Saat Raafidhi Syiah Mengepung Markaz Darul Hadits Dammaj di Yaman (1432H | 2011)

Tag

, , ,

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Bukan rahasia bagi mereka yang telah membaca buku-buku sejarah Islam, bahwa Syiah secara nyata dan jelas memusuhi Ahlus Sunnah dan Islam pada umumnya.

Tidak ada bencana yang disebutkan kecuali bahwa mereka memiliki bagian untuk bermain dalam kejatuhan itu, contohnya adalah runtuhnya Daulah Abbasiyah dan bencana lainnya yang menimpa umat Islam.

Akibatnya kebencian dan kejijikan mereka terhadap Ahlus Sunnah semakin tumbuh dan hasil dari kebencian ini sedang mereka upayakan dalam serangan terbaru mereka melawan Ahlus-Sunnah di Dammaj baru-baru ini.

Sekitar dua setengah minggu yang lalu, kabilah Hautsi yang merupakan Raafidhi Syiah ditempatkan untuk membuat blokade di setiap jalan yang merupakan akses ke luar-masuk Dammaj (Markaz Ahlus Sunnah) menghentikan apa saja yang datang dan keluar dari Markaz tersebut.

Selain itu siapa saja yang sakit atau membutuhkan perawatan medis juga tidak diperbolehkan pergi ke klinik terdekat untuk pengobatan.

Imbas dari perbuatan mereka adalah terhalangnya kebutuhan pokok, tidak diperkenankan masuk ke Dammaj seperti tepung/gandum, beras, gula, semua buah-buahan dan sayuran lainnya, toko-toko di Dammaj bahkan hampir kosong.

Dammaj adalah Markaz yang dibangun dalam rangka mengingat Allah yang berlandaskan Al Quran dan As Sunnah menurut pemahaman salafus shalih.

Sebuah tempat di mana jumlah yang belajar sebanyak ribuan, pria, wanita, anak-anak dari setiap sudut Yaman, Amerika, Eropa, Asia dan Afrika.

Sebuah tempat yang lebih dari 40 pelajaran dienul Islam diajarkan setiap hari serta pelajaran umum bersama Syaikh Yahya Al Hajuri.

Di tempat inilah anda akan mendapatkan berbagai makalah dan tulisan keislaman dari Ulama di Dammaj dan penuntut ilmu mulai dari Fiqh hingga aqidah.

Para Ulama dan penuntut ilmu di Dammaj membela As Sunnah siang dan malam dari para pelaku bid’ah dan membantah kebid’ahan mereka dengan hujjah yang benar sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah. Dengan sebab itulah orang-orang yang memiliki penyakit dalam hatinya memusuhi dakwah As Sunnah di Dammaj.

Allah Aza Wa Jall menyebutkan dalam Al Quran,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (Ali Imraan: 118)

Kita memohon kepada Allah Azza Wa Jall dengan asmaul husna agar Dia menghancurkan makar dan rencana jahat Syiah musuh Islam terhadap Ahlus Sunnah, dan kita memohon kepada Allah Azza wa jall agar Dia melindungi Markaz kita, Ulama, dan penuntut ilmu.

Kami mengharapkan doa dari saudaraku sekalian agar Allah Ta’ala memberikan kesabaran kepada Ahlus Sunnah di Dammaj dalam masa-masa ujian ini dan kami mengharapkan doa dari saudaraku sekalian di setiap sujud dan berdiri dalam sholat agar Allah Ta’ala menghancurkan mereka (Syi’ah raafidhi) dan menimpakan mereka dengan apa yang layak bagi mereka.

Ibrahim Abu Aminah Al-Bengali,
Dammaj Yaman
abuameenah@hotmail.co.uk
009677519521 009677519521

di copas dari: http://sunniy.wordpress.com/2011/11/11/saat-raafidhi-syiah-mengepung-markaz-darul-hadits-dammaj-di-yaman-1432h-2011/

Bacaan Qur’an yang bagus :)

Tag

, , , ,

Wah,,, ga bisa banyak komen, pokoknya bagi yang suka ngoleksi murotal para masyaikh dari timur tengah. Video ini layak untuk di donlod.

Sudah puluhan kali dengerin tetep ga bosen, qiro’ahnya bagus. Nama imam yang membaca surat Ali Imron ini kalo ga salah adalah Muhammad Luhaidan, di upload oleh id swedendawah pada tahun 2007 yang lalu. video ini telah dilihat sebanyak 2 juta lebih.

Mukjizat adab menyembelih dalam Islam

Tag

, , ,

معجزة الذبح في الاسلام

Mukjizat adab menyembelih dalam Islam

سؤال : دكتور جون … لو قُطعت العروق الدموية التي في مقدمة الرقبة عند الحيوان فما الذي يحدث لهذا الحيوان ؟

Tanya: dokter joen ! jika pembuluh darah yang terletak di bagian depan leher hewan dipotong,maka apakah yang akan terjadi terhadap hewan ini ?

ـ الدكتور : ما يحدث علمياً للحيوان أو الإنسان عند قطع العروق الدموية الموجودة في مقدمة الرقبة ، هو إصابة هذا الكائن الحي بالإغماء فوراً …

Dokter : yang akan terjadi secara ilmiyah pada hewan atau manusia ketika pembuluh darahnya yang terdapat di bagian depan leher dipotong adalah makhluk hidup tersebut akan mengalami pingsan secara otomatis….

ثم قام الدكتور بإعطاء مثال لذلك فقال لو تم خنق أحد الأشخاص من رقبته ، وضُغط عليها قليلاً فإنه سرعان ما يصاب بدوار شديد وعدم تركيز ، وذلك لصعوبة وصول الدماء إلى المخ ، وإذا زادت مدة الضغط على الرقبة يفقد الإحساس ويصاب بالإغماء.

Kemudian sang dokter selanjutnya memberikan gambaran dari hal tersebut,ia berkata: apabila seseorang lehernya dicekik dengan sempurna,lalu lehernya sedikit ditekan,maka akibat tercepat yang akan terjadi adalah ia akan mengalami pusing,dan akan kehilangan konsentrasi,ini terjadi disebabkan oleh sebab sulitnya darah mengalir ke otak,dan apabila tekanan tersebut dilanjutkan lebih lama pada leher maka ia akan kehilangan rasa dan akan mengalami pingsan.

