawah untuk ditanam secara rapi. Kami senang karena bisa sekalian main air + lumpur :D

Kakek dan nenek juga piawai membuat batu-bata dan berladang yang dilakukan di lahan kosong di tepian sungai yang disebut sebagai “dong Bulak” oleh warga kampung kami, letaknya di perbatasan timur kampung. Lebih dari itu, kakek juga mahir membuat meubel, seperti meja, kursi dan almari. Jadi tak hanya bertani saja, kakekku juga pandai bertukang dan berladang. Seorang pekerja keras.

Semenjak ibuku sakit keras, kakek dan nenek paling sering mampir kerumah, entah mengantar nasi dan lauk pauk sampai menemani tidur dirumah sampai larut malam. Maklum bapak harus bolak balik Sragen Solo menemani ibu yang dirawat dirumah sakit. Kadangkala untuk menghibur kami bertiga (aku, adikku faisal dan kakaku saiful), kakek menyenandungkan syair dalam bahasa jawa krama alus yang artinyapun aku tak tahu sama-sekali, kecuali beberapa potong saja, yahhh lumayanlah sebagai pengantar tidur.

Pun setelah ibu meninggal dunia, kakek tetap sering mampir kerumah, bantu-bantu bersih-bersih rumah, halaman sampai kebun samping rumah. Kadang-kadang juga beliau membawakan kami hasil ladangnya, kadang pisang, jambu, kacang dll.

Sebel,,, kesal, jengkel kadang juga sempat kurasakan pada kakek. Aku jengkel ketika beliau makan dirumah, bukan makannya yang kupermasalahkan, tapi setelah makan itu, beliau asal-asalan mencuci piringnya, tidak pakai sabun cuci, padahal sudah kularang mencuci sendiri. Maklumlah dirumah itu, aku yang diberi tanggung jawab untuk mencuci piring dan peralatan dapur lainnya. Aku kesal ketika beliau memotong pohon jambu depan rumahnya karena di pohon itulah banyak menghasilkan buah yang aku dan teman-temanku biasa bermain dibawahnya. Aku marah kadang-kadang beliau mengganggu keasyikanku bermain dll.

Akhirnya waktu semakin berlalu, tak terasa belasan tahun sudah peristiwa itu terjadi. Aku yang kini semakin dewasa insya Allah semakin paham dan mengerti. Beliau bukanlah orang kaya raya dikampung, beliau bukan juga petani sukses dengan sawah dan ladang berhektar-hektar, beliau bukanlah terkenal sebagai pejabat desa atau tetua kampung, bukan pula veteran perang yang dipanggil saat upacara 17an, walaupun beliau juga pernah ikut membantu perang kemerdekaan kala itu. Tapi dibalik itu semua, ada hikmah yang bisa kupetik dari beliau, kerja keras, kesederhanaan dan kesahajaan itulah yang terpancar dari beliau.

“Hai manusia, kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur); maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai pada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah” [al Hajj/22:5]

Kakekku termasuk ia yang dipanjangkan umurnya oleh Allah ‘azza wajalla, kurang lebih umurnya saat ini lebih dari 90 tahun. Dengan umur seperti itu, kakek mulai pikun, kurang lebih sejak 4 – 5 tahun yang lalu. Karena kebiasaannya sejak muda, beliau masih ingin bertani, ya, ditengah usianya yang telah udzur itu, beliau masih ingin berkarya, tidak ingin merepotkan anak-anak dan cucunya. Walaupun untuk berangkat kesawah saja beliau sudah lupa jalannya. Dengan sepeda ontel tua, caping, cangkul dan sabit beliau tenteng terus menerus mencari sawahnya. Pernah suatu ketika beliau melihat sawah-sawah tetangga sudah memasuki musim panen, kemudian beliau memintaku untuk membantunya memanen padi, hampir aku berangkat kesawah sebelum bapakku memberitahuku bahwa sawah kakek tidak ditanami padi karena sudah tidak ada yang mengurus. Setelah kujelaskan beliau hanya diam sambil menganguk-anggukkan kepalanya, besoknya ia meminta lagi hal yang serupa.

Sering juga beliau datang kerumah untuk pamitan, beliau membawa seluruh pakaian dan beberapa bekal yang dibungkus kain sarungnya, lengkap dengan caping dan sabitnya. Ketika ditanya, mau kemana? Beliau menjawab “mau pulang ke Brang Lor”, suatu tempat yang tidak pernah kukenal di peta daerah Sragen dan sekitarnya. Memang dulunya, kakekku adalah orang Jogjakarta, karena perang kemerdekaan melawan penjajah beliau mengungsi bersama keluarga dan saudara-saudaranya ke suatu daerah yang bernama Brang Lor, kemudian kakekku mengembara lagi sampai sekarang di Bulu, Karanganyar Sambungmacan Sragen, sedangkan saudara-saudaranya masih tinggal disana.

Butuh kesabaran yang ekstra memang, untuk menghadapi orang tua yang telah pikun. Disini kitalah sebagai anak dan cucu yang di uji kesabaran dan keikhlasannya dalam menjaga dan merawat orang tua / orang tua bapak ibu kita. Apakah kita mampu bersabar dengan merawat mereka di hari tuanya ataukah malah kita titipkan di panti jompo dengan alasan berbagai kesibukan kita, naudzubillah tsumma na’udzubillah,,, jangan sampai aku melakukan hal itu dan jangan sampai aku diperlakukan seperti itu.

Apa yang saat ini kita lakukan dan bagaimana sikap yang kita lakukan kepada orang tua / kakek dan nenek kita, kira-kira seperti itulah yang akan kita dapatkan di hari tua nanti. Jika saat ini kita tidak bersabar dan acuh terhadap mereka, maka sangat mungkin sekali dihari tua nanti juga akan diperlakukan seperti itu.

Innalillahi Wainnailaihiroji’un,,,,,,, kini sosok tua yang sederhana dan bersahaja itu telah pergi, tepat hari Rabu 12 Desember 2012 pukul 21.00 WIB yang lalu (-+ 3 jam yang lalu) beliau kembali ke rahmatullah. Sejenak teringat kembali kenangan indah bersamamu, ketika seseorang itu telah pergi untuk waktu yang lama, barulah kita tahu akan penting dan indahnya kebersamaan bersamanya.

Beliau mungkin bukan orang yang istimewa dimata anda, tapi melalui beliau-lah (atas izin Allah) saya ada. Teruntuk kakek kami tercinta, Ali Muhammad, maafkan ananda yang belum bisa membuatmu bahagia, mungkin juga belum bisa membuatmu bangga, maafkan cucumu yang tidak bisa mencium keningmu dihari terakhirmu di dunia.

Hanya do’a dari jauhlah yang bisa ananda kirimkan dari perantauan. Semoga Allah Tabaroka wata’ala mengampuni dosa-dosamu, menerima semua amal ibadahmu, menyelamatkanmu dari siksa kubur dan menempatkanmu ditempat yang sebaik-baiknya. Semoga Allah mempertemukan kita dihari yang telah pasti dengan kondisi yang lebih baik. Allahummagfirlahu Warhamhu Wa’afi’i wafu’anhu

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.