سؤال : إذاً … قطع العروق الدموية الموجودة في مقدمة الرقبة عند الحيوان المذبوح وإخراج الدماء لخارج جسم الحيوان يُفقده الوعي؟الدكتور: نعم … بالطبع

Tanya: kalau begitu…berarti memotong pembuluh darah yang terdapat didepan leher ketika hewan disembelih dan darahnya dikeluarkan dari tubuh hewan tersebut akan menyebabkan hilangnya kesadaran ?!

Dokter: betul, tentu saja… .

سؤال : إذاً هل يشعر الحيوان المذبوح بأي آلام بعد قطع الرقبة مباشرة ؟ الدكتور : بالطبع لا فهو فاقد للوعي تماماً. سؤال :إذاً لماذا يقوم بأداءهذه الحركات التشنجيةالتي توحي بأنه يتألم ؟؟

Tanya: kalau begitu,apakah hewan yang disembelih tersebut akan merasakan sakit setelah pembuluh darahnya terputus secara langsung ?

Dokter: tentu saja tidak…karena ketika itu hewan tersebut telah kehilangan kesadaran dengan sempurna.

Tanya: jika demikian ,lalu mengapa hewan tersebut bergerak kejang-kejang yang dapat disimpulkan kalau ia menderita kesakitan ?

الدكتور : لأن عند قطع هذه العروق الدموية مع عدم كسر عظام رقبة الحيوان المذبوح وهذا ما يحدث تماماً في طريقة الذبح الإسلامية ، فإن تغذية المخ بالدماء تنقطع ، والدماغ لا يزال حي ، والجهاز العصبي الموجود في الرقبة من الخلف مازال متصل بكل أجهزة الجسم ، فيقوم الجهاز العصبي بإصدار إشارات إلى القلب وإلى العضلات وإلى الأحشاء ، وإلى جميع الخلايا الموجودة في جسم الحيوان لإرسال دماء إلى الدماغ.. وهنا تتحرك الخلايا والأحشاء والعضلات في جميع أجزاء جسم الحيوان تحركات تشنجية تقوم من خلالها بدفع الدماء إلى القلب الذي يقوم بدوره بضخ الدماء إلى الدماغ ولكن الدماء تندفع خارج جسم الحيوان بدلاً من الصعود إلى المخ ، وذلك بسبب الأوردة المقطوعة في الرقبة ، وهكذا يظل الجهاز العصبي يعطي إشارات ، وأجهزة الجسم ترسل الدماء فتخرج خارج جسم الحيوان ، حتى يتم تصفية جسم الحيوان من الدماء الموجودة فيه ، أما الفكرة الشائعة أن الحيوان يحس ويتألم عند ذبحه بهذه الطريقة فقد ثبت علمياً أن هذا الكلام خاطئ تماماً ، فكما ذكرنا بمجرد أن يتم قطع الأوردة

الدموية يصاب الحيوان بالإغماء ويفقد الإحساس نهائياً …

Dokter: itu terjadi karena ketika memotong pembuluh darah tidak disertai dengan memotong tulang leher hewan tersebut,dan inilah yang terjadi secara nyata pada adab menyembelih dalam islam,suplay darah ke kepala terputus,sedangkan otak masih hidup,dan sistim saraf yang terdapat pada bagian belakang leher masih bersambung dengan semua organ tubuh,sehingga sistem saraf ini masih bisa memberikan ransangan ke organ hati,otot-otot,dan visera,dan ke sel-sel yang berada pada badan hewan tersebut,untuk mengirim darah ke otak,dan disinilah sel-sel,visera,dan otot-otot yang terdapat pada badan hewan tersebut bergerak dengan gerakan kejang-kejang,dan ini berpungsi untuk menyuplay darah ke hati yang berfungsi sebagai pemompa darah ke otak,akan tetapi darah tersalurkan keluar tubuh hewan yang awalnya akan tersalurkan ke arah otak,itu karena telah terputusnya saluran pada leher,seperti inilah prosesnya,yakni: sistem saraf sebagai pemberi ransangan dan anggota badan menyalurkan darah sehingga darah tersebut keluar dari badan hewan,sampai semua darah tersebut keluar dengan sempurna darinya,adapun pemikiran yang menganggap bahwa hewan tersebut merasakan dan mengalami sakit ketika disembelih layaknya seperti gerakan (kejang) tadi,maka telah dibuktikan secara ilmiyah bahwa itu adalah anggapan yang salah.dan sebagaimana yang telah kami paparkan tadi,bahwa hanya dengan sekedar memutuskan pembuluh darah yang terdapat dileher akan mengakibatkan hewan tersebut pingsan dan kehilangan Rasa dengan sempurna…

ـ سؤال : ولكن … من الناحية الطبية ، هل من المصلحة أن تترك الدماء في جسد الحيوان دون تصفية ، أم أن تصفية جسد الحيوان من الدماء تعتبر أفضل ؟

Tanya: tetapi….secara medis,apakah ada manfaatnya membiarkan darah terpendam dalam tubuh hewan tanpa ada pembersihan,atau apakah (secara medis) bahwa membersihkan tubuh hewan dari darah lebih Afdhal ?

ـ الدكتور : الدماء من أخصب البيئات لنمو الجراثيم ، كما أنها تحمل هي بنفسها مواد ضارة لجسم الإنسان ، ولو بقيت هذه الدماء في اللحوم بعد موت الحيوان مباشرة فإنها تكون بيئة صالحة وخصبة لنمو الجراثيم ، إلى جانب ما فيها من أمور كان لابد وأن تتخلص منها …

Dokter: darah adalah lingkungan paling subur untuk kembang biak kuman-kuman,seperti halnya darah juga mengandung beberapa dzat yang dapat membahayakan tubuh manusia,dan seandainya darah ini secara langsung masih terdapat dalam daging hewan yang telah mati,maka tubuh hewan itu akan menjadi lingkungan yang tepat dan subur untuk kembang biak kuman,menilik kenyataan ini,maka mau tidak mau kamu harus menghilangkan darah tersebut…

ـ سؤال : فما رأيك في الطرق الأخرى لذبح الحيوانات وخصوصاً الطرق المستخدمة في أغلب البلاد الأوربية من ضرب الحيوان على رأسه حتى يصاب بالإغماء ثم القيام بذبحه بعد ذلك ؟؟

Tanya: bagaimana pendapatmu dengan cara-cara lain dalam menyembelih hewan,dan pada khususnya dengan cara yang dilakukan oleh sebagian besar negara di Eropa,dengan cara memukul kepala hewan hingga pingsan lalu kemudian baru disembelih ?

ـ الدكتور : هذه الطريقة لها عواقب خطيرة على صحة الإنسان ، وذلك لأن الحيوان إذا ضرب بهذا الشكل يموت موتاً بطيئاً ، وهذا الموت البطيء يكون سبباً في أن يفقد الغشاء المبطن للأمعاء الغليظة قدرته على حجز البكتريا الموجودة في الأمعاء الغليظة الموجودة في جسد الحيوان ، فتخترق البكتريا جسد الحيوان وتجد الدماء فتسبح فيها وتسير وتتفاعل معها حتى تنتشر في جسد الحيوان كله ، وأسلم طريقة لتناول لحوم خالية من الدماء والبكتريا هي بالتخلص من دماء هذا الحيوان وإخراجها منه

Dokter : cara ini memiliki dampak yang berbahaya terhadap kesehatan manusia,itu karena jika hewan dipukul dengan cara tersebut,ia akan mati perlahan-lahan,dan kematian secara perlahan merupakan penyebab hilangnya kemampuan lapisan selaput usus untuk menahan bakteri yang terdapat di dalam usus hewan tersebut,(dengan begitu) maka bakteri akan merobek tubuh hewan dan bakteri itu menemukan darah sehingga ia pun berenang di darah itu,berjalan, dan menyatu dengan darah dan menyebar ke seluruh bagian tubuh hewan,dan Cara yang paling sehat untuk mengkonsumsi daging yang bebas dari darah dan bakteri adalah dengan cara menghilangkan darah hewan tersebut dan mengeluarkannya dari tubuhnya.

Pembaca yang budiman,ucapkanlah:

رضيت بالله ربا وبالإسلام دينا ومحمد صلى الله عليه وسلم نبيا ورسولا

“Aku rido Allah sebagai Rabb,dan Islam sebagai Agama,dan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam sebagai Nabi dan Rasul”

diterjemahkan oleh : Ustadz Musa

Nikah yang Tertunda

Tag

, , , ,

Sekali lagi bahas tema tentang ini, biasa,,, masalah “nikah”. Walaupun bagaimanapun juga, masalah “nikah” adalah salah satu tema yang sangat diminati dikalangan para ikhwah, terutama yang masih menyandang gelar jomblowan.

OK,,, langsung aja kita mulai bahas. Tapi sebelumnya, afwan kalo ane tidak menyebut nama ybs (yang bersangkutan) secara langsung karena ane belum minta izin langsung ke mereka jadi dalam tulisan ini ane tulis dengan kiasan saja ya,,, pakai nama fulan wahid, fulan isnain, fulan tsalasa dst

Sebenernya sudah agak sering ane mendengar kajian, diskusi sampe cuma obrolan yang membahas tentang nikah dan kawan-kawannya (baca: khitbah,  ta’aruf, nazhor, walimah, sampe kisah2 suka duka yg ada didalamnya), jadi dari beberapa obrolan dan diskusi itu ane tulis sedikit yang semoga bisa diambil manfaatnya, sekali lagi, tulisan ini lebih di ambil dari sudut pandang para ikhwan, karena nara sumbernya semua adalah ikhwan. Tapi penting juga dibaca para akhwat juga orang tua, yang sedikit banyak juga terlibat secara tidak langsung.

Kisah pertama adalah masalah yang berkaitan dengan idealisme, standar minimum calon dsb. Ceritanya begini, temen ane, sebut saja fulan wahid sudah beberapa kali berproses (ta’aruf) tapi sampai sekarang belum juga nikah,,, nah berdasar cerita beliau, ane nangkepnya karena masalah idealisme saja, masalah kriteria calon, yang begini, yang begitu, harus ini, harus itu, entah dari pihak ikhwannya maupun pihak akhwatnya. Biasalah,,,, yang namanya pemuda, konon katanya idealismenya masih tinggi. Ketika ada ikhwan yang melamarnya, si akhwat akan berpikir “siapa aku?, siapa kamu?” apalagi akhwat yang terkenal jameelah, pendidikannya tinggi pula. Makanya pasang standar jangan tinggi-tinggilah, apalagi akhwat, masalahnya yang bertanggung jawab terbesar adalah kami, para ikhwan. Kami yang harus bertanggung jawab terhadap nafkah, baik itu berupa makan, pakaian sampai rumah. Kalo mintanya rumah 3 lantai +mobil BMW yaa musykilah, kecuali anak pengusaha kaya raya mungkin ga masalah.

Tapi,,, juga tidak menutup kemungkinan yang pasang standar tinggi bukan ikhwan maupun akhwatnya, keduanya sih dah OK-OK saja, tapi masalahnya adalah pada orang tua. Sekali lagi bukan hanya orang tua sang akhwatnya saja, tapi juga kadang2 ortu si ikhwan juga demikian, seperti kisah fulan wahid ketika datang mengkhitbah seorang akhwat yang “wah”. Akhwat ini sudah lulus S2, juga pernah kuliah satu tahun di Mediu (Medina University kalo ga salah), saat itupun sang akhwat sedang melamar pekerjaan sebagai dosen arsitek di salah satu universitas di Jeddah, sebagai dosen arsitek khusus mahasiswi kayaknya. Sang akhwat sih OK OK saja, tapi bapaknya yang tersenyum (sinis) meragukannya, dan ketika fulan wahid konsultasi ke bapaknya sendiri, alhasil dengan tegas beliau berkata “Gak usah,,,,! Nanti kamu diremehkan di lingkungan keluarganya ! dan bla bla bla……..” tuuuuuukan, yang kasihan tuh sebenernya sang akhwat, bayangkan saja, saat itu umurnya sudah 29 tahun, umur segitu belum menikah bagi seorang wanita didesaku sudah jadi bahan gunjingan, entah bagaimana dengan wanita/akhwat di sini.

Bagi yang merasa punya abi wa ummi yang sudah menentukan jodoh bagi antum wa antuna, pesan-pesanlah secara baik2 pada mereka agar tidak pasang standar yang terlalu tinggi. Paling pas ya sesuai yang di sabdakan nabi kita Muhammad Shalallohu’alaihi wassalam

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)

Nah bagi para ikhwan wa akhwat, hadist inilah yang jadi patokan, juga ayat dalam Al Qur’an yang membahas ttg ini, taukan,,,? Surah Annur ayat 26, biar dapat yang baik-baik ya perbaiki diri kita dulu. Dan untuk orang tua, salah satu hadistnya adalah

“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi. Al Albani berkata dalam Adh Dho’ifah bahwa hadits ini hasan lighoirihi)

Nah sebenarnya kalau semua sudah saling mengetahui ilmu adiin yang cukup, insya Alloh masalah seperti ini ga akan jadi terlalu rumit

Yang bikin rumit juga kadang kala justru sang juru kuncinya sendiri alias sang ikhwan. Sang akhwat sudah menerima dengan senang, calon mertua sudah OK dan setuju, pun juga dengan orang tua sendiri, semua sudah pada ngaji dan punya bekal imu agama yang cukup, tapi sekali lagi,,, masalah umum bagi kami (baca:ikhwan) adalah mental, terutama yang berkaitan dengan maisyah. Sangat manusiawi memang, karena kamilah yang akan jadi nakhoda bahtera rumah tangga nantinya, salah jalur bisa-bisa nabrak gunung es, kelelep deh,,,

Sebut saja fulan isnain, dia adalah seorang sarjana lulusan IPB, maisyah sudah di tangan, dia juga pernah mengajar bahasa Arab di sekitar kampusnya. Nah,,, ceritanya, fulan isnain ini sedang ta’aruf dengan seorang akhwat, yang ternyata bapak sang akhwat juga ngaji sama dia, belajar bahasa arab (kalo ga salah itu yang ane denger). Nah sang bapak ini sangat ingin putrinya menikah dengan isnain. Bahkan saking ngototnya, sang keluarga akhwat menyarankan agar isnain segera menikahinya liburan sekolah saat itu juga, padahallllll… sang akhwat baru kelas 3 SMA.

Isnain yang merasa ditantang seperti itu, juga mau ga mau harus bergerak cepat, bagaimana lagi, sang akhwat ini (menurut ane) juga bukan akhwat sembarangan, masuk kategori limited edition-lah. Berdasar cerita isnain, walaupun sang akhwat ini punya keluarga yang bisa dibilang “lumayan” dalam hal duniawi, tapi sang akhwat lebih memilih sikap zuhud. Waktu itu sang akhwat pengen beli HP baru, sebenernya, kalo mau tinggal bilang aja ke ortu, tapi dia tidak. Dia lebih memilih bekerja sendiri, jualan pernak-pernik ke temen2nya untuk bisa beli HP, dari hasil keuntungan jualannya itu, dia belikan HP baru. Wah,,,, emang tipe langka nih, apalagi di zaman seperti sekarang.

Rintangan pertama yang harus dihadapi adalah orang tua isnain sendiri, setelah dilobi dengan beberapa cara, akhirnya dia bisa meyakinkan ortunya itu agar meridhoi langkahnya, menikahi sang akhwat pilihannya. Tapi setelah semua dirasa siap, orang tua sang akhwat berubah pikiran, mereka ingin menunggu sampai putri mereka lulus SMA dulu, maklum-lah kurang beberapa bulan lagi bakalan lulus, kalo nikah sekarang, dia harus berhenti sekolah, nanggung beberapa bulan lagi. Akhirnya isnain-pun menerima, pernikahan mereka diundur beberapa bulan lagi. Sabar,,, toh cuma beberapa bulan.

Qodarulloh, manusia hanya bisa berencana, akhirnya setelah akhwat itu lulus, kebetulan juga isnain telah berhenti dari pekerjaannya. Sadar dengan kondisi itu, isnain-pun terpaksa belum berani untuk menyambut sang kekasih yang telah dinantikannya. Isnain-pun (atas saran orang tuanya sendiri) lebih baik menunda dulu, biar kondisi lumayan mapan dulu. Dan karena dirasa menunggu terlalu lama itulah orang tua sang akhwat akhirnya mengambil langkah lain.

“Terus, sekarang akhwat itu gimana akh ?” Tanyaku padanya dalam suatu kesempatan

“Udah punya anak !”

T_T ,,,, yah apa mau dikata, namanya juga belum jodoh, walau bagaimanapun juga, Alloh telah membuat skenario terindah untuk kita. Ane juga ga mau komentar lebih jauh,,, walaupun dalam masalah rizqi sudah dijabarkan dengan jelas dalam firmanNya,

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kalian. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya.” (QS. An Nur: 32)

Tak perlu risau dengan masalah rizqi, Alloh-lah yang akan mengurusnya, asal kita tetap pantang menyerah untuk bekerja berusaha dan berdo’a demi meraih keridhoanNya.

Mudah memang menulis/berkata demikian, tapi kenyataannya seorang ikhwan tetap akan bergidik dengan yang namanya “biaya hidup”, walaupun cuma sedikit, apalagi tanpa bantuan dari orang tua sama sekali, belum kerja lagi.

Kalo ane yang ada di posisi itu, belum tentu juga ane langsung bisa menyanggupi untuk lanjut, tapi juga belum tentu ane mau melepas begitu saja kesempatan itu (tipe langka je!).

Intinya, mari kita persiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin, ilmu, mental, maisyah, restu, sampai calonnya. Mungkin yang paling penting adalah ilmu, mental dan restu ortu barangkali. Kalo masalah maisyah (pekerjaan) dan calon bisa lebih optional. Maisyah bisa menambah rasa percaya diri (dihadapan calon mertua khususnya) dan calon pun sebenarnya ada banyak insya Alloh, kalau gagal satu masih ada yang lain, tetep ikhtiar saja sambil berdo’a dan berusaha menjadi lebih baik lagi.

Alhamdulillah disini ane punya banyak chanel buat konsultasi, coz cuma ane doank yang belum punya pengalaman meng-khitbah seorang akhwat, apalagi ta’aruf dan seterusnya. Yang lain sudah semua, ada yang sekali ta’aruf langsung berhasil, ada yang belum berhasil, jadi kalo butuh share pengalaman, tinggal tanya doank. Jadi inget beberapa pekan yang lalu ane ditawari,

“akh,,, ada akhwat 17 tahun, siap nikah, asalnya dari Sragen juga, gimana? Antum mau nggak ?”

Ane cuma bisa senyam-senyum doank,,, mau njawab “iya” kayaknya belum bisa, mau jawab “tidak” sebenarnya juga tidak juga, akhirnya ane malah jawab (kalo ga salah ingat) “Belum berani akh” (<- -payah)

Beda ma temen ane yang satu lagi, kejadiannya baru saja kemarin, ada senior ane yang sudah menikah, angkat bicara waktu kita lagi ngobrol2 diruang guru,

“ada akhwat nih, seorang guru TK, baru saja lulus, pakai cadar, katanya sih jamiilah ”

“Wahhhh,,,, boleh nih tadz ! serius !”

Hahahaha …., karakter orang memang berbeda-beda

 

NB: sebenernya ada satu lagi nih, sebut saja fulan tsalasa, kisahnya lebih menginspirasi dan memotivasi. Insya Alloh kalau ada kesempatan lagi nanti ana tulis,,,, pokoknya full inspiration and motivation deh pokoknya

 

Keutamaan Beramal Shalih pada Sepuluh Hari Awal Bulan Dzulhijjah

Tag

, , , ,

بسم الله الرحمن الرحيم

Keutamaan Beramal Shalih pada Sepuluh Hari Awal Bulan Dzulhijjah

العمل في أيام العشر

عن ابن عباس : قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر فقالوا يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء ( رواه الترمذي )

Artinya:  Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata:  Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Tidak ada hari-hari yang amal shalih dikerjakan padanya, lebih disukai oleh Allah dari sepuluh hari ini (sepuluh awal Dzulhijjah), maka mereka (para sahabat) berkata: wahai Rasulullah, dan tidakkah itu (tertandingi oleh) keutamaan jihad di jalan Allah? Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam bersabda: Tidak (tertandingi oleh) jihad di jalan Allah, kecuali seorang yang keluar           ( berjihad) dengan mempertaruhkan jiwanya, dan hartanya, sehingga ia tidak kembali dari jihad itu membawa apapun. (H.R.: Imam Tirmidzi).

 Fikih hadits: Sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan yang begitu mulia untuk di isi dengan Amal shalih, dimana keutamaannya tidak tertandingi dengan jihad di jalan Allah kecuali dengan keutamaan seorang yang berjihad dan meninggal di dalam jihad tersebut.

Imam Mubarakfuri Rahimahullah menjelaskan hadits ini dalam kitabnya Tuhafatul ahwadzi,beliau menuliskan:

اِخْتَلَفَ الْعُلَمَاءُ فِي هَذِهِ الْعَشْرِوَالْعَشَرَةِ الْأَخِيرَةِ مِنْ رَمَضَانَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هَذِهِ الْعَشْرُ أَفْضَلُ لِهَذَا الْحَدِيثِ وَقَالَ بَعْضُهُمْ عَشْرُ رَمَضَانَ أَفْضَلُ لِلصَّوْمِ وَلَيْلَةِ الْقَدْرِ وَالْمُخْتَارُ أَنَّ أَيَّامَ هَذِهِ الْعَشْرِ أَفْضَلُ لِيَوْمِ عَرَفَةَ وَلَيَالِي عَشْرِ رَمَضَانَ أَفْضَلُ لِلَيْلَةِ الْقَدْرِلِأَنَّ يَوْمَ عَرَفَةَ أَفْضَلُ أَيَّامِ السَّنَةِ وَلَيْلَةُ الْقَدْرِ أَفْضَلُ لَيَالِي السَّنَةِ وَلِذَا قَالَ مَا مِنْ أَيَّامٍ وَلَمْ يَقُلْ مِنْ لَيَالٍ. إ ه.

 Artinya: para ulama berbeda pendapat dengan keutamaan sepuluh hari awal bulan dzulhijjah dengan keutamaan sepuluh hari akhir bulan Ramadhan,sebagian ulama memandang bahwa sepuluh hari awal dzulhijjah lebih utama dengan dasar hadits ini (di atas),sebagian dari ulama menilai bahwa sepuluh akhir Ramadhan lebih utama oleh karena terdapat padanya Ibadah puasa dan Lailatul qadar.

Pendapat yang Mukhtar (dipilih sebagai jalan tengah dari perbedaan pandapat) adalah: Sesungguhnya sepuluh hari awal dzulhijjah lebih utama disebabkan oleh karena terdapatnya hari Arafah pada hari-hari tersebut,sedangkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan lebih utama karena terdapat di dalamnya Lailatul qadar.

Itu karena hari Arafah (9 dzulhijjah) adalah hari paling Afdhal di antara hari-hari yang ada dalam setahun.dan Lailatul qadar adalah malam yang paling Afdhal di antara malam-malam yang ada dalam setahun.

Dan dari itulah maka redaksi hadits di atas menggunakan kata “tidak ada hari-hari”, dan bukan dengan menggunakan kata: “tidak ada malam-malam”

وفقكم الله وإيانا العمل الصالح والإخلاص وصلى الله على نبينا محمد

وعلى أله وأصحابه أجمعين.

by: ustadz Musa

Jaga Jati Dirimu Sebagai Seorang Muslim

Tag

, ,

Melanjutkan kisah sebelumnya ttg pandangan orang2 non islam di barat terhadap islam dan bagaimana mereka menjalani kehidupannya, kali ini tulisan ini akan membahas ttg sedikit pola pikir dan gaya hidup mereka, walaupun berdasar pengalaman pribadi temen ane (untuk selanjutnya sebut saja si fulan), tapi insya Alloh yg ditulis disini adalah kisah nyata.

OK,,, langsung saja, tulisan ini akan membahas ttg gaya hidup yang mungkin sangat bertolak belakang dengan adat di Indonesia, yaitu dalam masalah kesusilaan, kesopanan dan agama.

Ceritanya, fulan secara tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita berkebangsaan Jerman yg mungkin berusia 40an tahun, intinya, dia sudah punya anak usia kuliah saat itu.

Nah,,, saat pertemuan itu, si wanita merasa senang karena bertemu dengan fulan yg berkewarganegaraan Indonesia, masalahnya fulan jadi agak miris setelah mendengar ucapan sang wanita itu, yang intinya ….

“anda orang Indonesia ya? Senang sekali bertemu dengan anda. Saya dulu juga pernah punya teman asal Indonesia sampai-sampai saya punya anak darinya”

fulan pun agak heran mendengarnya, diapun bertanya lebih lanjut “maksudnya ?”, obrolan pun berlanjut, dan diketahui ternyata wanita itu dulu pernah punya kenalan (baca: pacar) pemuda asal Indonesia yang sekolah selama (kurang lebih) 2 tahun. Selama itu sang wanita itu telah (maaf) berzina sampai punya anak darinya. Dan setelah itu sang pemuda pulang ke Indonesia dan wanita tersebut membesarkan anaknya sendirian.

Yang tak habis pikir, kenapa wanita tersebut seakan-akan tidak ada rasa bersalah dan bahkan malah senang2 saja telah bercerita ttg hal tersebut? “Ahhh itu sudah biasa disana” itu mungkin jawaban yg sangat meremehkan. Tapi mengapa hal tersebut menjadi hal yang biasa-biasa saja, padahal zina adalah salah satu perbuatan yang termasuk dosa besar.

Usut punya usut ternyata kemungkinan besar di lingkungan yang menganut paham liberalis, atheis seperti itu, hal yang berbau “dosa” tidak akan digubris, apalagi tidak ada sanksi sosial dari masyarakat seperti halnya di Indonesia (di sebagian besar wilayah) tidak ada pengucilan, penghinaan bahkan sekedar gunjingan. Hal semacam itu sudah dianggap biasa-biasa saja. Dan yang cukup mengenaskan lagi, si pemuda asal Indonesia yg dimaksud wanita tadi adalah anak dari seseorang yang cukup terkenal di Indonesia, Naudzubillah

Ini yang harus diwaspadai dan di beri perhatian khusus untuk para mahasiswa yang menuntut ilmu di negeri2 kaum kufar. Yaa hati-hati saja, jangan sampai terjerumus perangkap2 syaitan atas nama “kebebasan” dan “HAM” yang kebablasan. Terutama bagi pemuda, gaya hidup hedonis, permisif sampai kumpul kebo halal-halal saja asal suka sama suka. Bahkan (kata si fulan juga) ada ungkapan tak tertulis yang menyatakan “menolak diajak minum (miras maksudnya) = menolak persahabatan” —parah. Sedikit demi sedikit jika diserang bertubi-tubi, orang yang tipis keimanannya bakalan hilang terseret arus, hilang jati dirinya sebagai seorang muslim sehingga islam hanya tersisa di ktpnya saja.

Untuk itulah secara umum kita dilarang bepergian ke negeri-negeri kaum kuffar kecuali dengan persyaratan tertentu. Apa saja itu ? kita lihat fatwa Syaikh Al Utsaimin ketika ditanya tentang masalah itu,,,, (ane copas aja yaaa)

Oleh

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum bepergian ke negara kafir ? Dan apa hukum bepergian untuk maksud wisata ?

Jawaban.

Tidak boleh bepergian ke negara kafir kecuali dengan tiga syarat.

Syarat Pertama : Memiliki ilmu yang dapat membantah keraguan

Syarat Kedua : Memiliki pondasi agama yang kuat yang bisa melindunginya dari dorongan syahwat

Syarat Ketiga : Membutuhkan kepergian tersebut.

Jika syarat-syarat ini tidak terpenuhi, maka ia tidak boleh bepergian ke negara kafir karena bisa menimbulkan fitnah atau dikhawatirkan akan terkena fitnah, disamping hal ini merupakan penyia-nyiaan harta, karena pada perjalanan semacam ini biasanya seseorang mengeluarkan banyak uang, di samping hal ini malah menyuburkan perkenomian kaum kuffar.

Tapi jika ia memang memerlukannya, misalnya untuk berobat atau menuntut ilmu yang tidak tersedia di negaranya, sementara ia pun telah memiliki ilmu dan agama yang kuat sebagaimana kriteria yang kami sebutkan, maka tidak apa-apa.

Adapun bepergian untuk tujuan wisata ke negara-negara kafir, itu tidak perlu, karena ia masih bisa pergi ke negara-negara Islam yang memelihara penduduknya dengan symbol-simbol Islam. Negara kita ini, alhamdulillah, kini telah menjadi negara wisata di beberapa wilayahnya. Dengan begitu ia bisa bepergian ke sana dan menghabiskan masa liburnya di sana.

[Al-Majmu Ats-Tsamin, Juz I, hal 49-50, Syaikh Ibnu Utsaimin]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq]

Sumber : http://almanhaj.or.id/

Ada tips yang cukup ampuh untuk membentengi hal tersebut bagi para pemuda khususnya (mahasiswa yg terpaksa menuntut ilmu di negeri kuffar), yaitu SERING-SERINGLAH IKUT TA’LIM dan BERKUMPULAH BERSAMA KOMUNITAS MUSLIM disana, terus tingkatkan keilmuan diniyah kita dan tidak lupa BERDO’ALAH memohon keistiqomahan dalam meniti jalanNya yang lurus, karena hanya dengan rahmatNya, kita bisa selamat di dunia dan akhirat.

Nb: Kisah diatas diambil dari kisah nyata yang ditulis kembali oleh penulis dengan gaya bahasanya sendiri tentunya, tapi dengan tetap menitik beratkan pada fakta dan realita yang terjadi sesuai keterangan si fulan. Jadi mohon maaf apabila ada yang salah. Semoga bermanfaat

Sepotong kisah dari Jerman

Tag

, ,

Serem juga denger cerita temen kmaren, cerita tentang kehidupan masyarakat barat yang notabene adalah kaum kufar. Kasihan juga dengan generasi muda kaum muslimin disana, kalau gak kuat iman lho,,, tapi memang godaannya cukup besar, apalagi bagi kaum laki-laki.

Langsung saja, ceritanya begini. Ada seseorang temen ane yang pernah mendapat kesempatan belajar 1 tahun di jerman (negaranya Hitler dulu he…he…). Dia kuliah di IPB sebelum berkesempatan pergi ke Jerman. Untung dia sudah akrab dengan dunia ngaji, jadi ilmu agamanya insya Alloh bisa menjadi benteng bagi dirinya.

Tentu banyak pengalaman selama setahun di negeri panzer, banyak melakukan interaksi dengan orang asing, mengenal kebudayaan asing dll. Salah satunya dia pernah cerita kalau  orang jerman itu (rata2 orang barat, kecuali dalam keadaan darurat mngkin) enggan bahkan bisa marah kalau dia diberikan kesempatan duduk di angkutan umum semisal bus, dengan kata lain kita yg dapat tempat duduk duluan mengalah dan mempersilakan dia duduk di tempat kita. Sangat berkebalikan dengan budaya di Indonesia.

Pernah juga dia bertemu dengan seorang mahasiswa asal palestina yang mendapat kesempatan belajar disana, saat itu mahasiswa asal palestina itu sedang mempresentasikan ttg sesuatu (semacam TA kali?).  didepan warga kampus, termasuk temen ane ini. Dengan semangat berapi-apinya, dia berani mengkritik Negara Israel yang telah menjajah negerinya selama berpuluh2 tahun, sampai-sampai sang penerjemah takut dan ragu-ragu untuk mentranslate ke bahasa Inggris (atau Jerman, ane lupa), tapi sang pemuda itu memaksanya “tidak apa-apa, katakan apa adanya !” seperti itu mngkin kalimatnya.

Akhirnya selesailah presentasinya, temen ane itu datang untuk menyalaminya, karena senang dan salut bertemu dengan saudara jauhnya yang sedang dalam musibah (dijajah) itu. Ia langsung mengucapkan salam “assalamu’alaikum” kepada pemuda palestina itu, setelah ngobrol sebentar, temen ane ini mengajaknya untuk sholat dhuhur. Tapi,,, apa yang dikatakan pemuda palestina itu?

“Tidak,,, saya tidak sholat, silakan duluan”

Temen ane jadi agak heran, kemudian ia bertanya lagi, “tidak sholat saat ini maksudnya ?”

“Tidak,,, saya tidak sholat”

Mendengar itu, temen ane langsung pergi meninggalnya tanpa mengucapkan salam, “Mungkinkah dia bukan muslim ?” batinnya.

Nah,,,, semisal dia memang bukan muslim, ya maklum kalo nggak sholat, tapi kalau dia muslim, ini yang (mungkin) bisa jadi penyebab tidak berkahnya perjuangan Palestina saat ini, semoga oknum seperti ini tidak banyak jumlahnya.

Satu yang lebih berbahaya lagi, ternyata kehidupan bangsa barat (walaupun dalam kasus ini samplenya cuma Jerman), yang termasuk kaum kufar menganut pola pikir liberalis, atheis. Mereka enggan kalau bicara masalah agama, apalagi bicara masalah kematian, mereka akan langsung mengalihkan pembicaraan.

Satu lagi kisah, ketika itu bulan ramadhan, tentu saja sebagai kaum muslimin kita wajib berpuasa, termasuk temen ane itu. Nah saat berpuasa itu, ia diajak makan oleh temannya, tentu saja ia menolak dengan alasan “saya sedang berpuasa” (mereka lebih mahfum kalau berpuasa disebut dengan ramadhan saja)

“oooo,,, kalau begitu minum saja ya?”

“tidak,,,! Kami tidak makan, tidak minum, tidak menyentuh wanita dan bla…bla…bla….” jawabnya, tegas

“Sampai pukul berapa ?”

“sejak sebelum terbit matahari sampai terbenamnya matahari” jawabnya lagi

“Owww,,,, berapa lamakah? Satu hari, dua hari ?”

“Satu bulan !”

Sambil terkejut warga jerman ini memasang wajah kecut “Apa,,, satu bulan !!!, Ohh,,, Tuhan itu sungguh kejam”

Mendengar jawaban itu, temen ane malah tersenyum geli. Maklum mereka tidak tahu keberkahan dan hikmah dibalik berpuasa dan menjalankan ketaatan kepada Tuhan.

Dari hal itu dapat diambil ibroh / pelajaran. Dalam berdakwah (kepada orang yang jelas2 kufar khususnya), jangan dulu bicara masalah hukum, halal dan haram. Nabi Muhammad Sholallohu’alaihi wassalam saja selama 13 tahun awal dakwah beliau, selalu yang diperkuat adalah masalah Tauhid, tauhid dan tauhid, masalah surga dan neraka. Baru kemudian masalah halal dan haram (syariat). Kalau tidak, dapat dipastikan sebagian besar dari mereka akan berkata “kalau begitu saya tidak akan masuk Islam” ketika mendengar dakwah islam.

Sekian dulu kisah diatas, insya Alloh akan disambung lagi di lain kesempatan. Hal-hal yang sangat penting bagi pemuda kaum muslimin yang akan menuntut ilmu di negeri yang mayoritas bukan umat islam

To be continued (insya Alloh)

nb: diceritakan kembali oleh saibani dengan gaya bahasa sendiri

Burung-burung Surga (Full of picture)

Tag

, , , ,

Mungkin agak berlebihan dengan menyebut mereka sebagai burung-burung surga, mengingat gambaran surga adalah sesuatu yang terindah yang mampu kau bayangkan kemudian dilipatgandakan seperti itu juga (Dari hadist). Tapi tak apalah, namanya juga manusia, sesuatu yang indah di matanya akan digambarkan sebagai surga dunia, alias hanya kiasan saja.

Daripada bertele-tele terlalu panjang langsung kita lihat saja foto dan gambar cantik mereka, yang tak kalah dengan foto model tercantik di dunia. Bedanya yang ini asli dari alam, tanpa polesan buatan tangan manusia.

1. Lesser bird of paradisea (Paradisea minor)

2. Raggiana bird of paradisea (Paradisaea raggiana)
3. Astrapia ribbon tailed (Astrapia mayeri)
4. Blue bird of paradise (Paradisea rudolphi)
5. Rifle bird paradise (Ptiloris paradiseus)
6. Red bird of paradise (Paradisea rubra)
7. Lawes’s parotia (Parotia lawesii)
8. King of saxony bird of paradise (Pteridophora alberti)
9. Wilson’s bird of paradise (Cicinnurus respublica)
10. Princess stephanie’s (Astrapia stephanie)

Nah itulah tadi gambar-gambar cantik mereka yang sempat diabadikan oleh fotografer yang sempat berkunjung ke daerah asal model-model alam ini. Kebanyakan mereka dapat ditemui di wilayah Papua Indonesia, Papua New Guinea, Australia timur sampai kepulauan disekitarnya.

Memang jenis burung-burung surga ini tidak hanya sepuluh diatas, tapi masih ada lagi, berhubung ane cuma dapat gambar 10 itu saja yaa harap maklum. Kalau ada yang mau nambah boleh-boleh saja

Wahhhh Enaknya,,,,, Wisuda sudah ada yang nungguin ^^

Tag

,

Kemaren kamis tanggal 19 Mei, ane menghadiri wisuda kakak ane yang kuliah di jurusan teknik Nuklir UGM. Ada sesuatu yang beda saat upacara wisuda disana. Bukan lantaran wisuda antara diploma dan S1-nya digabung, bukan pula lantaran nama besar UGMnya. Dan rasanya juga agak gimana gitu. Wisudanya sih biasa-biasa saja menurutku, pakai baju toga, topi wisuda, saat dipanggil namanya maju kedepan, tapi di UGM nggak ada acara pindah kucir segala, langsung terima ijazah, salaman, balik ke tempat duduk.

Ane sih nggak lihat secara langsung, tapi via LCD di lantai 1 gedung Graha Sabha Pramana (GSP), auditoriumnya UGM. Coz undangannya cuma buat 2 orang di lantai 2nya, ane sendiri baru berangkat hari kamis paginya, sampe sana jam 9nan. Bosen nunggu ane jalan-jalan, bosen jalan-jalan ane main HP, ngirim sms banyak yang pending, mau internetan ga nyambung-nyambung. Akhirnya jalan-jalan lagi, karena hawanya puanas, ane coba masuk lagi ke gedung GSP lantai 1. Di ruang itu sudah ada 4 LCD untuk menampilkan upacara wisuda secara langsung dari lantai 2nya, dannnnnn ada ACnya, lumayanlah buat ngadem. Ane beranikan saja masuk dari pintu samping coz dari pintu depannya sudah penuh orang.

Ane masuk lalu lihat-lihat kalau ada kursi yang kosong, ternyata ada juga lalu ane duduk di kursi itu. Nahhhh pas lagi duduk itu tanpa sengaja ane lihat ada dua orang anak kecil, akhwat cilik berjilbab besar yang baru berusia kurang dari lima tahun dan seorang lagi usia SD, duduk beberapa kursi di depan ane disamping kiri. Eh,,,, kalau di lihat-lihat lucu juga ya, anak sekecil itu sudah pake jilbab yang besar jadinya kayak kelelep jilbab (:D) selain itu wajahnya jadi tampak lebih manis n nggemesin (bagiku).

Acarapun selesai sekitar pukul 11.00, ane langsung keluar untuk menemui kakak dan bapak ane yang sudah berangkat hari rabunya. Setelah tak cari-cari akhirnya ketemu juga. Dan disana juga ada bapak calon mertua kakakku, katanya pas wisuda itu mau dikenalkan skalian antara bapakku dan bapak calon mertuanya. Ini lho yang bikin beda. Emang sih, kakakku sudah mengkhitbah seorang akhwat referensi dari sahabatnya. Tapi yang kutahu waktu itu hanya bapak calon mertuanya yang hadir.

Dan ternyata pas mau foto wisuda, bapak calon mertua kakakku juga datang bersama keluarganya, lengkap. Dan ternyata lagi, dua akhwat cilik yang ane lihat di lantai 1 gedung GSP tadi adalah calon adik iparnya kakakku, wahhhh nggak nyangka, pantesan (apa ya ?). satu lagi ane lihat ada gadis berjilbab besar berwarna orange sembunyi-sembunyi di belakang ibunya, umurnya baru belasan tahun. “Apa calon mbak iparku ikut datang juga ya?, jangan-jangan yang itu kali ?” ane masih belum yakin. Dan setelah ane telusuri lebih lanjut, ternyata memang benar. Yang berjilbab orange itu ternyata adalah calon mbak ipar ku. Dia tersenyum, tersipu-sipu malu di belakang ibunya. Hanya pas foto wisuda itu ane sempat melihat wajahnya. “Subhanalloh,,,,,, cantik juga ya, hidungnya mancung dan kulitnya putih kayak kakak ane, tinggi semampai lagi”.

Wah…. ternyata. Enak juga ya, wisuda sudah ada yang nungguin. Ane saja yang nemenin ikut deg-degan apalagi kakak ane. Wisuda dihadiri oleh calon bapak-ibu mertua, calon adik ipar dannnnnnn CALON ISTRI tentu saja. Bayangkan saja, saat acara wisuda sudah ditunggu seorang akhwat sholehah, yang akan bersedia hidup menua bersamanya, cantik lagi. :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) Oh INDAHNYA.

Ane sendiri sdikit nyesel dulu pas wisuda cuma ditemeni bapak, bukan apa-apa sih cuma kurang rame aja :) . Selain itu kalau sudah ada yang “nunggu”kan jadi Continue reading »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.